Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 116 - Penjelasan I


Tenda Perawatan


Saat ini Ray sedang duduk di sudut tenda setelah kembali memberikan dua buah botol Heal Potion kelas tertinggi masing-masing pada Schnee dan Syr. Sekarang Ray sedang menunggu kedua saudari Elf itu memulihkan kondisinya.


Setelah Schnee dan Syr mengonsumsi Heal Potion yang diberikan Ray, kondisi mereka mulai membaik dan kembali ke puncak kondisi mereka. “Ini... Tuan Ray... Maaf tentang yang sebelumnya...” Schnee meminta maaf pada Ray.


“Untuk apa?” Ray masih bersikap santai seolah tidak ada hal yang terjadi.


“Itu... Untuk hal yang sebelumnya... Kita pergi begitu saja saat kau membantu kami... Karena itu kami minta maaf...” Schnee berbicara dengan suara rendah yang hampir tak terdengar.


“Ah, soal itu... Yah, bagaimana aku mengatakannya... Aku tidak menyalahkan kalian, karena aku tahu kita baru kenal dan kalian berdua mungkin tidak mempercayai ku sama sekali... Tapi jujur saja rasa menyedihkan saat aku berniat membantu seseorang tapi orang itu tidak mempercayai ku.” Ray menghela nafas panjang saat membalas permintaan maaf Schnee.


Mendengar perkataan Ray membuat Schnee dan Syr hanya bisa terdiam karena rasa bersalah mereka. Sebelumnya baik itu Schnee dan Syr memang menaruh kecurigaan pada Ray, karena dengan tingkat kekuatan yang dimilikinya berada di Hutan Kematian selama beberapa hari hanya mencari kematian kecuali Ray memang berniat menggunakan Hutan Kematian untuk bersembunyi dari sesuatu seperti mereka berdua.


“Dan juga kami berterimakasih karena telah menyelamatkan kami dari kelompok pembunuh sebelumnya.” Syr menunduk dan berterimakasih pada Ray mengurangi suasana canggung diantara mereka.


“Itu bukan masalah besar untuk ku, selain itu aku juga sudah terlibat sejak bertemu dengan kalian. Apakah menurut kalian mereka akan melepaskan saksi hidup dengan semua pasukan pembunuh yang mereka kirim?” Balas Ray masih dengan sikapnya yang santai.


“Tentu saja, mereka adalah pembunuh professional. Seorang pembunuh tidak akan melewatkan targetnya dan meninggalkan bukti yang mengarah kepada dirinya sendiri.” Ray menjelaskan masih dengan sikap santainya.


“Jadi begitu... Sekali lagi terimakasih karena sudah membantu kami...” Schnee akhirnya memahami kenapa Ray terlibat sampai begitu jauh, dan sekarang dia paham kalau Ray memiliki alasannya sendiri untuk terlibat dalam masalah ini.


“Kalau saja kau berpikir lebih jernih sebelumnya, kalian berdua tidak akan mengalami penyergapan dari kelompok pembunuh itu dan akan tetap aman sampai aku selesai menghapus kelompok pembunuh itu dengan diam dan perlahan.” Ray menghela nafas panjang seolah mengejek kebodohan kedua saudari Elf di depannya.


“Aku tahu kami bodoh dan melakukan kesalahan karena terlalu panik sebelumnya... Kami harap kau memaafkan kami karena kami berdua sudah dikejar kelompok pembunuh itu sejak beberapa bulan yang lalu.” Schnee mengakui dia melakukan kesalahan karena meninggalkan tempat persembunyian yang sudah diatur Ray untuk mereka berdua.


“Baguslah, kalau kalian sudah menyadari kesalahan kalian. Sekarang bisakah kalian mengatakan kenapa para pembunuh itu mengejar kalian?” Wajah Ray berubah serius saat dia membahas alasan Schnee dan Syr dikejar oleh sekelompok pembunuh.


Schnee dan Syr yang mendengar pertanyaan Ray tentang alasan mereka berdua dikejar-kejar oleh kelompok pembunuh hanya bisa terdiam dan saling memandang satu sama lain seolah menanyakan apakah akan memberitahu alasan sebenarnya pada Ray atau tidak.


Setelah saling pandang selama beberapa saat akhirnya Syr mengangguk pada Schnee, dan di sisi lain Schnee juga mengangguk memberikan persetujuannya pada Syr. Akhirnya setelah mengatur nafas selama beberapa saat dan mempersiapkan diri, Schnee akhirnya mulai berbicara.


“Tuan Ray, sebelum aku menjelaskan alasan kami dikejar pembunuh. Pertama biar kami meluruskan masalah ras kami terlebih dahulu. Kami bukan Elf seutuhnya tapi setengah Elf dan setengah manusia, ayah kami adalah seorang manusia dan ibu kami adalah seorang Elf.”