
"Kekuatan orang ini hampir mencapai Tingkat Raja." Batin Ray menatap pria di depannya dengan waspada.
"Kau menyembunyikan dengan baik, aku bahkan tak menyadari kau adalah bagian dari penyusup." Ray tak sampai pikir orang yang terkena tusukan dua kali oleh penyusup ternyata bagian dari para penyusup.
"Kau perlu menipu rekan mu lebih dulu sebelum menipu musuh mu. Maka tipuan itu menjadi sempurna." Pria itu tersenyum sinis, seolah mengejek kebodohan Ray.
"Yang kau katakan memang benar, tapi sepertinya kau juga terluka. Dengan kondisi mu apa kau pikir bisa mengalahkan ku?" Ray menjawab sinis.
Ray menarik Venom Sword miliknya dan mulai menyerang pria di depannya. Gerakan pedangnya sangat halus dan kuat, disisi lain lawan Ray hanya perlu gerakan kecil untuk menghindari serangan Ray. Melihat pergerakan musuhnya Ray juga menyadari dia masih kurang pengalaman bertarung.
Namun pergerakan Ray semakin lama semakin cepat dan mulai terbiasa dengan gerakan musuhnya. Pertarurang berlangsung sengit, semua serangan Ray berhasil dihindari dan ditahan musuhnya. Disisi lain lawan Ray tak bisa melepaskan serangan karena Ray meyerang tanpa henti.
Ray dan lawannya bertarung seimbang. Namun Ray merasa ada yang janggal. "Aku merasa orang ini masih menyembunyikan sesuatu." Pikir Ray dalam batin. Saat bertarung Ray merasa lawannya sedang mempersiapkan sesuatu yang membuatnya gelisah.
Di tempat lain, kelompok Yuri masih berkutat dengan enam orang musuh. Perbedaan jumlah membuat pertarungan ini berjalan alot, meski kekuatan individu kelompok yuri lebih tinggi dari lawannya.
"Sial, meski aku sudah bersiap kami masih kalah jumlah..." Vali mengumpat dalam hati, karena Vali adalah yang terkuat dalam kelompok dia bertarung dengan tiga orang sekaligus.
"Apa sebenarnya tujuan kalian?" Vali menanyakan tujuan para penyusup.
"Orang mati tak perlu tahu." Bentak salah satu penyusup.
"Kita lihat siapa yang akan mati." Vali meraung memperkuat tubuhnya dengan Skill Augmentasi tubuh. Ini adalah skill terkuat yang dimiliki Vali, hanya saja tubuhnya belum bisa menahan dampak skill penguatan tubuh dengan sihir ini.
Tiga lawan Vali memiliki banyak luka akibat serangan Vali. Meski unggul dalam pertempuran Vali masih belum bisa mendaratkan serangan pada titik vital.
Kekuatan Vali sebenarnya sudah berada diatas ketiga lawannya, hanya saja ketrampilan bertarung yang dimiliki Vali tidak sebagus lawannya.
Pertarungan antara tamu dan penyusup di lantai ke lima White Feathers Restauran semakin kacau. Saat ini Richard Charlton ayah Yuri sedang bertarung melawan seorang berjubah hitam.
"Apa tujuan kalian sebenarnya? Apa kalian tidak tahu putri ku adalah murid Phytagoras?!" Seru Richard.
"Semua informasi tentang acara ini sudah diketahui oleh kami, juga termasuk semua informasi tentang putri mu dan para tamu yang hadir disini." Pria berjubah hitam tersenyum sinis.
"Jangan bilang tujuan mu adalah..."
Richard belum selesai bicara, Pria berjubah hitam sudah mulai menyerang. Serangan begitu cepat, dua belati terlihat bergerak tak beratur tapi mengarah pada titik vital Richard. Serangan demi serangan dilepaskan pria berjubah hitam dan Richard hanya bisa menahannya.
Kekacauan semakin menjadi White Feathers Restauran, pertarungan berlangsung hampir disetiap sudut restauran.
Di sisi kelompok Yuri masih mampu menahan lawannya. Pertarurangan dalam kelompok ini masih berimbang. Saat seorang assasin muncul dibelakang Yuri.
"Yuri!!! Awas!!!"