Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 145 - Serangan Malam II


James langsung mengeluarkan pedang dan menebas salah salah satu pembunuh. Gerakan James sangat cepat tapi sang pembunuh juga berhasil menghindarinya dengan selisih tipis. James melihat serangannya gagal langsung melancarkan serangan beruntun yang seolah tanpa akhir. Gerakan ini adalah hal yang diajarkan Ray kepadanya dengan mengurangi sedikit kekuatan saat menyerang meningkatkan kecepatan serangan secara signifikan.


Ken sendiri menyerang dengan gerakan yang tajam dan licik. Serangan pedang Ken mengincar titik vital lawannya dengan sempurna. Setiap serangan yang dilakukan Ken mengarah pada leher dan persendian dari lawannya.


Zack menggunakan pedang dengan lebar 20 centimeter dan panjang 2 meter untuk menyerang lawannya. Berbeda dengan gerakan kedua rekannya yang mengandalkan kecepatan dan kelincahan, serangan dari Zack murni menggunakan kekuatan yang bisa menghempaskan semua musuhnya.


Sementara itu Carrol terus menerus berlari di sekitar medan pertempuran untuk menanggkap titik lemah para pembunuh yang sedang dihadapi rekannya. Tak ada gerakan menarik dan mencolok yang dilakukan Carrol, karena dia hanya akan menggorok leher lawannya dengan sekali serang atau menusuk mereka di titik vital mereka sebelum mundur dan kembali menjaga jarak dari lawannya.


James dan rekannya terus menerus menghujani lawannya dengan serangan yang tak berujung. Masing-masing dari mereka memiliki kemampuan bertarung yang berbeda namun saling melengkapi satu sama lain.


Dalam kelompok James sama sekali tak ada kekurangan kemampuan dalam aspek kecepatan, kelincahan, maupun kekuatan. Tak perlu waktu lama bagi James dan kelompoknya untuk memusnahkan kelompok pembunuh berpakaian hitam dan bertopeng.


Setelah memastikan semua musuh dikalahkan, James berbalik ke arah  Andy yang sedang memberikan pertolongan pertama pada para prajurit yang terluka. “Andy, bagaimana keadaan mereka?” Tanya James.


“Luka mereka sangat buruk, aku hanya bisa menstabilkannya dan memastikan mereka bisa melewati masa kritis.” Andy masih memfokuskan sihir penyembuhan elemen air miliknya.


“Carrol bisakah kau mencari petunjuk dari mayat musuh? Jika dilihat dari ciri-ciri mereka, aku menduga kalau mereka berasal dari kelompok pembunuh yang pernah dibicarakan Tuan Ray.” Sebelum Ray meminta James dan kelompoknya untuk berpatroli, Ray memberitahunya tentang kelompok pembunuh yang mungkin akan muncul mala mini.


Carrol membuka topeng seorang pembunuh dan melihat ciri-ciri Ras Setengah Iblis darinya. “James, ini memang seperti yang Tuan Ray katakan, mereka adalah setengah iblis.”


“Kelompok ini mungkin hanya tim yang dikirim untuk menguji air atau bahkan mungkin hanya tim pembersih yang lemah.” James mengutarakan pemikirannya.


“Aku setuju dengan pendapat Carrol, karena meski kemampuan bertarung mereka cukup baik dan memiliki kemampuan untuk menghindari sebagian besar serangan kita. Tapi dalam kelompok mereka tidak ada yang memiliki kemampuan menyerang yang kuat.” Zack mengajukan pendapatnya.


“Jika memang mereka hanyalah kelompok pengintai bukankah itu berarti aka nada kelompok utama yang jauh lebih kuat dari mereka? Atau bahkan mungkin dengan perkiraan kemampuan dari kelompok ini, maka kelompok utama akan di dominasi dengan anggota Tingkat Lord bahkan mungkin Tingkat Raja.” Andy yang baru saja selesai mengobati prajurit yang terluka bergabung dalam diskusi.


“Apa? Sekuat itu? Ini mungkin akan menjadi hal yang buruk.” Ken merasa kalau dia tidak akan memiliki waktu untuk beristirahat mala mini.


“Lebih baik sekarang kita kembali ke dalam Pos Perbatasan untuk mendapatkan perintah selanjutnya.” James mengambil keputusan untuk mundur dan meminta arahan selanjutnya dari Ray atau Jenderal Ralf.


“Sekarang ayo kita bawa prajurit yang terluka dan kembali ke dalam Pos Perbatasan.” James mengangkat salah satu prajurit dan bergegas kembali ke dalam Pos Perbatasan.


“Baik.” Keempat anggota kelompok James mulai mengangkat salah satu prajurit dan mengikuti arahan James untuk kembali ke dalam Pos Perbatasan.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Ini chapter baru untuk kalian... Saya mencoba menyempatkan sedikit waktu untuk menulis ini, jadi mungkin ada beberapa typo karena tidak saya edit ulang. Jika menemukan typo atau semacamnya bisa tulis di kolom komentar agar saya perbaiki.


Terimakasih sudah mengikuti karya saya... Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bisa membangun kemampuan menulis saya...


See you next chapter and have fun...