
Ray menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari berbagai macam ilmu dan pengetahuan kuno yang tercatat di perpustakaan yang ditinggalkan Dragnir.Dalam hati Ray, dia masih berpikir bahwa pengetahuan adalah senjata terampuh yang ada di dunia.
Sama seperti di bumi yang merupakan dunia asal Ray, semakin banyak pengetahuan yang dimiliki sebuah kelompok maka semakin pesat pula perkembangan mereka.Ray sempat bahkan sempat berpikir, adanya negara adidaya di bumi bukan karena mereka memiliki sumber daya alam terbaik di dunia, melainkan karena mereka telah mengembangkan dan pengetahuan mereka beberapa Langkah lebih maju di depan negara lainnya.
“Sepertinya, dunia ini masih tak jauh berbeda dari bumi.Meskipun masih ada hal aneh seperti Qi dan Mana, pada dasarnya dunia ini juga masih memiliki prinsip dan dasar tertentu.aku mencoba sesuatu.”Ray berniat untuk mencoba beberapa hal untuk membuktikan hipotesisnya.
Ray pergi ke ruang penempaan dan buka formasi array penguncinya, lalu melangkah masuk dan mulai menyusun rencana tentang barang yang akan dia buat.Dia mulai mencari beberapa bahan dari berbagai macam bahan yang ada di dalam ruangan, sebelum akhirnya mengambil sebongkah batu berwarna hitam keperakan dan bongkahan lainnya berwarna coklat gelap.
“Jika dilihat dari strukturnya, batu hitam keperakan ini harus mirip dengan plutonium di bumi.Lalu bongkahan batu berwarna coklat gelap ini seharusnya jenis uranium.Tapi masih tidak tahu berapa kadar atom yang terkandung di dalamnya.”Ray mengambil dua bongkahan batu dan pergi ke tengah ruang penempaan yang merupakan bengkel pandai besi milik Gild Dragnir.
Ray mengambil batu hitam keperakan lalu memulainya dengan api milik dan memisahkan unsur atom yang ada menjadi beberapa bagian.Dia sudah terbiasa untuk memisahkan unsur-unsur sebuah benda saat masih menjadi ilmuwan di bumi.
Setelah beberapa saat akhirnya Ray berhasil memisahkan kedua bongkahan batu itu sesuai dengan bentuk dan jenis atom mereka.Ray memisahkan masing-masing atom menjadi bentuk bubuk dan mengelompokannya dalam jenis yang sama.
“Bubuk hitam cerah adalah plutonium, sedangkan yang berwarna coklat gelap uranium, sementara yang berwarna perak gelap adalah ferrum alias besi, lalu yang berwarna coklat adalah belerang, bubuk lainnya adalah karbon.”Ray merasa senang karena bisa mendapatkan cukup banyak uranium dan plutonium dari dua bongkahan batu sebelumnya.
“Sekarang mari kita uji coba, apakah hukum sebab dan akibat di dunia ini masih sama dengan di bumi?Jika memang sama, aku seharusnya bisa membuat nukleus dari ini.”Ray menggosok kedua bersiap untuk memulai eksperimennya.
Ray mulai mencampur senyawa sesuai dengan yang terekam dalam ingatan kehidupan sebelumnya.Dia sudah beberapa kali mencoba membuat nukleus untuk sumber energi saat masih berada di bumi, namun saat percobaan hampir berhasil dan dia sudah membuat nukleus kecil yang bisa memulai kota, penelitian dihentikan karena perubahan kebijakan dan kekurangan dalam anggaran negara.
Ray mengulang setiap langkah sesuai dengan ingatannya tentang pembuatan nukleus, penamaan pada saat yang sama juga membuat beberapa perubahan karena nukleus yang dibuat bukan untuk sumber energi sejenis senjata nuklir.