
Bagian selatan Hutan Kematian.
Ray kembali berdiri setelah memulihkan kondisinya. Sekarang dia memiliki separuh cadangan mana miliknya dan berkat Heal Potion tingkat tertinggi dan skill Regenerasi miliknya semua luka di tubuhnya sudah pulih sepenuhnya.
Ray memasukan sisa-sisa tubuh Blood Qilin ke dalam Spatial Ring dan kemudian dia memastikan kondisi daerah sekitar pertarungannya. Little Black yang melihat Ray sudah pulih langsung kembali berubah menjadi gelang di tangan Ray untuk memulihkan diri.
“Sepertinya semua Binatang Iblis yang berada di sekitar sini sudah pergi menjauh karena pertarungan kami...” Ray menggunakan Divine Sense untuk memeriksa area di sekitarnya.
“Lebih baik aku segera kembali ke Pos Perbatasan sekarang untuk melihat kondisi yang lainnya... Yah, meskipun aku tak terlalu khawatir karena masih ada Little Green Bersama Vali dan seharusnya mereka cukup kuat untuk menangani beberapa Binatang Iblis Tingkat Raja atau setidaknya bertahan selama beberapa jam atau lebih...” Ray memutuskan kembali ke Pos Perbatasan.
Ray bergerak cukup cepat dan berhasil menembuh jarak beberapa kilometer dalam hitungan menit. Saat dia sampai di depan Gerbang Utara Pos Perbatasan Ray bisa melihat banyak bangkai Binatang Iblis yang tergeletak di berbagai tempat, dia juga bisa melihat beberapa prajurit yang dalam kondisi tanpa cedera atau cedera ringan menguliti beberapa Binatang Iblis dan mengangkutnya kembali ke dalam Pos Perbatasan.
“Sepertinya Ralf benar-benar tahu cara memanfaatkan sumber daya dengan benar, jika bagian tubuh Binatang Iblis diolah dengan benar itu bisa digunakan untuk cadangan makanan. Selain itu, kulit, tanduk, sisik, cakar, dan bagian lainnya juga bisa digunakan untuk membuat beberapa Magic Tool Kelas Silver ke bawah...”
Ray mengapresiasi pemikiran cermat Ralf, karena sejauh yang diketahui Ray dari laporan Jenderal sebelumnya ada beberapa Jenderal bodoh yang yang tidak melakukan hal ini dan membuat semua sumber daya yang bisa digunakan untuk memperkuat basis pertahanan di tempat ini menjadi sia-sia.
“Sepertinya tempat ini memiliki seorang pemimpin yang mampu...” Ray bergumam sebelum memasuki Pos Perbatasan dan menuju ke tenda medis, tempat seharusnya Schnee dan Syr berada mengingat mereka adalah staf medis. Dan juga Vali dan yang lainnya kemungkinan berada disana karena mereka pasti mengikuti pertempuran ini.
* * * * *
Di tenda medis Pos Perbatasan Silver Moon Kingdom dan Hutan Kematian.
“Tuan Vali seharusnya dengan sekali lagi perawatan semua luka anda akan sembuh sepenuhnya, dan jika ingin menyembuhkannya sekarang anda bisa mengonsumsi sebotol Heal Potion biasa.” Schnee memberitahukan Vali tentang kondisinya sekarang.
“Terimakasih, Nona Schnee. Tapi lebih baik memberikan Heal Potion pada prajurit yang terluka parah di luar, aku masih cukup mampu untuk menahan beberapa luka bakar...” Vali menajwab dengan tenang, disaat yang sama Miria membantu untuk membalut luka-lukanya.
“Vali, apa yang sebelumnya kau katakan tentang kembali dengan selamat? Lihatlah sekarang kondisi mu, jika bukan karena kemampuan Sihir Penyembuhan Saudari Schnee benar-benar hebat, kau akan menjadi mumi penuh perban sekarang!” Miria memarahi Vali karena kecerobohannya, dia juga awalnya menentang Vali ikut bertarung melawan Binatang Iblis Tingkat Raja.
“Hahaha... Miria, ini hanyalah luka bakar... Kau tak perlu terlalu khawatir, selain itu aku juga tak bisa menyerahkan semuanya pada pengaturan Ray dan terus bergantung padanya...” Ucap Vali sambil tertawa kecil.
“Aku juga perlu menjadi lebih kuat...” Vali menyimpan kalimat terakhir ini dalam hatinya.
“Ya, aku tahu kau ingin bertambah kuat juga... Tapi apakah membahayakan hidup mu untuk jadi lebih kuat itu layak? Vali!” Ray memasuki tenda tempat Vali dirawat.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Terimakasih sudah mengikuti karya saya... Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bisa membangun kemampuan menulis saya...
See you next chapter and have fun...