Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 132 - Masa Lalu Schnee


Di dalam tenda pribadi milik Ray.


Saat ini Ray sedang duduk sambil meminum teh di sebuah kursi kayu dengan meja berbentuk lingkaran di depannya. Berada di seberang posisi Ray duduk, Schnee dan Syr duduk di posisi bersebelahan sambil menyesap teh yang baru saja di seduh Ray.


“Jadi Schnee, bisakah kau menceritakan bagaimana kau bisa mendapatkan energi gelap itu?” Ray membuka pembicaraan tentang energi hitam yang menyegel mana milik Schnee.


“Aku tak tahu dari mana harus memulai cerita ku. Lima tahun yang lalu aku dan Syr masih tinggal bersama orang tua kami di sebuah desa terpencil yang berada di perbatasan antara Qin Empire dan Blood Sun Empire sebelum beberapa orang berpakaian hitam menyerang desa kami...” Schnee mulai menceritakan kondisi miliknya mualai dari lima tahun yang lalu saat mereka kehilangan tempat tinggal dan orang tua mereka.


Schnee memulai ceritanya dari saat lima tahun lalu mereka tinggal di Desa Xin yang berada di perbatasan Qin Empire dan Blood Sun Empire, sebelum diserang sekelompok orang berpakaian hitam dengan kemampuan sihir kegelapan yang sangat luar biasa. Karena serangan itu mereka harus meninggalkan desa dan kehilangan orang tua mereka.


Lalu setelah Schnee dan Syr berhasil melarikan diri dengan pengorbanan orang tua mereka yang menahan kelompok berpakaian hitam untuk memberi waktu mereka melarikan diri, salah satu anggota kelompok berpakaian hitam menembakan sihir kegelapan ke arah Syr dan akhirnya Schnee secara reflek melindungi adiknya dan menjadi korban serangan sihir kegelapan itu.


Pada awalnya Schnee tidak merasakan hal aneh apa pun selain tubuhnya yang kesulitan bergerak karena terikat oleh tali hitam yang menahan gerakan tubuhnya, tapi Schnee masih bisa berlari meski merasa tubuhnya sangat sakit. Setelah berlari dan kabur selama beberapa hari tanpa arah dan tujuan akhirnya Schnee dan Syr menemukan sebuah rumah tua yang kosong dan memutuskan beristirahat di dalamnya.


Setelah tinggal selama beberapa hari di dalam rumah tua, akhirnya tali hitam yang membuat Schnee kesakitan dan sulit bergerak perlahan menghilang, hingga tiga hari kemudian tali hitam benar-benar menghilang dan meninggalkan tanda ular hitam yang melingkar membentuk angka delapan sambil menggigit ekornya sendiri di bagian dada kiri Schnee dan kemudian Schnee benar-benar tidak bisa menggunakan mana miliknya.


***


Ray mendengarkan cerita Schnee dari awal dengan serius, raut wajah Ray sama sekali tidak berubah bahkan saat mendengar kematian orang tua Schnee dan Syr. Bukannya Ray berhati dingin atau semacamnya, tapi di dunia yang kejam ini hal semacam itu sudah sering terjadi. Selain itu, Ray yakin kalau orang tua Schnee dan Syr pasti mati tanpa penyesalan karena mereka mati untuk melindungi hal yang lebih berharga dari hidup mereka sendiri, yaitu kedua putri mereka.


Setelah mendengarkan sampai bagian tali hitam yang muncul setelah Schnee terkena serangan sihir dari pria berpakaian hitam, Ray mulai menemukan petunjuk tentang apa energi yang ada di dalam tubuh Schnee. Namun Ray memilih untuk terus mendengarkan cerita Schnee karena data yang dimilikinya masih belum cukup.


Kemudian Schnee bercerita tentang pelariannya selama beberapa hari dan tali hitam yang menghilang seiring berjalannya waktu dan akhirnya lenyap setelah tiga hari dan membentuk tanda ular hitam melingkar membentuk angka delapan dan menggigit ekornya sendiri. Setelah mendengar bagian cerita ini, Ray yakin kalau Schnee terkena sihir hitam yang merupakan sihir kutukan dan energi gelap dalam tubuhnya adalah sebuah kutukan.


