
Menaiki kereta dari bar menuju pusat kota memerlukan waktu lima belas menit. Ray dan Elli menghabiskan waktu di dalam kereta dengan percakapan kecil, kadang Ray juga menggoda Elli membuat perempuan itu kesal atau menceritakan lelucon yang membuat mereka tertawa lepas.
Setelah lima belas menit perjalanan, Ray dan Elli tiba di sebuah restoran besar. Tempat pesta dansa adalah White Feathers Restauran yang tak lain restoran terbesar di Silver City.
White Feathers Restauran memiliki lima lantai dengan setiap lantai memiliki kualitas hidangan yang berbeda-beda, semakin tinggi lantai semakin baik hidangan dan harganya juga semakin tinggi.
Ray dan Elli turun dari kereta, lalu berjalan masuk ke White Feathers Restauran. Mereka berdua langsung naik ke lantai lima setelah menunjukan undangan pada dua orang yang menjaga tangga.
Tanpa disadari Ray dan Elli, mereka berdua menjadi pusat perhatian saat memasuki lantai lima. Ray terlihat mencolok karena menggunakan topeng yang menutupi wajahnya, membuat Ray terlihat misterius. Di sisi lain tampilan menawan Elli mengalihkan pandangan para pemuda di lantai lima. Membuat mereka berdua menjadi pasangan paling menarik perhatian.
Merasakan tatapan iri dari pemuda sekitarnya, Ray hanya tersenyum tipis. "Lihat mereka semua iri pada ku." Ray berkata pada Elli penuh makna.
"Kenapa mereka iri pada mu?" Elli tak menangkap maksud Ray.
"Tentu karena aku berjalan berdampingan dengan dewi cantik seperti mu." Ray tertawa cekikikan.
"Paling mereka tidak akan mengingat ku lagi setelah aku berganti pakaian." Gerutu Elli.
Ray tersandung kakinya saat mendengar ucapan Elli. "Apa gadis ini menyindir ku?" Pikir Ray. Memang Ray tidak menyangka Elli yang biasanya agak kasar dan tomboy terlihat begitu menawan saat lebih feminim.
Saat Ray dan Elli berbincang, seorang perempuan berambut coklat datang menghampiri mereka yang tak lain tokoh utama dalam pesta ini Yuri Charlton.
Kecantikan Yuri berbeda dengan Elli. Jika Elli dengan gaunya terlihat seperti dewi yang suci, penampilan Yuri terlihat lebih berani dengan pakaian ketat yang menunjukan lekuk tubuhnya.
Yuri tak hanya memiliki kecantikan yang luar biasa tapi juga penyihir yang sangat berbakat. Bahkan jika hanya melihat kemampuan sihirnya bisa dibilang Yuri adalah yang terbaik dalam Akademi Silver Moon, alasan Yuri kalah dari Vali karena selain ilmu sihir Vali juga seorang ahli pedang dan bisa mengombinasikan sihir dan kemampuan berpedangnya dengan baik.
"Elli, kau datang ke pesta ku." Yuri memeluk Elli.
"Kau juga teman terbaik ku. Ngomong-ngomong siapa pria yang bersama mu?" Yuri baru sadar tentang keberadaan Ray. Saat melihat Ray dia yakin mereka seumuran juga merasa kekuatan Ray jauh diatas miliknya.
"Perkenalkan nama saya Ray." Ray membungkuk sopan, tapi tetap memakai topeng miliknya.
"Oh, Ray. Kenapa kau memakai topeng?" Tanya Yuri penasaran.
"Aku punya bekas luka di atas mata ku, jadi ku pikir lebih baik menutupinya daripada merusak pesta mu." Ray menjawab dengan ramah.
"Bekas luka? Seharusnya dengan sihir luka bisa disembuhkan tanpa bekas bukan?"
"Memang dengan sihir penyembuhan hampir semua luka bisa disembuhkan tanpa bekas, tapi juga masih ada luka yang tidak bisa disembuhkan dengan sihir penyembuhan. Seperti luka karena Magic Tool yang mengandung korosi atau terkena sihir korosi secara langsung." Ray dengan tenang menanggapi pertanyaan Yuri.
"Karena jarang orang yang menggunakan sihir semacam itu, aku jadi lupa kalau itu ada." Yuri merasa sedikit malu, dia menanyai Ray karena merasa Ray sedang menyembunyikan identitasnya. Tapi dia tidak melihat Ray seperti mencoba menutupi sesuatu saat mereka berdua bicara.
"Tak masalah, orang disebelah ku juga tak paham apa yang kita bicarakan." Ray tertawa.
"Apa maksud mu Ray?" Elli menaikan alisnya, sementara tangannya mencubit punggung tangan Ray.
"Aduh..." Ray menarik tangannya dari cubitan Elli. "Lain kali aku akan membuat Magic Tool berbentuk sarung tangan" pikir Ray.
Sementara Yuri, Elli, dan Ray sedang berbincang. Tamu undangan sudah memenuhi lantai lima restauran, sepasang tamu datang menarik perhatian seluruh seorang pemuda tinggi berambut merah dan gadis anggun dengan rambut perak.
Ray mengenali pemuda berambut merah adalah sepupunya Vali Rogue.