
Setelah bertemu dengan James, Schnee, dan Syr di pos perbatasan. Ray mulai mengatur rencana untuk kembali ke Silver City. Karena jika sesuai dengan perkiraannya, maka ibukota Silver Moon Kingdom itu pasti sedang dalam kekacauan akibat persaingan antara keluarga kerajaan dan keluarga bangsawan.
Ray kembali menggunakan kereta setelah berada dalam jarak yang cukup dekat dengan Silver City. Dia memastikan kepulangannya tidak diketahui baik oleh pihak kerajaan maupun pihak bangsawan. Bagaimanapun Ray juga memahami tentang kebenaran ‘tidak ada tembok yang kedap suara’. Jadi dia tidak memberitahu waktu kembalinya ke Silver City, bahkan tidak membalas surat ke Dark Note.
Dalam perjalanan, James tidak bisa menahan diri untuk bertanya pada Ray. “Tuan Ray, apakah yang kau katakan saat di pos perbatasan itu benar? Apakah Paman Steve terluka karena konspirasi para bangsawan lainnya?”
“Itu benar, bagaimapun juga Steve Evans masih seorang pilar bagi keluarga kerajaan. Meskipun dia terlalu lugas dan mudah dijebak, tapi dia masih kekuatan tempur yang kuat bagi pihak kerajaan. Menjatuhkannya juga merupakan hal yang diperlukan untuk memperlancar rencana pihak bangsawan.” Ray mengangguk dan menjelaskan masalahnya.
“Tuan Ray apakah kau sudah tahu ini akan terjadi sejak lama?” James bertanya dengan wajah muram. Dia tidak tahu harus bersikap bagaimana tentang kejadian ini, di depannya adalah orang yang melatihnya untuk menjadi seperti sekarang tapi yang lainnya adalah orang yang menyelamatkan hidupnya.
“Aku tahu, kau pasti punya banyak pikiran tentang hal ini. Mungkin kau juga menyalahkan ku karena tidak memberi peringatan pada Steve Evans bukan?” Ray tersenyum kecil dan bertanya dengan santai.
“Tidak... bukan, itu maksud ku?” James terburu-buru menjawab, karena takut Ray salah paham tentangnya.
“Tidak perlu menjelaskannya pada ku. Aku tahu apa yang ada dalam hati mu.” Ray menjawab dengan tersenyum.
“Tapi, James? Apakah kau pernah memikirkannya? Jika paman mu tidak terluka, maka pihak bangsawan akan lebih waspada dan memilliki lebih banyak persiapan, sehingga perang akan berubah menjadi lebih besar dari yang akan terjadi sebentar lagi.” Kata Ray tenang.
“Saat itu, berapa banyak nyawa yang akan melayang? Jika luka kecilnya bisa menukar keselamatan lebih banyak orang tak bersalah yang tertarik dalam pusaran yang kacau ini, bukankah itu sepadan?” Pungkas Ray.
James yang mendengar perkataan Ray terdiam sesaat. Di saat yang sama, Schnee dan Syr yang mendengar perkataan Ray menunjukan cahaya di mata mereka. Awalnya mereka juga bingung mengapa Ray membiarkan seorang di pihak yang sama dengannya terluka, tapi setelah mendengar perkataan Ray mereka akhirnya paham. Ini menggunakan luka kecil untuk menukar banyak kehidupan.
“Tuan Ray, apakah yang kau maksud membiarkan mereka melihat kami sebagai pihak yang lebih lemah sehingga mereka juga menggunakan kekuatan yang lebih sedikit?” Tanya James.
“Menyiapkan?” James memikirkan kata-kata Ray dengan bingung.
“Menurut mu? Seberapa besar kekuatan pihak kerajaan? Seberapa kuat pondasi yang telah mereka buat selama puluhan ribu tahun? Apakah hal semacam ini bisa dibandingkan dengan sekelompok orang yang hanya bisa menghisap darah di Silver Moon Kingdom?” Kata Ray dengan wajah mencela dan menghina.
Dalam ingatan Ray, tidak ada hal yang baik dari para bangsawan ini. Lebih tepatnya hampir semua bangsawan yang ada di Silver Moon Kingdom memiliki kotoran dalam keluarga mereka. Tetapi tidak setingkat dengan Keluarga Gremory dan kroni-kroninya, karena mereka bahkan berani terlibat dalam perdangan manusia dengan bebas.
Pemilik tubuh sebelumnya juga pernah memiliki seorang teman bermain yang menghilang secara tiba-tiba. Setelah hampir tiga tahun menghilang, akhirnya dia menemukannya sebagai budak sebuah Keluarga Gremory yang berhasil melarikan ke daerah kumuh saat sedang sekarat. Dari temannya ini, dia mengetahui tentang kebenaran ini.
Hal yang lebih buruk adalah pihak kerajaan juga tidak bisa menindak mereka karena terlalu banyak bangsawan yang terlibat. Jika suatau hari pisau daging dijatuhkan pada mereka, maka situasi Silver Moon Kingdom akan menjadi kacau balau karena kekurangan pejabat yang bisa memimpin sebuah daerah.
Sekarang Ray akhirnya memiliki kesempatan untuk menjatuhkan pisau daging pada mereka juga menjadi balasan bagi pemilik tubuh sebelumnya, selain untuk memuaskan hati nuraninya.
“James, Schnee, Syr. Ingat apa yang aku katakan hari ini. Dunia ini adalah tempat persaingan, tidak peduli dimana kalian berada pasti akan ada persaingan dan permusuhan. Kalian bisa memotong dan membunuh lawan kalian tanpa ampun, tapi kalian masih harus memliki alasan untuk menjaga hati nurani kalian bersih. Jika tidak, apa bedanya kita dengan pembunuh dan perampok?” Kata-kata Ray menggema dalam gerbong kereta.
James, Schnee dan Syr mendengarkan perkataan Ray dan mulai memikirkannya secara mendalam.
Disaat yang sama kereta yang mereka tumpangi sudah memasuki Silver City, ibukota Silver Moon Kingdom.
"Sudah waktunya, drama besar ini untuk dimulai..." Gumam Ray dalam hatinya.