Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 94 - Obrolan Tiga Gadis


Kelas Penyihir sendiri dibagi menjadi empat tingkat kelas yaitu, Kelas Penyihir Bawah, Kelas Penyihir Tengah, Kelas Penyihir Atas, dan Kelas Penyihir Jenius. Pembagian kelas tersebut berdasarkan kemampuan sihir setiap siswanya, mulai dari Kelas Penyihir Bawah dengan nilai terendah sampai Kelas Penyihir Jenius dengan nilai tertinggi. Kelas Ksatria yang juga merupakan kelas utama dalam akademi juga menerapkan sistem yang sama. Sementara kelas-kelas khusus hanya memiliki satu kelas disetiap bidang keahlian khusus.


Saat ini dalam Kelas Penyihir Jenius terdapat delapan belas murid yang sembilan diantaranya adalah wanita. Jika Ray ada disini dia pasti akan mengenali tiga diantara sembilan wanita tersebut adalah Elli, Olivia, dan Yuri. Mereka bertiga juga adalah tiga murid terbaik dalam Kelas Penyihir Jenius ini.


Duduk di satu meja Elli, Olivia, dan Yuri sedang berbincang. “Olivia, apa benar pria bau itu akan masuk ke akademi?” Elli membuka obrolan, dan tentu saja pria bau yang dia maksud dalam ucapannya adalah Ray.


“Aku tak tahu. Tapi Kak Miria mendapat berita dari Vali, jika Ray jadi masuk ke akademi. Dia akan masuk hari ini.” Jawab Olivia.


“Hari ini? Apa kau yakin? Kelas apa yang akan dimasukinya?” Elli kembali bertanya.


“Entahlah dengan kemampuannya, Ray bisa masuk ke kelas apa saja.” Olivia mengangkat bahunya tanda tidak tahu.


“Kelas apa saja? Apa Ray memiliki kemampuan lain selain bertarung? Dengan kemampuan bertarung semacam itu akan jadi mengerikan jika dia juga seorang Alchemist atau semacamnya.” Yuri memasuki obrolan.


“Ray bukan seorang Alchemist, tapi dia adalah seorang Blacksmith yang luar biasa. Kau ingat sebelumnya rumah lelang kami menjual enam Magic Tool Gold-Tier?” Sahut Olivia.


“Iya, itu cukup mengejutkan saat Magic Tool setingkat itu muncul dalam jumlah banyak.” Jawab Elli, sementara Yuri mengangguk mengartikan dia mengetahui tentang hal itu juga.


“Lima diantara Magic Tool tersebut adalah buatan dari Ray.” Lanjut Olivia mengagetkan Yuri dan Elli.


“Elli, awalnya aku juga sama terkejutnya dengan mu, tapi saat aku memeriksa tanda mana yang tertinggal dalam Magic Tool tersebut aku bisa yakin itu sama persis dengan milik Ray.” Olivia menjelaskan yang dia ketahui dengan penuh keyakinan.


“Dia benar-benar bisa melakukan apa pun...” Elli akhirnya menerima penjelasan Olivia, meski dalam hatinya masih merasa hal ini terlalu mengejutkan.


“Tunggu dulu berarti orang itu adalah seorang ahli pedang dengan kemampuan setingkat dengan Vali, seorang Penyihir yang hampir mencapai tingkat Grand Mage, dan seorang Blacksmith Kelas Gold?!!” Yuri yang baru saja mencerna semua informasi yang didapatnya benar-benar terkejut bukan main. “Gila! Orang ini adalah jenius sejati... bukan, dia adalah monster.” Batin Yuri dalam hati penuh kejutan.


Mereka bertiga terus melanjutkan obrolan mereka dan mulai berpindah topik dari Ray ke restoran yang baru dibuka dan tempat-tempat penjual kebutuhan wanita. Obrolan mereka baru terhenti saat terdengar Langkah kaki tiga orang yang memasuki kelas.


Catatan :


Tanggal 10 Mei saya akan update tiga chapter. Dan saya ingin menyampaikan sekali lagi kalau saya menulis sesuai dengan kemampuan saya, jadi mungkin tidak bisa menulis banyak chapter seperti penulis lain karena saya masih seorang penulis pemula dan bukan penulis fulltime. Tapi saya akan mencoba memberikan yang terbaik dalam setiap tulisan saya.


Terimakasih atas dukungan para pembaca selama ini.


Jangan lupa tinggalkan like, dan berikan vote jika menyukai cerita ini. And See You Next Chapter...