
“Kenapa kau cepat-cepat pergi. Mau kemana kau sekarang?” Natasha mencegat Ray yang mau berjalan pergi.
“Aku perlu mengambil barang yang ku dapatkan dari lelang ini.” Jawab Ray singkat.
“Kalau begitu ayo pergi bersama, aku juga ingin mengambil armor dan pedang yang baru saja ku beli.” Natasha mengajak Ray mengambil barang lelang mereka bersama-sama.
“Ya, tak ada salahnya kita pergi bersama karena kita juga berniat mengambil barang kita juga.” Anthony menimpali.
“Tak masalah kalau begitu.” Ray mengangguk menyetujui.
Ray, Natasha dan Anthony pergi ketempat pengambilan dan pembayaran barang. Di dalam ruangan Miria dan Olivia sedang berbicara dengan seorang gadis berambut hitam saat Ray dan rombongannya akan memasuki ruangan.
“Tuan Putri, aku tak mengira seseorang seperti anda datang ketempat kami.” Miria menyapa dengan senyuman diwajahnya.
“Miria tak pelru terlalu formal, ini bukan Qin Empire selain itu bukannya kita adalah teman.” Gadis kembali tersenyum.
“Hm, ini sudah lebih dari setahun sejak kita bertemu terakhir kali di Qin Empire. Tapi kenapa kamu datang jauh-jauh kemari?” Tanya Miria.
“Itu karena beberapa waktu yang lalu ayah ku mendengar kalau ada penyerangan dari Ras Iblis di Silver City. Selain itu ayah juga mengatakan kalau perang besar melawan Ras Iblis mungkin akan kembali terjadi dalam waktu dekat.” Jawab gadis tersebut.
Suasana menjadi hening saat gadis berambut hitam itu menyebutkan tentang perang besar dengan Ras Iblis. Perang sebelumnya membuat seluruh bagian selatan Eternal World hancur menjadi tanah tandus dan dipenuhi dengan energi kematian yang kuat. Ray memasuki ruangan saat pembicaraan menjadi canggung karena pembahasan perang.
“Miria, Olivia apa masuk diwaktu yang salah? Kenapa kalian murung.” Ray berpikir terjadi sesuatu melihat Miria, Olivia dan lainnya terdiam.
Olivia langsung mengenali Ray walau dirinya masih memakai topeng. “Ah, Ray kau kemari untuk mengambil barang?”
“Yah, begitulah. Kedua orang ini adalah Nona Natasha dan Paman Anthony mereka juga kesini untuk mengambil barang.” Jawab Ray.
“Miria siapa gadis ini? Apakah dia juga pengunjung lelang?” Ray menanyakan tentang gadis yang duduk berhadapan dengan Miria.
“Ah, Ray... itu...” Miria kebingungan untuk memperkenal gadis berambut hitam itu.
“Biar aku memperkenalkan diriku sendiri Miria.” Gadis itu tersenyum pada Miria lalu melanjutkan. “Perkenalkan nama ku Ying Yueru.” Gadis itu memperkenalkan dirinya dengan sopan.
“Ying Yueru? Ying?” Ray bergumam sebentar sebelum tersadar. “Ying? Kau orang keluarga kekaisaran Qin Empire? Seorang tuan putri?” Ray cukup terkejut dengan identitas gadis muda itu.
“Iya, aku putri dari Kaisar Qin Empire, Kaisar Ying Zhen.” Ying Yueru memperjelas identitasnya.
Saat Ying Yueru memperkenalkan dirinya, Olivia kembali dengan membawa barang yang dibeli Ray, Natasha, dan Anthony dari pelelangan. ”Ray ini barang mu.” Olivia menyerahkan barang yang didapat Ray dari pelelangan. “Dan ini uang hasil penjualan Magic Tool milik mu setelah dipotong dengan pembelian milik mu.” Olivia juga menyerahkan lima puluh lima Koin Gold pada Ray.
“Oh, terimakasih Olivia.” Ray berterimakasih pada Olivia. Lalu pandangannya mengarah ke salah satu sudut ruangan.
“Aku sebenarnya ingin berbincang lebih lama lagi, tapi sepertinya keadaan tidak memungkinkan.” Ray menggelengkan kepalanya pelan sebelum melirik keberbagai sudut ruangan.
“Tuan-tuan sekalian yang sedang bersembunyi kenapa tidak keluar saja?” Ucap Ray dengan santai.
Saat Ray selesai berbicara dua puluh aura kuat langsung terasa mengelilingi seisi ruangan, bersamaan dengan dua puluh orang dengan wajah yang tertutup topeng keluar dari kegelapan. “Nak, seharusnya kau tidak mencampuri urusan kami. Tujuan kami hanyalah gadis dari Qin Empure itu.” Pria bertopeng dengan aura terkuat berbicara pada Ray, Pria yang tak lain juga merupakan pimpinan kelompok bertopeng ini merasakan bahaya yang berasal dari Ray.
“Empat belas Tingkat Lord dan enam Tingkat Raja. Nona Ying, sepertinya kepala mu sangat berharga.” Ray memastikan kekuatan para penyerang.
“Kau cukup mampu mengetahui tingkatan kekuatan kami, tapi kau akan mati karena sudah ikut campur.” Balas pria bertopeng itu.