
Saat pasukan penjaga kerajaan masuk, Ray melihat seseorang yang tak asing. Dia adalah seorang pria tiga puluhan dengan rambut pirang dan jenggot yang berwarna sama dengan rambutnya. Pria ini tak lain kapten penjaga kerajaan Steve Evans, dan orang yang paling sering berurusan dengan Ray saat dia membuat masalah di Silver City.
“Aku tak menyangka Tuan Kapten Penjaga Kerajaan datang langsung kemari.” Ray menggoda Steve yang baru saja masuk.
“Bocah sialan, kenapa kau ada disini?!” Steve langsung tahu kalau orang yang mengejeknya adalah Ray.
“Tentu saja aku mengikuti lelang tahunan dan kemudian mencari gadis cantik.” Ray menjawab asal-asalan.
“Jawab dengan benar! Masalah apalagi yang telah kau lakukan sekarang?!” Steve semakin kesal dengan sikap sembarangan Ray.
“Kenapa kau menuduh ku seperti itu? Aku hanya tanpa sengaja terlibat dalam skema pembunuhan ini dan menjadi pahlawan yang menyelamatkan kecantikan.” Ray masih dengan sikap santainya.
“Kau!...” Steve ingin mengumpat keras pada Ray tapi tak menemukan alasan apa pun untuk melakukannya.
“Sudahlah, Paman Steve... Kali ini Ray sudah menyelematkan kami dari para pembunuh.” Miria mencoba menengahi perselisihan antara Steve dan Ray.
“Humph... karena kau sudah menyelamatkan Miria dan yang lainnya, aku tak akn mencari masalah dengan mu lagi.” Steve mendengus.
Sementara Ray kaget dengan panggilan Miria pada Steve. “Miria kau tadi memanggilnya apa? Paman?” Ray bertanya pada Miria.
“Iya, Paman Steve adalah kakak dari ibu ku.” Jelas Miria.
“Dia benar-benar paman mu? Syukurlah kau, Olivia, dan Allen tak mewarisi kebodohannya.” Ray mengelus dadanya dengan wajah penuh syukur.
“Apa yang dikatakan lagi?” Jawab Ray dengan wajah tanpa rasa bersalah.
“Kau...!!” Steve dibuat kehabisan kata-kata dengan tingkah laku Ray.
“Kenapa kalian berdua berdebat hal yang tak perlu?! Sekarang waktunya mencari tahu siapa pembunuh Tuan Putri Ying dan dari mana asal mereka!.” Bibi Lin menyela perdebatan bodoh antara Ray dan Steve dengan nada tinggi.
“Baiklah, aku akan melanjutkan pekerjaan ku.” Steve meninggalkan Ray dan mulai menyelidiki kasus percobaan pembunuhan Ying Yueru.
“Akhirnya otak otot itu pergi.” Ray tersenyum penuh kemenangan, lalu mengalihkan pandangannya pada Ying Yueru dan yang lainnya. “Nona Ying, apa alasan mu datang jauh-jauh ke Silver City? Aku tak akan percaya kalau kau mengatakan hanya untuk mengikuti lelang atau bertemu beberapa teman.” Ray menanyai Ying Yueru dengan nada menyelidik.
“Sepertinya Tuan Ray sudah bisa menebak tujuan ku datang kemari, kenapa tidak tuan katakan saja tebakan Tuan Ray?” Ying Yueru menanggapi pertanyaan Ray dengan tenang.
“Ada dua hal yang mungkin, pertama mencari berita kebenaran penyerangan Ras Iblis di Silver City dan yang kedua adalah untuk melarikan diri dari skema pembunuhan.” Jawab Ray setelah menyimpulkan keadaan Ying Yueru.
“Tebakan Tuan Ray benar, aku kemari atas permintaan ayah dan kakak ku untuk mencari kebenaran berita tentang penyerangan Ras Iblis di Silver City. Dan disisi lain aku juga berniat kabur dari pembunuhan yang coba dilancarkan pada ku.” Ying Yueru masih menjawab dengan tenang.
“Namun sayangnya skema pembunuhan itu sudah direncanakan dengan sempurna bahakan sampai bisa melacak Nona Ying sampai ke tempat ini.” Ray menimpali ucapan Ying Yueru. “Tapi mereka salah memperkirakan kalau selain Nona Ying yang hampir mencapai Tingkat Raja dan Bibi Lin yang sudah berada di Tingkat Raja, masih ada aku yang bisa berhadapan dengan beberapa orang di Tingkat Raja.” Lanjut Ray singkat.
“Begitulah...” Ying Yueru masih tenang.