Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 59 - Rain dan Michele


Setelah Ray dan yang lainnya mengakhiri percakapan di ruang keluarga, Ray menggendong Elena pergi berjalan-jalan di sekitar kediaman Rogue sambil bercanda di tengah jalan. Setelah berkeliling cukup lama Ray dan Elena sampai di depan gerbang utama kediaman Rogue. Ray melihat Rain sedang berbicara dengan riang bersama seorang gadis cantik berambut pirang.


“Kak Ray lihat, Kak Rain sedang bicara dengan Kak Michele.” Elena yang juga melihat Rain dan Michele langsung melompat dari dari gendongan Ray.


“Elena, ayo kita hampiri mereka.” Ray langsung mengajak Elena mendekati Rain dan Michele sebelum Elena malah berlari sendiri dan mengganggu Rain dan Michele.


“Ayo, ayo...” Elena langsung berlari ke arah Rain saat mendengar ucapan Ray.


“Hei, jangan berlari. Bahaya.” Ray mengikuti Elena berjalan ke arah Rain.


“Kak Rain!!!” Elena berteriak memanggil Rain saat berlari menuju ke arahnya.


“Elena? Bagaimana kau ada disini?” Rain agak terkejut saat melihat Elena, sementara Michele yang ada didekatnya hanya tersenyum ramah.


“Hehehe... Tadi aku jalan-jalan sama Kak Ray.” Elena menjawab sambil tersenyum.


“Ray sudah kembali? Dimana dia sekarang?” Rain merasa senang karena Ray sudah kembali.


“Rain aku disini.” Ray menghampiri Rain, lalu dia memandang Elena yang bersembunyi di belakang Rain. “Dan Elena jangan berlari seperti itu lagi, berbahaya...” Ray menasehati Elena.


“Hem... apanya yang berbahaya? Aku sudah terbiasa.” Elena menjawab Ray tapi masih bersembunyi di belakang Rain.


“Kalau nanti kau jatuh dan terluka, aku yang akan kena marah Bibi Anna kau tahu?” Ray menggelengkan kepalanya.


“Uhuk... Jadi itu yang kau khawatirkan ya?” Rain sempat terbatuk-batuk saat mendengar celetukan Ray. Sementara Michele yang disebelahnya berusaha menahan tawanya keluar.


Elena yang juga mendengar ucapan Ray langsung cemberut dan kesal. “Kak Ray menyebalkan!” Bentak Elena sambil menghentakan kaki kecilnya. Rain, Michele, dan Ray malah tertawa lepas saat melihat tingkah laku Elena yang membuat Elena semakin kesal.


“Haha... Elena jangan ngambek, nanti Kak Ray kasih hadiah deh?” Ray menahan tawanya sambil menenangkan Elena.


“Kau ini...” Ray hanya menggelengkan kepalanya saat melihat sikap Elena, lalu mengeluarkan gelang dengan permata hijau yang sama dengan yang diberikannya pada Olivia sebelumnya. “Elena ini adalah Magic Tool Silver Low-tier yang disebut Floating Bracelet, bukannya sebelumnya Elena mau bisa terbang seperti Kakek Julius dan yang lainnya? Ini bisa membuat mu melayang di udara dan tak membutuhkan banyak mana.”


Elena menerima Floating Bracelet yang diberikan Ray, lalu berniat untuk langsung mencobanya sebelum dihentikan Ray. “Kenapa Kak Ray?” Elena bertanya mengapa Ray menghentikannya.


“Aku akan mengajari mu cara menggunakannya nanti, meskipun mudah digunakan kalau kau tak tau cara menggunakannya maka juga akan berbahaya. Bagaimana kalau nanti kau tak bisa turun atau terjatuh?” Ray mengingatkan Elena.


“Iya, ya, hehe...” Jawab Elena main-main.


“Dan Elena kita sudah terlalu lama disini, tak baik mengganggu kencan sepasang kekasih.” Ray berceletuk saat memandang Rain dan Michele.


Elena yang tak paham perkataan Ray hanya terbengong. Disisi lain Rain Rain langsung terbatuk-batuk sedikit panik dan Wajah Michele langsung memerah karena merasa malu.


Melihat wajah Michele yang memerah dan Rain yang sedikit panik, Ray berniat menggoda lebih jauh. ”Michele monyet bodoh ini tak akan sadar kalau tak digetok kepalanya, hahaha...” Ray tertawa menggoda Rain dan Michele.


“Ray, kau...” Rain berniat menyanggah ucapan Ray, tapi sebelum bisa mengatakan sesuatu Ray menimpali ucapannya. “Dan Rain, kau sebenarnya tak serius kan dengan Michele?”


“Tentu saja aku serius dengan Michele.” Rain sontak menyahut ucapan Ray.


“Benarkah?” Ray menanggapi dengan senyum kecil.


“Tentu saja, aku sudah menyukai Michele sejak tiga tahun yang lalu.” Rain menyahut ucapan Ray.


Mendengar ucapan Rain, Ray malah tersenyum lebar lalu berkata santai pada Michele. “Michele kau sudah mendengarnya kan? Bagaimana menurut mu?”


“A..aku... juga menyukai Rain.” Michele menjawab dengan suara malu-malu yang sepelan nyamuk.