Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 122 - Membuat Panggung


Sesuai jadwal yang telah direncanakan Ray hari ini adalah saat dia mengevaluasi perkembangan para prajurit baru yang sudah melewati pelatihan khususnya kemarin.


Ray datang satu jam lebih awal dari jadwal yang dia tentukan, karena dia sendiri juga perlu untuk menyiapkan arena pertarungan sebelum para prajurit baru datang.


Ray meletakan tangannya di atas tanah, kemudian mulai mengalirkan mananya ke dalam tanah sambil membayangkan membentuk sebuah panggung berukuran tiga puluh kali tiga puluh meter dengan tinggi setengah meter dari permukaan tanah.


Lalu Ray membuat tangga pada bagian tengah di keempat sisi panggung yang baru saja dibuatnya. Kemudia dengan sihir tanah yang sama dia membuat sebuah tribun penonton kecil di sisi utara panggung untuk dirinya dan Ralf menonton perkembangan paraprajurit baru.


“Sepertinya ini sudah cukup.” Ray menepuk tangannya untuk membersihkan debu yang menempel pada tangannya.


Setelah memerhatikan semua hasil pekerjaannya, Ray berjalan untuk duduk ke tribun tanah yang dibuatnya dan duduk di tribun yang paling tinggi.


“Kenapa mereka lama sekali? Selain itu, Ralf juga belum datang?” Ray mulai bosan menunggu orang-orang yang tidak segera datang.


“Tuan Ray...” Ray mendengar suara seorang gadis memanggilnya dari samping. Saat menoleh ke samping Ray bisa melihat Schnee dan Syr datang menyapanya.


Selama dua hari berada di Pos Perbatasan kedua saudari setengah Elf, Schnee dan Syr sudah memulihkan kondisinya sampai sembuh total. Namun, Ray masih bisa melihat ada aura hitam yang keluar dari Schnee dan menghalangi aliran mana miliknya.


“Sepertinya ada sesuatu yang menghambat aliran mana milik Schnee dan membuatnya tidak bisa menggunakan kemampuan miliknya yang berbasis mana.” Batin Ray dalam hati saat memeriksa kembali kondisi Schnee setelah dua hari ini.


“Terimakasih atas bantuannya, Tuan Ray. Kami sekarang sudah baik-baik saja.” Schnee tersenyum menjawab Ray.


“Senang mendengarnya, kalau begitu silahkan duduk di sebelah ku. Kalian juga bisa ikut melihat evaluasi hari ini.” Ray mengajak Schnee dan Syr untuk duduk di sampingnya.


Schnee dan Syr hanya mengikuti permintaan Ray dan duduk bersamanya. Akhirnya Schnee duduk di sebelah kanan Ray sementara adiknya Syr duduk di sebelah kanannya.


Setelah mereka duduk bersama, Ray mulai bertanya tentang apa yang ingin dilakukan oleh kedua saudari setengah Elf setelah kondisi mereka pulih total. Ray juga menyarankan mereka berdua untuk mengikutinya jika mereka tidak memiliki rumah atau tempat yang dituju. Ray memberikan tawaran ini karena merasa melihat dirinya dari kehidupan pertamanya dalam cerita Schnee dan Syr, karena saat di kehidupan pertamanya Ray juga perlu berjuang hanya untuk makan dan memenuhi kebutuhannya sebelum akhirnya cukup beruntung mendapatkan beasiswa dan lulus universitas ternama dan menjadi seorang ilmuwan.


“Kalau Tuan Ray tidak keberatan membawa kami sebagai beban, kami tidak masalah mengikuti Tuan Ray, lagi pula aku dan Syr sudah tidak memiliki keluarga lain dan rumah kami juga sudah hancur sejak lama.” Schnee akhirnya angkat bicara setelah mendiskusikan beberapa hal dengan Syr.


“Tentu aku akan dengan senang hati menerima dua wanita cantik untuk mengikuti ku, selain itu aku juga akan mencari cara untuk menyembuhkan penyakit Schnee setelah urusan ku di Hutan Kematian ini selesai.” Ray menjawab dengan senyuman menghiasi wajahnya.


Ray sendiri masih terbilang orang yang baik, karena dia masih sering membantu beberapa orang yang hidup kurang beruntung selama mereka mau berusaha dan berubah untuk lebih baik. Namun, tentu saja kebaikan Ray tidak sampai seperti tokoh pahlawan berhati mulia di kebanyakan novel fiksi.


Dan meskipun Ray cukup baik dia masih orang yang perhitungan dan egois karena itu dia akan memastikan dirinya dan semua orang dia pedulikan mendapatkan hal-hal terbaik yang ada di dunia ini. Karena Ray tahu jika dirinya terlalu baik dan tidak memiliki keegoisan sama sekali, dia hanya akan dimanfaatkan oleh orang lain, seperti yang Ying Yueru coba lakukan pada Ray sebelumnya.


Akhirnya setelah satu jam berlalu, Ralf datang dengan para prajurit baru mengikuti dirinya dalam sebuah barisan rapi dibelakangnya. “Sepertinya Ralf mengumpulkan mereka terlebih dahulu untuk melihat beberapa hasil latihan mereka.”