
Di dalam Ruang Keluarga sekaligus Ruang Utama dalam Kediaman Rogue. Rain, Eva dan keluarganya sedang menyambut tamu. Tamu yang datang adalah pasangan pria dan wanita paruh baya yang bersama pria muda berumur dua puluh lima tahun dan juga Michele. Tamu yang datang tak lain adalah orang Keluarga Claude yang merupakan keluarga dari Michele.
Pasangan paruh baya adalah orang tua Michele, ayahnya bernama Denis Claude dan ibunya bernama Jane. Ibu Michele tidak memiliki nama keluarga karena hanya berasal dari rakyat biasa, dan ayahnya pun hanya seorang bangsawan tingkat ksatria yang merupakan tingkat kebangsawanan terendah. Sedangkan pria muda yang menemani mereka tak lain adalah putra mereka Edwin Claude sekaligus kakak kandung dari Michele.
“Terimakasih karena Tuan Denis dan Nyonya Jane mau menerima undangan kami yang mendadak ini.” Rain membuka pembicaraan.
“Nak Rain tak perlu sungkan, kami justru merasa terhormat dengan undangan anda.” Denis menjawab dengan sopan.
“Tapi aku tak menyangka kalau Kak Edwin juga akan ikut hadir disini.” Rain tersenyum sopan dan menyapa Edwin.
“Ini adalah acara istimewa dari adik ku tentu saja aku akan datang, selain itu mengambil cuti sesekalu dari akademi juga bisa meringankan pikiran ku.” Jawab Edwin membalas Rain sambil tersenyum.
“Sebelumnya aku minta maaf karena ada masalah yang sangat mendesak kakek ku sebagai kepala Keluarga Rogue tak bisa mengikuti acara lamaran ini.” Rain meminta maaf karena ketidakhadiran kakeknya.
“Tak masalah kami memaklumi kesibukan beliau.” Denis memaklumi keadaan Estas yang merupakan orang penting dalam pemerintahan Silver Moon Kingdom.
“Terimakasih atas pengertiannya, dan seperti yang saya katakana sebelumnya maksud saya mengundang kalian kemari adalah untuk melamar Michele dan sekaligus membicarakan tentang pernikahan saya dengan Michele.” Rain mulai membuka topik pembicaraan.
“Ehem... Edwin! Jaga cara bicaramu...” Jane menegur putranya. Sementara Edwin hanya tertawa kecil lalu menutup mulutnya.
“Ehem... Jadi saya akan mengatakannya sekali lagi. Saya berniat melamar putri anda Michele dan sekaligus membicarakan masalah pernikahan kami.” Rain mengembalikan topik pembicaraan.
“Aku senang akhirnya kau melamar putri ku, kalian berdua sudah sangat dekat sejak kecil jadi ku pikir kalian akan menjadi pasangan yang cocok.” Denis langsung menerima lamaran Rain untuk putrinya, karena dirinya juga mengetahui kalau Rain dan Michele sudah saling mencintai sejak dulu. Bahkan dia mulai berpikir untuk mulai melamar lebih dulu karena Rain tak kunjung bergerak.
“Terimakasih karena sudah menyetujuinya. Saya dan Michele juga sudah memutuskan akan segera menikah mengingat usia kami yang lebih dari dua puluh tahun. Bagaimana menurut anda?” Rain kembali mengutarakan keinginannya.
“Tentu saja, lebih cepat lebih baik hahaha... bagaimana kalau bulan depan? Sesuai dengan kebiasaan kerajaan seharusnya saat itu anggota pemerintahan mendapatkan liburan beberapa hari, dengan begitu kakek mu juga bisa menghadiri acara pernikahan kalian.” Denis menyarankan hari yang menurutnya tepat untuk pernikahan Rain dan Michele.
“Saya juga berpikir akan mengadakannya bulan depan, tepatnya beberapa hari setelah lelang tahunan Silver Moon Pavilion. Dengan mengadakan acara tak jauh dari hari diadakannya lelang maka seharusnya tak terlalu menarik perhatian banyak orang.” Rain menyetujui usulan Denis.
“Dengan begini tanggal pernikahan sudah ditentukan, sekarang mari bahas masalah acara dan lainnya...” setelah membahas tanggal pernikahan mereka mulai membahas masalah persiapan acara pernikahan beserta tamu undangan yang akan datang.
“Kue... Kue...” Elena memasuki ruangan dengan membawa sebuah nampan penuh dengan kue yang baru diangkat dari oven.