
“Pertandingan evaluasi pertama, tim 1 melawan tim 2.” Ray mengumumkan pertandingan pertama antara tim 1 dan tim 2.
Sepuluh orang memasuki panggung sesuai dengan instruksi Ray, kedua tim beranggotakan lima orang memposisikan dirinya dalam posisi siap bertarung.
Sementara itu, Ralf mengerutkan keningnya saat melihat komposisi anggota kedua tim, dia bisa melihat kalau Ray sudah mengatur siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah dalam pertandingan evaluasi ini. Dari aura yang dipancarkan tim 1 memiliki anggota yang seimbang dalam tim mereka, tapi secara keseluruhan Ralf bisa melihat kalau mereka lebih lemah dari tim 2.
“Ray, apa kau sudah mengatur siapa yang akan menang dalam pertandingan evaluasi ini?” Ralf bertanya pada Ray.
“Tentu tidak, aku sama sekali tidak tahu tim mana yang akan menang. Tapi aku sudah memastikan empat tim yang akan masuk semifinal. Lagipula aku juga tahu betul siapa diantara para prajurit ini yang berlatih dengan serius dan yang berlatih setengah hati, jadi aku mengelompokan mereka sesuai dengan keseriusan mereka dalam pelatihan.” Ray menjawab santai, dia mengakui kalau sudah mengatur pertandingan ini dan memastikan kontestan empat besar.
Namun, seperti yang Ray katakana dia sama sekali tidak tahu siapa yang akan jadi pemenang. Karena keempat tim yang sudah Ray atur untuk masuk ke semifinal memiliki kemampuan yang cukup seimbang dan hal yang bisa membedakan mereka adalah kemampuan mereka bekerja sama dalam pertarungan kelompok.
“Kau benar-benar...” Sekarang akhirnya Ralf memahami niatan Ray, dan juga Ralf baru sadar kalau dia sudah masuk ke dalam perhitungan Ray saat memanggil para prajurit tadi pagi.
“Sepertinya aku juga termasuk ke dalam perhitungan mu, bukan? Aku benar-benar berpikir keras tadi malam saat kau datang ke kantor ku hanya untuk menyampaikan kalau kau akan mengadakan evaluasi prajurit...
Ralf sekarang sadar mengapa Ray yang baru berumur enam belas tahun sudah memiliki kemampuan yang ditakuti baik oleh kaum bangsawan maupun kaum militer di Silver Moon Kingdom. Dalam kemampuan strategi, pembuatan skema, pemanfaatan kondisi dan sifat orang lain yang dimiliki Ray sudah mencapai tingkat yang luar biasa. Selain itu jangan lupakan kekuatan pribadi Ray sendiri sudah bisa memasuki jajaran teratas ahli terkuat dalam Silver Moon Kingdom.
Dengan kata lain dalam sudut padang milik Ralf sendiri, Ray adalah seorang master multi talenta dengan bakat yang mengerikan atau mungkin lebih tepat digambarkan sebagai monster dengan berbakat yang mengerikan. Karena dalam sejarah Silver Moon Kingdom sendiri tidak pernah ada orang yang mencapai semua prestasi milik Ray saat seusia yang sama dengannya.
“Ah ha ha, apa yang dimaksud Jenderal Ralf? Semua hal yang terjadi sejak kemarin malam sampai pagi ini hanya sebuah kebetulan saja.” Ray terkekeh dengan senyuman lebar terpasang di wajahnya.
“Kau pasti tahu apa yang ku maksudkan, lagi pula kau adalah salah satu orang paling cerdas dalam membuat strategi dan siasat di Silver Moon Kingdom.” Ralf menggelengkan kepalanya saat mendengar jawaban santai dari Ray.
“Jenderal Ralf, kau terlalu memuji. Aku hanya seorang pria yang bertindak berdasarkan informasi, intuisi, dan keadaan.” Jawab Ray dengan wajah yang masih terlihat santai.
“Hahaha... kalau memang seperti yang kau katakana, maka kau adalah monster yang sesungguhnya.” Ralf tertawa lepas saat mendengar ucapan merendah Ray.
Ray tidak menjawab karena pertandingan pertama sudah hampir selesai dengan hasil sesusai dengan tebakan Ralf, yaitu Tim 2 memenangkan pertandingan dengan meyakinkan. Setelah melihat hasil pertandingan Ray meminta tim 2 beristirahat sementara memberikan Tim 1 waktu istirahat lima belas menit sebelum menjalani hukuman mereka untuk berlari enam belas putaran mengelilingi Pos Perbatasan.