Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 136 - Seminggu Kemudian III


Lalu pada Hari Keenam, Ray membuat James dan kelompoknya bertarung dengannya yang berakhir dengan Ray memukuli mereka sampai hitam dan biru. Hal ini membuat James sempat berpikir kalau Ray hanya ingin memukuli mereka di Hari Keenam ini. Beruntung James tidak mengetahui kalau yang dipikirkannya benar dan menjadi lebih sakit hati karena setelah kembali ke tendanya Ray merasa sangat bahagia karena berhasil melepas stress pada James dan kelompoknya.


Dan terakhir di Hari Ketujuh, Ray mengumpulkan James dan kelompoknya untuk sarapan bersama sebelum membius mereka dan menggantung mereka ke sebuah pohon di dalam Hutan Kematian dengan kertas yang berisikan ujian kelulusan mereka. Tentu saja, saat James dan kelompoknya terbangun mereka meledak marah dan mengumpat pelatih biadab dan tak bertanggung jawab mereka tanpa henti.


Dan kemudian di akhir Hari Ketujuh, James dan kelompoknya akhirnya berhasil menyelesaikan ujian kelulusan dari pelatihan neraka mereka meski dengan tubuh berlumuran darah dan berulang kali berada di ujung kematian.


“Yah, selamat atas kelulusan kalian. Sekarang kalian bisa kembali ke pos kalian, sesuai dengan yang sudah diarahkan oleh Ralf.” Ucap Ray setelah memastikan jumlah binatang iblis yang James dan kelompoknya bawa.


“Ya, Terimakasih Pak!” James dan kelompoknya membungkuk dan berterimakasih dengan tulus pada Ray.


James dan kelompoknya merasa kalau kekuatan mereka sebagai individu dan kelompok sudah meningkat berkali-kali lipat dari yang sebelumnya. Jika itu saat James dan kelompoknya pertama kali datang ke Pos Perbatasan, maka mungkin mereka benar-benar hanya akan menjadi makanan gratis bagi Binatang Iblis seperti yang dikatakan Ray saat pertama kali melatih mereka.


Karena saat pertama kali James dan kelompoknya memasuki Hutan Kematian mereka sudah menemui Binatang Iblis yang berada di Tingkat Lord yang sangat berbahaya bagi mereka sebelumnya. Tapi bagi James dan kelompoknya sekarang sudah bisa melawan Binatang Iblis yang berada di Tingkat Lord seorang diri yang merupakan peningkatan besar bagi kekuatan mereka.


Jadi meskipun James dan kelompoknya merasa tersiksa dan dipermainkan oleh Ray saat dalam pelatihannya, tapi mereka juga sangat berterimakasih pada Ray karena telah membimbing dan mengarahkan mereka hingga mereka mencapai ke titik ini. Karena jika itu sebelum bertemu dan mendapatkan pelatihan dari Ray, baik James dan kelompoknya merasa mereka akan baik-baik saja jika berhasil berada di Tingkat Lord setelah beberapa tahun tapi sekarang mereka mencapainya hanya dalam beberapa hari pelatihan.


“Hoi... hoi... kenapa kalian membungkuk seperti itu? Apa kalian tak ingin mengumpat ku lagi? Hahaha...” Ray tertawa saat mengingat mereka meledak marah dan mengumpatnya sesaat setelah bangun dari efek obat tidur yang diberikannya.


“Ekh... Kau tahu tentang itu?” James hampir tersedak nafasnya sendiri saat mendengar perkataan Ray.


“Hahaha... Tentu saja aku tahu tentang itu. Apa kalian lupa tentang semua Binatang Iblis yang menyerang kalian di Hutan Kematian?” Jawab Ray sambil tertawa lepas.


“Apa maksud mu?” Tanya James dengan nada menyidik.


“Bagaimana urutan Binatang Iblis yang menyerang mu?” Ray masih dengan nada santai.


“Urutan? Kalau tidak salah delapan Binatang Iblis Tingkat Lord, lalu dua Binatang Iblis Tingkat Raja yang datang bergantian, dan kemudian beberapa Binatang Iblis Tingkat Lord dan Tingkat 9...” James berhenti sejenak saat mengingat urutan aneh Binatang Iblis yang mereka temui.


