Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 71 - Kayu Hitam


“Barang lelang pertama adalah Magic Scroll elemen api level satu Fire Ball. Harga dibuka dari seratus koin silver.” Miria memulai lelang.


“Seratus lima puluh silver...”


“Dua ratus...”


“Tiga ratus silver...”


Lantai pertama langsung riuh dengan teriakan orang-orang yang menawarkan harga. Akhirnya Magic Scroll tersebut jatuh ditangan seorang bangsawan yang menawar lima ratus koin silver.


Pelelangan terus berlangsung dan barang-barang lain yang lebih berharga juga mulai dilelang, namun orang-orang di lantai dua dan lantai tiga masih tak mengajukan penawaran sama sekali. Karena bagi mereka yang berada di lantai dua maupun tiga memiliki posisi yang cukup tinggi di Silver Moon Kingdom dan mereka disini untuk barang yang akan dilelang dipertengahan dan diakhir lelang yang merupakan barang utama dalam lelang ini.


“Sekarang adalah barang kelima belas, sebenarnya kami sendiri masih tak mengetahui apa barang ini dan apa kegunaannya. Namun para penilai merasakan bahwa ada aura besar kehancuran dari barang ini, jadi kami memutuskan untuk melelangnya hari ini.” Miria mengeluarkan sebongkah kayu hitam legam seolah kayu tersebut baru saja tertimpa petir, saat kayu tersebut dikeluarkan Ray bisa merasakan aura kehancuran darinya yang mirip dengan yang dimiliki Little Black.


“Kayu apa ini?”


“Bagaimana bisa mengeluarkan aura semacam itu?”


Semua orang dalam pelelangan terkejut, karena kayu ini seharusnya memiliki kegunaan tertentu yang pasti bukan hal yang sepele namun malah dikeluarkan pada tahap awal pelelangan. Tapi mengingat kalau tak ada yang tahu cara menggunakan kayu ini, bukan hal yang aneh jika kayu ini dikeluarkan diawal.


Saat semua orang terpana dengan kayu hitam yang dikeluarkan Miria, Little Black bangun dari tidurnya dan berubah menjadi ular hitam kecil. Little Black menggunakan ekornya untuk menunjuk ke arah panggung lelang dan kemudian menunjuk mulutnya. Melihat perilaku Little Black Ray paham kalau Little Black menginginkan kayu yang dipegang Miria untuk dimakan.


“Apa kayu itu berguna untuk pertumbuhan mu?” Ray bertanya dengan telepati. Little Black menganggukan kepalanya menandakan kayu itu berguna untuknya.


“Tujuh ratus silver...”


“Delapan ratus silver...”


“Delapan ratus lima puluh...”


“Seribu dua ratus koin silver...” Ray menawar dari kamarnya dengan suara tenang. Namun tawaran tersebut membuat dirinya menjadi pusat perhatian seluruh lelang, karena tak biasanya orang dilantai ketiga ikut menawar untuk barang yang dilelang pada tahap awal.


“Apakah tak ada yang menawar lagi? Kalau begitu kayu ini milik tuan yang berada di kamar VIP nomor sepuluh.” Miria sendiri juga merasa terkejut, namun yang mengejutkannya adalah tulisan pengenal yang didepan kamar pribadi Ray yang terkadang bisa terbaca dan terkadang buram. Ini juga alasan dia menyebut nomor kamar bukan nama yang tertulis di tanda pengenal.


“Ah, Nona Miria. Bisakah kau minta seseorang membawakan kayu itu segera, tentu aku akan membayarnya langsung.” Ray kembali bersuara dari ruangannya.


“Tentu saja tuan.” Miria meminta seorang pelayan untuk membawa kayu hitam tersebut ke kamar VIP milik Ray.


Pelayan yang diminta Miria membawakan kayu hitam ke kamar VIP Ray. Saat pelayan itu masuk dia benar-benar terkejut saat Little Black langsung melesat dan menelan kayu hitam yang dia bawa tanpa peringatan. Pelayan tersebut hanya bisa memandang Ray seolah menanyakan apa yang terjadi dengan wajah pasrah.


“Ah, maaf mengejutkan mu. Kau tak perlu khawatir, aku memang membeli kayu itu untuk binatang kontrak ku.” Ray menenangkan pelayan itu, dia sendiri juga tak menyangkan Little Black akan melakukan hal itu. “Ini dua belas koin gold, kau bisa kembali sekarang.” Ray menyerahkan dua belas koin emas yang satu koinnya setara seratus koin perak pada pelayan.


“Terimakasih tuan, aku undur diri terlebih dahulu.” Pelayan tersebut meninggalkan ruangan.