Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 152 - Melawan Blood Qilin III


Ray mulai mengalirkan mana ke dalam pedangnya, kali ini dia menggunakan kemampuan kedua dari Void Sword miliknya yaitu untuk menyimpan sihir dari berbagai macam atribut. Sekarang Ray berniat untuk membekukan darah lewat luka tebasan yang dibuatnya. Bagaimana pun jika zat cair seperti darah mengeras melalui proses pembekuan maka molekul penyusunnya juga akan ikut berubah.


“Sekarang mari kita lihat berapa lama kau akan mampu beregenerasi dengan kemampuan mu itu!” Ray mulai melancarkan serangannya.


Kali ini Ray menggunakan Divine Sense miliknya untuk menemukan posisi pembuluh darah yang mengangkut oksigen dan mineral yang dibutuhkan makhluk hidup. Sejak dirinya bereinkarnasi ke Eternal World, Ray telah banyak meneliti tentang konstitusi makhluk hidup di dunia ini dan menemukan bahwa selain bentuk luar tubuhnya mereka tak memiliki banyak perbedaan dalam aspek organ internal dan pembuluh darah. Jadi Ray juga menyimpulkan hal yang sama juga berlaku untuk Binatang Iblis maupun Divine Beast.


Ray membuat beberapa luka sayatan dengan pedangnya dan mengirimkan energi dingin ke dalam pembuluh darah Blood Qilin membuat aliran darahnya melambat karena efek pembekuan dari hawa dingin. Ray terus menyerang dengan menargetkan pembuluh darah utama dari Blood Qilin dan memasukan lebih banyak energi sihir bertaribut es ke dalam serangannya.


Serangan Ray terus menghujani tubuh Blood Qilin, sementara disaat yang sama Blood Qilin kesulitan mengikuti gerakan Ray yang sangat cepat akibat gangguan dari Little Black. Semakin lama berbagai macam luka sayatan mulai terlihat di berbagai lokasi tubuh Blood Qilin. Ray berhasil membuat kemampuan regenerasi Blood Qilin melambat secara signifikan.


“Rooaaarrr!!!! Bam!!!” Blood Qilin mengamuk karena mulai merasakan efek serangan dari Ray dan Little Black, dia mengaum dengan keras dan menghentakan kakinya di tanah membuat tanah yang berada di sekitarnya bergetar keras.


Ray yang tak siap dengan gerakan tiba-tiba Blood Qilin kehilangan keseimbangannya dan akhirnya terkena tendangan dari Blood Qilin membuatnya terpental sejauh beberapa meter. Ray baru berhenti terbang setelah menabrak sebuah pohon besar dan menumbangkannya.


“Argh... Sial! Aku tak siap dengan itu...” Ray tanpa ragu mengeluarkan Heal Potion kelas tertinggi dan meminumnya langsung dan memulihkan semua cedera yang dimilikinya.


“Sebelumnya aku mendapatkan luka bakar di seluruh tubuh dan sekarang lima tulang rusuk ku patah... Sepertinya ini adalah hari terburuk ku sejak aku datang ke dunia ini...” Ray bergumam kesal dan bergegas kembali ke arah Blood Qilin.


“Absolute Zero.” Ray menggunakan salah satu sihir dalam Lost Spell yang dibacanya sebelum meninggalkan Silver City.


Namun berbeda dengan sihir yang dibuatnya saat melawan Hellbound Lava Beast maupun Absolute Zero yang tercatat dalam Lost Spell karena Ray telah menggabungkan kedua konsep penggunaan sihir dan meningkatkan sihirnya ke ketinggian yang baru.


“Binatang menyebalkan ini membuat ku menggunakan sihir yang menghabiskan seluruh mana milik ku...” Ray masih berlari sambil menenggak Mana Potion kelas tertinggi yang dibawanya.


“Sekarang aku benar-benar paham mengapa ada begitu banyak orang yang membenci berhadapan dengan ‘Bos Monster’ yang memiliki daya tahan dan vitalitas yang besar... Aku mulai memahami kekesalan para gamer itu...” Ray terkekeh pelan saat mengingat hari-hari yang dia habiskan di bumi, terutama saat seorang temannya memaksa untuk memainkan sebuah game.


Ray kembali memulihkan fokusnya dan mengirim pesan melalui telepati pada Little Black untuk menjauh dari Blood Qilin dan mempersiapkan serangan skala besarnya. “Little Black, persiapkan sihir kehancuran skala besar untuk menghancurkan pengganggu besar ini!”


Kemudian, Ray mulai kembali mengalirkan mana ke dalam Void Sword miliknya dan memasukan sihir elemen es ke dalam pedangnya. Ray menyerang Blood Qilin dengan gerakan yang cepat dan lincah mulai menyerang berbagai posisi acak dan memberikan lebih banyak luka pada Blood Qilin. Ray juga bisa merasakan kemampuan regenerasi milik Blood Qilin semakin lemah dan hampir menghilang.


Setelah hampir satu jam melanjutkan pertarungan Ray hampir kehabisan semua mana dan juga stamina miliknya. Sementara itu berbagai macam luka sayatan dari berbagai ukuran dan kedalaman mulai terlihat dalam tubuh Blood Qilin yang sudah kehilangan warna merah darahnya yang sekarang memucat karena tertutup es.


“Little Black! Sekarang!” Ray menjauh dari Blood Qilin yang sudah kesulitan bergerak dan memerintahkan Little Black untuk menyerang.


“Roooarrr!!!! Baaamm!!!!” Little Black mengaum memuntahkan bola energi kehancuran raksasa yang menelan Blood Qilin dan meledakan area di sekitarnya.


 


 


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Terimakasih sudah mengikuti karya saya... Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bisa membangun kemampuan menulis saya...


See you next chapter and have fun...