Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 149 - Kehidupan yang sama


Ray berniat bergegas kea rah Blood Qilin disaat yang sama dia melihat Ralf juga menuju ke arah yang sama dengannya. “Jenderal Ralf!” Ray berteriak memanggil Ralf.


Ralf yang mendengar panggilan Ray memperlambat langkahnya dan menuju ke arah Ray. “Kenapa kau memanggil ku? Dan hilangkan formalitas tak berguna itu disaat seperti ini!”


“Menurut ku lebih baik kau kembali ke Pos Perbatasan, mungkin saja efek pertarungan kita menarik perhatian Binatang Iblis dari pinggiran Hutan Kematian dan tanpa seorang pemimpin di Pos Perbatasan mungkin kita akan berakhir buruk.” Ray menjelaskan alasan dia memanggil Ralf.


“Tapi apa kau yakin bisa menghentikan makhluk itu sendiri Ray?” Ralf masih ragu untuk meninggalkan Ray sendirian berhadapan dengan Blood Qilin.


“Aku bisa meyakinkan kalau aku punya cukup kemampuan untuk kabur tanpa cedera apa pun, tapi untuk mengalahkannya mungkin hanya ada kesempatan 50 persen bagi ku.” Ray mencoba meyakinkan Ralf kalau dirinya akan baik-baik saja.


“Jika begitu, justru aku-“ Ralf mencoba menolak ide Ray yang menurutnya cukup ceroboh.


“Aku punya keyakinan untuk tetap selamat saat menghadapi makhluk ini, aku punya jaminan 100 % tentang itu! Tapi bagaimana jika terjadi gelombang Binatang Iblis yang menyerang Pos Perbatasan? Apa kau yakin prajurit tanpa komando yang baik bisa selamat dari itu?!”


Ray langsung menimpali perkataan Ralf dengan nada tegas dan keras bahkan sebelum Ralf sempat menyelesaikan perkataannya. Ralf masih ingin berdebat dengan keputusan Ray, karena bagimana pun dia tak bisa mengabaikan keamanan Ray yang masih merupakan anggota keluarga kerajaan meski Ray sendiri menolak status itu.


“Dengar, Ralf. Kau tak bisa terus berpikir dengan cara bodoh seperti itu, nyawa milik ku hanya sebuah nyawa begitu juga milik mu dan para prajurit lainnya. Dalam hidup ini tak ada orang yang terlahir berbeda mereka terlahir dengan sama, hanya keberuntungan setiap orang memang berbeda...” Ray yang mengetahui jalan pikiran Ralf mencoba meyakinkannya.


“Aku hanya lebih beruntung dari kebanyakan orang karena memiliki darah anggota keluarga kerajaan dan memiliki dukungan Kakek Estas dan keluarga Rogue dibelakang ku. Sedangkan dalam hal lain kita masih sama, kita memiliki fisik yang sama dan hanya satu kehidupan. Jadi berhenti membanding-bandingkan antar hidup yang satu dan lainnya!!”


Sementara itu Ralf yang menerima teguran dan teriakan dari Ray mematung sejenak, setiap kata yang dikeluarkan Ray masih terngiang di kepalanya. Sejak awal Ralf hanyalah yatim piatu dari sebuah desa yang musnah akibat serangan Binatang Iblis, dia beruntung mendapatkan bantuan Estas untuk belajar di Sekolah Militer sampai akhirnya dia lulus dan menjadi seorang jenderal sekarang.


Sejak awal Ralf memulai pelatihannya di Sekolah Militer, dia selalu diberikan penekanan tentang kesetiaan dan melindungi atasannya dan keluarga kerajaan dari Silver Moon Kingdom. Ralf menghargai pelatihan yang diberikan Sekolah Militer dan bantuan yang diberikan Estas padanya, karena itu tanpa sadar dia memikirkan tentang keselamatan Ray melebihi tugasnya sebagai seorang jenderal.


“Semua kehidupan itu terlahir sama... Kita hanya berbeda dalam hal ‘keberuntungan’... Hash... Sebagian besar bangsawan memiliki kesombongan dan selalu merendahkan orang lain, tapi Tuan Estas dan keluarganya tidak pernah mendiskriminasi seseorang berdasarkan statusnya... Dan sekarang ada Tuan Ray yang memandang setiap kehidupan setara...” Ralf tersenyum kecil sebelum berbalik ke arah Pos Perbatasan.


“Kehidupan yang sama... hanya ‘keberuntungan’ yang berbeda... sepertinya Tuan Estas dan Tuan Julius memiliki keturunan yang luar biasa...” Ralf bergumam pelan sebelum mempercepat langkahnya untuk kembali ke Pos Perbatasan.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Ini chapter baru untuk kalian... Yah, saya menulis ini saat saya tidak bisa tidur dan sepertinya saya mengalami insomia sekarang karena sudah terlalu sering kesulitan tidur saat malam hari. Jika ada saran untuk menghilangkan insomia biso tolong tuliskan dikolom komentar atau di grup chat saya, beberapa teman dan klinik langganan menyarankan menggunakan beberapa obat tertentu tapi saya tidak suka menggunakannya.


Terimakasih sudah mengikuti karya saya sejauh ini... Dan jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bermanfaat bagi saya...


See you next chapter and have fun...