Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 189 - Eksperimen II


Sebelumnya Ray sempat membuat bom hidrogen yang juga disebut bom air di dunia ini, Ray menemukan cara pembuatan bom air ini dengan secara tidak sengaja memisahkan senyawa dalam dan memampatkannya hampir seolah - olah hidrogen terkompresi dalam satu bentuk yang menyebabkan reaksi tubrukan yang bisa memicu ledakan udara seperti dalam teori big bang .


Ray melakukan hal yang sama seperti saat membuat bom air sebelumnya.Dia mulai membuat fusi sederhana antara plutonium dan uranium lalu memampatkannya dalam bentuk nukleus dan kemudian menekannya menjadi suatu bentuk padat yang stabil.Setelah memakan waktu hampir dua jam, Ray berhasil membuat senjata nuklir pertama di dunia ini.


“Sepertinya hukum di dunia ini tak jauh berbeda dengan yang berada di kehidupan sebelumnya, setidaknya atom dan senyawa yang terbentuk di kedua dunia masih sama.”Ray yang hasil eksperimennya akhirnya bisa menyimpulkan tentang kedua dunia.


“Dengan ini seharusnya aku lebih dengan keinginan ku dan juga pemilik tubuh sebelumnya.”Ray menghela nafas panjang saat mengingat keinginan terbesar dari pemilik tubuh sebelumnya.


Dia tidak pernah berpikir bahwa dua orang dengan nama yang sama namun berbeda dunia memiliki keinginan yang sama untuk hidup bebas.Meskipun di bumi Ray adalah orang merdeka, namun dia juga didukung oleh banyak negara saat bakatnya dalam bidang energi dan fisik yang kehilangan kebebasannya.Sementara pemilik tubuh sebelumnya karena kondisi khususnya menjadi objek pengawasan dari seluruh kerajaan.


“Yah, ini semakin dekat dengan kebebasan yang kita inginkan.”Ray berada di dalam dirinya.


Ray sudah memahami cara untuk bebas di Dunia Abadi hanya akan muncul saat dia sudah cukup kuat sehingga tidak ada yang berani mengusiknya dengan asal karena takut dengan kekuatannya.Namun, tingkat kekuatan semacam ini tidak akan bisa dicapai hanya dengan kekuataan seseorang.


Ray hanya memiliki dua pilihan yaitu membentuk kekuatan ditakuti di seluruh dunia atau memegang kendali atas sumber daya tertentu.Dari kedua hal sebelumnya, Ray masih tidak memiliki salah satunya.Namun dengan penelitian ini setidaknya dia hampir mencapai monopoli sumber daya, yaitu pengetahuan dengan hukum energi dan fisika dunia ini.


Dia mulai memilah bahan bongkahan dan memisahkannya sesuai dengan senyawa yang dikenalnya.Ray memilih untuk membuat bubuk atom sebanyak mungkin sebelum memulai eksperimen berikutnya, karena dengan sumber bahan yang melimpah akan lebih mudah dalam menentukan atau metode dalam penelitiannya.


Waktu berlalu lebih dari dua belas jam, Ray yang tanpa lelah hampir memisahkan semua materi yang ada dalam ruangan itu dan memisahkannya dalam beberapa kotak khusus dan memberikan tanda untuk mempermudah pengawasan dan pengaturan materi.


“Aku tidak mengira sudah lebih dari dua belas jam sejak aku memulai memisahkan materi.Ugh...” Ray memegangi perutnya yang keroncongan.


“Haha... Penyakit lama ku di bumi sepertinya juga terbawa ke sini.Lebih baik aku makan lebih dulu.”Ray tertawa kecil saat mengingat dirinya yang terlalu fokus dan melupakan segalanya.


Ray mengeluarkan beberapa sandwich yang sudah dipersiapkan sebelumnya dan menyantapnya.Setelah beberapa saat, Ray hampir menelan lima buah sandwich daging dan akhirnya merasa kenyang.


“Ayo, kita lanjutkan eksperimennya.”