Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 54- Hanya Seorang Pria Sejati


Estas dan Vali bergegas masuk ke dalam tenda, mata mereka terbelalak saat melihat Allen sudah bisa berdiri tanpa bantuan padahal saat terakhir kali mereka melihat Allen, dia hanya bisa terbaring di tempat tidur. “Allen? Kau sudah sembuh?” Vali masih tak percaya apa yang dilihatnya.


“Ah, Kak Vali! Lihat aku sudah sembuh hahaha...” Allen yang melihat Vali datang langsung melompat ke arahnya. Sebelumnya Vali memang cukup sering datang untuk bermain ataupun menjenguknya bersama Miria jadi hubungan mereka cukup dekat.


“Hei, Allen kau sudah besar sekarang berhenti melompat seperti anak kecil.” Vali mengusap kepala Allen dengan lembut.


“Hehehe... sudah lama aku tak merasa sebebas ini, jadi hanya merasa senang saja.” Allen masih tersenyum main-main.


“Ehem... Sebelumnya aku minta maaf karena ketidaksopanan ku. Aku lupa memperkenalkan diri. Aku ayah Allen dan kepala Keluarga Schtrom, Oliver Schtrom. Ku ucapkan terimakasih karena sudah menyelamatkan putra ku.” Tuan Schtrom berterimakasih pada Ray, Phytagoras dan Kevin.


“Aku ibu Allen, Lilliana Evans. Terimakasih sudah menyelamatkan putra ku.” Nyonya Schtrom berterimakasih, mengikuti suaminya.


“Hehe... aku tidak melakukan apapun jadi tak perlu berterimakasih pada ku.” Phytagoras menanggapi ucapan terimakasih Oliver dan Lilliana.


“Menyelamatkan orang adalah tugas seorang healer.” Kevin tersenyum ramah.


“Tak perlu berterimakasih pada ku. Aku hanya seorang pria sejati yang tak bisa melihat tangisan seorang wanita cantik.” Ray menjawab dengan sombong dan tanpa beban sambil menunjukan wajah bangga yang membuat orang lain ingin memukulnya.


Melihat ekspresi dan jawaban konyol Ray, Olivia dan Lilliana langsung terbatuk-batuk, Kevin dan Phytagoras hanya menggelengkan kepalanya. Sementara Vali hanya menepuk jidatnya melihat kekonyolan sepupunya itu.


“kltak...” Estas yang sudah mendengar dan melihat kelakuan bodoh Ray menjitak kepalanya.


“Aduh... pak tua kenapa kau memukul ku?!” Ray memegang kepalanya yang benjol karena jitakan Estas.


“Aku seburuk itu?” Ray masih mengelus benjolan di kepalanya untuk menyembuhkannya dengan mana.


“Kau mencuri anggur yang disimpan yang mulia raja selama bertahun-tahun, meletakan mantra ledakan di tempat pelatihan prajurit, mencuri dari ruang kas harta kerajaan dan membagikannya ke desa-desa di daerah pinggiran...” Vali terus-menerus mengucapkan hal-hal buruk yang sudah diperbuat Ray dimasa lalu.


“Hoi...stop...stop... sudah cukup. Selain itu bagaimana kau bisa tahu tentang yang terakhir? Aku yakin tak meninggalkan jejak.” Ray langsung menghentikan ucapan Vali, menjaga agar aibnya tak tersebar.


“Bajingan kecil, kau pikir bisa mengakali ku dengan beberapa trik kecil?” Estas mendengus menghina.


“Eh... Kakek Estas yang menyelidiki? Bukannya itu kapten penjaga istana?” Ray langsung kelabakan saat tahu kalau Estas yang menyelidiki masalah dia mencuri harta kerajaan. “Kalau begitu kenapa dia tak menangkap ku?” Batin Ray dalam hati.


“Kepala penjaga itu masih muda dan mudah dikelabuhi. Bagaimana bisa aku menyerahkan pekerjaan ini padanya?” Tegas Estas sambil mengamati perubahan wajah Ray.


“Hahaha... tapi kau tak perlu khawatir karena para petinggi kerajaan juga sudah mengetahuinya dan memutuskan untuk membiarkan mu, selama orang yang diperintahkan menyelidiki tak menemukan apapun.” Lanjut Estas menjelaskan setelah melihat wajah canggung Ray yang tak karuan.


“Aku tak berpikir dia yang melakukan semua itu...” Olivia kaget bukan main saat tau masalah-masalah yang sering terjadi di Silver City itu ulah Ray.


“Dengan kekuatannya melakukan semua itu adalah hal yang mudah...” Sementara Miria merasa dengan kemampuan Ray melakukan hal semacam itu hanya seperti bermain.


“Ehem... karena masalah disini juga sudah selesai. Ray, sekarang apa yang akan kau lakukan?” Estas menanyai Ray tentang rencananya.