Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 102 - Dua Opsi (Arc 1 - Selesai)


“Paman Chris, aku ada usulan untuk mu. Apakah paman mau mendengarnya atau tidak?” Ray mencoba memberikan saran pada Chris.


“Apa kau punya rencana untuk masalah ini?” Chris menatap Ray dengan rasa ingin tahu.


“Tentu, aku memiliki rencana untuk hal ini. Selain itu mungkin ini bukan hanya bencana tapi juga bisa menjadi kesempatan untuk kerajaan kita. Dan tentu saja rencana ini hanya bisa berjalan jika Paman Chris, Kakek Julius dan Kakek Estas menyetujuinya.” Ray kali ini berbicara dengan nada serius.


Estas bisa melihat kali ini Ray tidak berniat mempermainkannya lagi, karena itu dia menjadi yang pertama buka suara. “Apa rencana mu bocah?”


“Karena kita kekurangan tenaga ahli untuk mengurus masalah ini, maka aku akan memberikan dua opsi. Pertama aku akan pergi ke Hutan Iblis bersama Kakek Estas dan beberapa pasukan elit miliknya untuk mengatasi masalah ini. Kelemahan dari rencana ini adalah kekuatan pertahanan Silver City akan berkurang, dan aku tahu kalau Paman Chris pasti juga sudah memikirkan hal ini sebagai opsi terakhir.” Ray mulai menjelaskan opsi pertama.


“Aku juga sudah memikirkan opsi ini, tapi aku tak bisa mengirim Paman Estas karena hal itu akan melemahkan pertahanan kita cukup banyak. Kalau begitu apa opsi kedua yang kau miliki?” Chris memahami rencana Ray, tapi lebih memilih mendengar opsi kedua darinya.


“Opsi kedua adalah aku akan pergi ke Hutan Kematian terlebih dahulu untuk mengurangi Populasi Binatang Iblis disana. Dan setelah dua bulan kita bisa mengirimkan para siswa dari Akademi Silver Moon untuk membantu mengurus sisa Binatang Iblis itu. Dengan ini kita bisa menangani masalah Binatang Iblis dan sekaligus memberikan pelatihan nyata untuk siswa akademi, dan kekurangan dari opsi ini adalah membutuhkan waktu yang lama dan mungkin aka nada hal yang terduga yang bisa saja terjadi.” Ray mengajukan opsi kedua yang membuat Chris, Julius, dan Estas termenung.


“Opsi ini memang rencana yang bagus dan memiliki banyak keuntungan tapi disisi lain akan menjadi sangat berbahaya mengirim mu dan para siswa untuk menangani masalah ini. Kemungkinan adanya korban mungkin tidak bisa dihindari.” Estas mengajukan pendapatnya.


“Hal ini memang rencana yang bagus, tapi mengirim anak-anak kesana... bukannya itu agak berlebihan?” Julius mengajukan pendapatnya.


“Kakek Julius, menurut mu mengapa kekuatan tempur tiap generasi dari Silver Moon Kingdom terus menurun seiring waktu?” Ray membalikan pertanyaan pada Julius, dan membuat Julius terdiam dan termenung.


“Itu karena mereka terlalu terlindungi, jujur saja ada banyak pemuda berbakat dalam akademi tapi tak bisa mengeluarkan semua potensi mereka. Akan ku beri satu contoh mudah, kemampuan berpedang Vali sebenarnya lebih baik dari ku, tapi dia tak pernah bisa mengalahkan ku dalam adu pedang. Menurut mu karena apa?” Lanjut Ray menanyai Julius yang terdiam.


“Bukankah sudah jelas kau lebih kuat darinya?” Julius menatap Ray dengan aneh.


“Saat beradu pedang selain menggunakan teknik pedang dan kekuatan fisik, aku tak menggunakan sihir apa pun termasuk sihir penguatan tubuh. Tapi Vali tetap tak bisa mengalahkan ku.” Ray menjelaskan.


“Itu karena kekurangan pengalaman bertarung. Hal yang sama juga berlaku untuk semua siswa akademi, mereka lebih lemah dari seharusnya karena kekurangan pengalaman bertarung. Jadi dengan pergi ke Hutan Kematian dan mendapatkan pengalaman bertarung akan membuat mereka lebih kuat dan lebih mampu memaksimalkan potensi mereka.” Lanjut Ray menjelaskan apa yang dimaksudnya.


Setelah mendengar semua penjelasan Ray, mereka bertiga mengangguk setuju. Baik itu Chris, Julius, dan Estas sudah memahami hal ini tapi selalu ragu untuk mengirim mereka melakukan latihan nyata karena takut akan adanya korban jiwa. Tapi dalam kondisi sekarang mereka sama sekali tak memiliki pilihan selain membuat pilihan ini.


“Kami setuju dengan opsi kedua dari mu, Ray.” Julius berbicara mewakili Chris dan Estas.


“Kalau begitu aku akan mempersiapkan diri dan berangkan besok.” Ray memberi hormat lalu meninggalkan istana dan bersiap pergi ke Hutan Kematian. Selain untuk membantu masalah kerajaannya Ray juga berniat menjadikan hal ini sebagai sarana pelatihannya dan berburu Exp.


Keesokan harinya Ray meninggalkan Silver City untuk memulai petualangan barunya di Hutan Kematian.


“Arc 1 – Reinkarnasi dan Awal”


“Selesai”


*****


Terimakasih atas semua dukungan para pembaca yang setia selama ini. Arc 1 yang saya rencanakan selesai bulan april 2020, justru mundur satu bulan karena banyak hal yang terjadi sejak bulan september tahun lalu sampai bulan mei ini. Dan bahkan saya sempat hiatus satu bulan dari bulan oktober sampai november, karena terkena musibah yang membuat saya tidak bisa mengetik sementara waktu karena tangan saya sedang cedera.


Jujur ini novel paling panjang yang pernah saya tulis sejauh ini, dan masih ada beberapa arc lagi dalam pikiran saya yang masih belum saya tuliskan. Saya tak tahu tulisan ini akan berakhir sampai chapter berapa tapi saya usahakan tulisan ini akan sampai endingnya.


Sekali lagi saya ucapkan terimakasih telah mendukung dengan memberikan like dan vote pada karya saya ini. Untuk update selanjutnya akan seperti biasa yaitu 2 hari sekali.


Have fun and see you next chapter...