“Schnee, apa kau tahu tentang kelompok berpakaian hitam yang menyerang desa mu?” Tanya Ray.


“Aku sama sekali tidak tahu dari mana asal mereka, yang aku tahu mereka berpakaian hitam dan mengenakan topeng di wajahnya.” Jawab Schnee setelah mencoba mengingat ciri-ciri mereka.


“Haish... Ini lebih merepotkan dari yang aku pikirkan.” Ray mengusap keningnya sambil menghela nafas panjang.


“Apa maksud mu Ray?” Tanya Schnee bingung dengan perubahan sikap Ray.


“Apa?! Sihir hitam?! Bukannya hanya Ras Iblis yang bisa menggunakan sihir semacam itu?!” Tanya Schnee penuh rasa kaget.


“Benar, hanya Ras Iblis dan keturunannya yang bisa menggunakan sihir hitam seperti ini.” Ray membenarkan perkataan Schnee sambil mengangguk.


“Kalau begitu yang menyerang desa kami adalah Ras Iblis? Tapi bagaimana bisa mereka melewati benteng perbatasan Qin Empire yang dijaga ketat?!” Pikiran Schnee menjadi kacau dengan semua informasi yang diterimanya dari Ray.


“Biar ku benarkan sedikit dugaan mu, mereka bukan Ras Iblis tapi keturunannya.” Ucap Ray singkat.


“Keturunannya? Maksud mu Ras Setengah Iblis? Bukannya mereka sudah dimusnahkan pasca perang besar seribu tahun yang lalu karena menjadi aib dan penghinaan bagi ras lainnya?” Tanya Schnee dengan penuh kebingungan.


“Benar, mereka Ras Setengah Iblis. Aku tak tahu bagaimana masih ada yang bertahan hidup diantara mereka, tapi aku bisa meyakinkan mu kalau kelompok mereka memiliki kemampuan untuk menyusup ke dalam kerajaan atau kekaisaran dengan mudah tanpa diketahui para pasukan penjaga.” Ray menjelaskan sambil menghela nafas rendah, dia tak pernah berpikir kalau kelompok yang dicarinya malah lebih kuat dari dugaannya.


“Sepertinya aku masih harus meningkatkan kekuatan ku dan juga bawahan ku agar kami cukup siap untuk mengahadapi bencana yang akan tiba.” Batin Ray dalam pikirannya.


Sementara itu, Schnee masih menunjukan wajahnya yang penuh kejutan dan kebingungan. Semua informasi yang diketahuinya sangat berlebihan untuk seorang gadis desa yang hanya sedikit lebih cerdas dari orang seusianya. Di sisi lain, Syr sama sekali tidak bisa memahami arah dan berat pembicaraan antara Schnee dan Ray.


“Jika yang kau katakana adalah kebenaran, maka mungkin aka nada perang besar lainnya tak lama lagi...” Schnee akhirnya berhasil menenangkan dirinya dan menghela nafas panjang.


“Kakak? Apa maksud mu?” Syr yang sejak awal diam akhirnya bertanya dengan wajah bingung.


“Tidak apa, kau tak perlu memikirkan hal ini terlalu banyak.” Schnee membalas tersenyum.


“Lebih baik kita berhenti memikirkan hal yang masih jauh dan mari fokus untuk menyembuhkan kutukan yang ada di dalam diri mu terlebih dahulu.” Ray membuang pikiran tentang bencana yang mungkin akan terjadi di masa depan dan memilih fokus untuk menyembuhkan Schnee dari kutukan yang diterimanya terlebih dahulu.


“Jadi kau bisa menyembuhkan Kakak Schnee?” Syr langsung menghilangkan wajah bingungnya dan bertanya penuh semangat.


Sementara itu Ray yang melihat perubahan sikapnya yang begitu cepat hampir menjatuhkan rahangnya. “Suasana hati gadis ini berubah lebih cepat dari membalikan halaman buku.” Batin Ray dalam hati.


“Aku tak bisa menjaminnya, tapi masih ada kesempatan. Jadi biarkan aku memeriksanya dulu.”