
Ray bergegas ke arah kelompok pembunh berikutnya, tapi tetap mempertahankan jarak tiga puluh meter. Ray kembali menyiapkan enam pisau lempar di kedua tangannya. Kali ini selain menggunakan sihir kedap suara, Ray juga mempertajam pisaunya dengan sihir angin.
Ray berniat menghabisi kelompok enam orang dalam satu serangan agar tidak membuat kebisingan dan menarik kelompok pembunuh yang lebih besar. Karena bagi Ray yang sekarang dia tak punya keyakinan seratus persen bisa mengalahkan kelompok pembunuh jika mereka mengepung dirinya.
Ray melempar keenam pisau secara bersamaan ‘swis... wiss.. wis.. jleb... jleb.. jleb..’ keenam pisau tepat menembus dada kiri keenam pembunuh dan merobek jantung mereka, sebelum enam tubuh tanpa nyawa berjatuhan ke tanah. Setelah memastikan keenamnya sudah tak bernyawa, Ray kembali memindahkan mayatnya ke dalam semak belukar.
“Sekarang setelah enam lagi berhasil diatasi hanya tersisa lima orang pembunuh. Tapi lima orang yang tersisa adalah ahli Tingkat Raja. Haah... ini benar-benar akan menjadi malam yang melelahkan.” Ray meminum Mana Potion dan bergegas ke arah kelompok pembunuh berikutnya.
Setelah memutar beberapa saat, Ray akhirnya kembali merasakan dua ahli Tingkat Raja dalam jarak seratus meter. Ray kembali menggunakan kamuflase dan sihir kedap suaranya, sambil menunggu saat yang tepat untuk menyerang.
“Sedikit lagi, jika dalam jarak lima meter aku seharusnya bisa membunuh mereka dengan satu serangan menyelinap.” Ray menahan nafasnya memastikan kedua orang Tingkat Raja tidak menyadari kehadirannya sambil mengubah senjatanya menjadi Venom Sword.
Setelah kedua pembunuh mendekat dalam jarak lima meter, Ray dengan sigap menebas leher mereka. Tanpa kemampuan untuk melawan kedua pembunuh kehilangan kepala mereka. Kedua pembunuh sama sekali tak menyadari serangan Ray sampai kepala mereka terlepas tubuhnya.
“Hanya tersisa tiga orang ahli Tingkat Raja di sisi timur ini, tapi mereka berkumpul dalam satu tempat. Ini akan sulit membunuh mereka tanpa suara.” Ray mulai merasa melawan banyak orang itu sungguh merepotkan, saat dia tanpa sengaja melihat gelang di tangannya dan teringat sesuatu.
“Ah, aku lupa Little Black bisa menyatu dalam kegelapan dan juga punya sihir kehancuran yang mematikan. Dengan kata lain Little Black adalah pembunuh alami.” Ray langsung mengirim telepati untuk membangunkan Little Black yang masih tertidur dalam bentuk gelang hitam di tangannya.
“Little Black, bisa kau bantu aku memberikan serangan menyelinap pada salah satu atau dua dari mereka? Aku akan kesulitan mengalahkan tiga ahli Tingkat Raja tanpa suara.” Ray memberikan perintahnya pada Little Black. Sementara Little Black langsung berubah menjadi ular kecil sebelum menuju kearah kelompok pembunuh.
“Sekarang harusnya kesempatan ku untuk menyergap dan menyerang mereka saat mereka lengah lebih besar. Dan jika sisi timur sudah selesai aku masih memiliki cukup kemampuan untuk mengatasi dua sisi lainnya.” Ray masih menggenggam Venom Sword di tangannya dan melesat ke arah kelompok pembunuh.
Sekarang jarak Ray dan ketiga pembunuh hanya berkisar lima puluh meter, dan dia juga telah menerima telepati dari Little Black bahwa dia sudah berhasil menyusup ke salah satu bayangan pembunuh. “Aku masih perlu menunggu mereka berada dalam jarak lima meter dari ku setidaknya.”