Dalam ingatan James setelah masa sulit pertama mereka saat bertemu sekelompok besar Binatang Iblis Tingkat Lord, kemudian dilanjutkan dengan Binatang Iblis Tingkat Raja. Tapi setelah semua pertarungan itu, hanya beberapa Binatang Iblis Tingkat Lord dan dibawahnya yang muncul. Bahkan hampir semua Binatang Iblis Tingkat Lord yang muncul di akhir jauh lebih lemah dari kelompok yang muncul di awal.


Ray menyela perkataan James dan mulai memberi sahutan dengan nada santai. “Yap, tentu saja seperti yang kalian pikirkan. Tuan muda tampan dan berbakat yang mengatur semua Binatang Iblis itu untuk kalian. Hahaha...” Ray akhirnya tak bisa menahan tawa saat melihat wajah kesal James dan kelompoknya.


“Kau... kau...!” Urat nadi mulai terlihat di wajah James dan kelompoknya akibat rasa marah dan kesal yang tak tertahankan bagi mereka. Bahkan wajah mereka terlihat seolah-olah ingin menelan Ray hidup-hidup.


“Hahaha... Tak perlu marah-marah begitu, yang penting kalian berhasil kembali hidup-hidup bukan?” Ray masih bicara tanpa rasa bersalah sambil menatap James dan kelompoknya yang hampir meledak karena marah.


“Yah, pokoknya. Sekarang biarkan Schnee dan Syr menyembuhkan kalian, aku akan kembali ke tenda ku dulu. Sampai jumpa!” Ray langsung melesat kembali ke tendanya tanpa menunggu tanggapan James dan kelompoknya. Bahkan, Schnee dan Syr sempat terdiam sesaat ketika mendengar perkataan Ray sebelum melihatnya menghilang.


***


Sementara itu Ray yang sudah kembali ke tenda miliknya melihat seekor burung hitam yang terlihat seperti seekor elang tapi dengan tubuh hitam legam dan mata merah menyala. Burung ini tak lain adalah Dark Hawk yang merupakan Binatang Iblis Tingkat 3 yang dikembangkan Dark Note untuk mengirimkan pesan penting dengan cepat.


Ray memutuskan kembali ke tendanya dan menyerahkan masalah perawatan James dan kelompoknya pada Schnee dan Syr karena dia melihat Dark Hawk terbang ke arah tendanya. Karena Ray tahu kalau hanya pesan yang sangat penting dan bersifat rahasia saja yang dikirim dengan Dark Hawk, maka tanpa ragu Ray langsung kembali ke tenda miliknya.


Sekarang setelah melihat Dark Hawk membawa sebuah pesan ke Pos Perbatasan dari Silver City, Ray bisa merasakan kalau akan ada masalah baru yang mendatanginya dan karena itu dia perlu menyiapkan sesuatu sebelum masalah itu datang pada dirinya.


“Heih... Kenapa begitu banyak masalah yang datang pada ku? Apa dunia ini tak bisa membiarkan ku hidup tenang dan santai lebih lama?” Ray menghela nafas panjang sebelum membawa Dark Hawk ke dalam tenda miliknya untuk membaca pesan apa yang dibawanya.


Catatan :


Saya masih berkutat dengan proyek pekerjaan saya, dan juga masih bekerja sekitar 12 jam sehari. Jujur saja itu benar-benar melelahkan, tapi ini adalah proyek pekerjaan pertama saya sejak pandemi corona dimulai. Itu berarti pekerjaan pertama saya dalam tiga bulan setelah pandemi. Jadi karena saya perlu pemasukan yang pasti saya harus menyelesaikan kewajiban saya dengan benar dan baik seusai permintaan owner proyek, dan karena itu saya perlu kerja lembur bagai kuda sampai proyek ini selesai.


Untuk update sendiri akan saya usahakan jika saya punya waktu luang untuk menulis, walaupun saya tidak bisa menjajikan seperti biasa. Harap maklum karena keadaan kita sedang susah akibat pandemi ini dan juga saya perlu mengutamakan kewajiban daripada hobi.


Terimakasih sudah mendukung dan mengikuti cerita saya selama ini, jangan lupa tinggalkan like di sini...


See you next chapter and have fun...