
"Aku akan menyanyikan sebuah lagu yang baru ku buat beberapa hari yang lalu. Semoga bisa menghibur kalian."
Ray mengatur nafasnya, lalu mulai memetik gitar. Saat jari Ray memetik gitar alunan merdu menggugah hati menyebar ke seluruh lantai lima restauran. Alunannya benar-benar indah dengan ritme tenang yang menyentuh hati, seolah musik ini membuat orang mengingat tentang cinta. Ray sendiri mulai menyesuaikan intro musik dan mulai bernyanyi.
•••*●●●•••
Kenapa burung tiba-tiba muncul,
Setiap kali dirimu dekat?
Sama seperti saya,
Mereka ingin dekat denganmu
Mengapa bintang jatuh dari langit,
Setiap kali dirimu lewat?
Sama seperti saya,
Mereka ingin dekat denganmu
Pada hari kamu dilahirkan,
Para malaikat berkumpul,
Mereka menyanyikan lagu untuk mu,
Karena seorang dewi telah lahir
Saat bertemu denganmu,
Semua bunga di savana merekah,
Mencoba secantik dirimu,
Dan saat kau melihatku dan bertanya,
Karena aku ingin melihat dewi ku,
Dan selalu ada di dekatmu
•••●●●*•••
Suara nyanyian Ray menyita perhatian seluruh tamu, semua orang terjebak dalam kenangan cinta mereka masing-masing. Ray memainkan lagunya sepenuh hati, membuat semua orang yang mendengarnya bisa merasakan emosi pada setiap nadanya.
Tanpa sadar banyak tamu yang mengalirkan air mata, dan beberapa tersenyum mengingat kisah cinta mereka. Saat suara musik Ray berhenti semua tamu tersadar dari kenangannya.
Suara musik Ray berhenti, seluruh tamu bersorak sorai menunjukan permainan musik Ray yang luar biasa.
Namun, berbeda dengan para tamu yang bersorak senang Ray justru terlihat waspada. "Tiga puluh orang lebih datang kesini dan rata-rata kekuatan mereka diatas 70. Ini lebih buruk dari yang ku duga." Pikir Ray.
Ray memasukan gitar kedalam Spatial Ring miliknya, sambil memperlambat geraknya mengulur waktu.
"Bang!!!" Lantai lima White Feather Restauran bergetar akibat ledakan yang terjadi. Kekacauan terjadi diantara para tamu, sementara beberapa orang lebih siap dan menjadi waspada.
Disaat yang sama Ray sudah memegang Venom Sword miliknya menuju salah satu pasangan yang sudah ditandai dengan Divine Sense miliknya. Kedua orang yang dituju Ray sudah memegang pisau belati berniat menikam tamu yang ada di dekat mereka. Namun, belum sempat beraksi mereka merasa luka panas di punggung mereka lalu mati dalam kejang-kejang karena keracunan.
Saat Ray menghabisi dua dari delapan orang penyusup, enam lainnya berhasil melukai beberapa tamu yang ada di dekat mereka. Lalu bergerak menyerang ke arah kelompok Yuri.
Vali yang sudah mendapat arahan dari Ray bergerak cepat menghadapi serangan enam orang. Saat Vali menghadang penyusup. Elli, Yuri, dan Miria membantu Vali menghadapi para penyusup.
Kekacauan dalam ruangan menyebar luas, sesuai dugaan Ray penyusup sudah menanam orang dalam ruangan ini. Ray bergerak cepat menghabisi para penyusup. Serangan yang dilakukan Ray tidak mengenai titik vital, tapi dengan kemampuan Venom Sword tidak ada lawan yang bertahan lebih dari dua serangan.
Setelah menghabisi cukup banyak penyusup Ray berniat membantu kelompok Yuri. Namun gerakannya berhenti saat merasakan sakit di punggungnya, salah seorang tamu yang ia tolong menikamnya dengan belati.
"Kau..." Ray menahan sakit di punggungnya, beruntung serangan itu tidak mengenai titik vitalnya.
"Aku tak berpikir akan ada orang sekuat dirimu dalam pesta ini. Jika aku tahu, aku akan meminta lebih banyak orang." Ucap pria yang baru saja menikam Ray.
Saat Ray memperhatikan penyerangnya, matanya menunjukan keterkejutan dan rasa waspada. "Kekuatan orang ini hampir mencapai Tingkat Raja." Batin Ray menatap pria di depannya dengan waspada.