Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 105 - Malam yang Melelahkan I


“Tuan Ray tadi anda bilang kalau anda sudah berada disini selama beberapa waktu? Apa yang anda lakukan di Hutan Kematian?” Schnee bertanya alasan Ray tinggal di Hutan Kematian.


“Akhir ini banyak gelombang Binatang Iblis yang menyerang Silver Moon Kingdom, karena itu aku disini untuk mengurangi jumlah populasi Binatang Iblis yang diluar batas toleransi.” Ray menjelaskan tujuannya datang ke Hutan Kematian tanpa menutupinya.


“Lalu, apa yang dilakukan Nona Schnee dan Syr di tempat ini?” Ray balik bertanya alasan Schnee dan Syr berada di tempat yang berbahaya seperti Hutan Kematian.


“Hmph... tentu kami ingin men...” Syr hampir mengatakan tujuan dirinya dan Schnee, sebelum Schnee menghentikannya.


“Kami kesini mencari beberapa tumbuhan untuk obat di Hutan Kematian dan juga sebagai pengalaman berlatih bagi kami dimasa depan.” Schnee mengatakan tujuannya pergi ke Hutan Kematian dengan setengah kebenaran dan setengah kebohongan.


“Sepertinya mereka masih menyembunyikan sesuatu. Yah, sudah menjadi hal yang wajar mengingat kita baru saja bertemu.” Batin Ray dalam hati. “Kalau begitu kenapa tidak beristirahat disini saja mala mini? Binatang Iblis di Hutan Kematian semakin ganas saat malam hari, jadi bukan hal yang baik jika kalian berkeliaran saat gelap.” Ray menawarkan bantuan.


“Terimakasih Tuan Ray. Kami sangat terbantu dengan kebaikan mu.” Schnee berterimakasih mewakili saudarinya yang masih memasang wajah kesal.


‘Swish... wish...’ Dua anak panah melesat ke arah Syr dan Schnee dari arah hutan. Ray yang melihat panah itu melesat ke arahnya langsung menghempaskan udara di sekitarnya menjadi sebuah pelindung tak terlihat.


‘Ting... ting...” Kedua panah terpental dan menancap ke tanah. “Nona Schnee, Syr. Sepertinya ada orang yang mengincar nyawa kalian berdua.” Ray meningkatkan kewaspadaannya setelah melihat serangan panah.


“Melihat ekspresi wajah kalian, sepertinya mereka memang mengejar kalian. Jujur aku tak tahu darimana asal kalian, tapi untuk memancing kelompok pembunuh pasti kalian bukan orang biasanya.” Ray melanjutkan untuk menanyai identitas sejati Schnee dan Syr.


Schnee dan Syr masih terdiam, dari raut wajah mereka bisa terlihat mereka tak bisa menjelaskan kondisi mereka sendiri atau mereka belum mempercayai Ray sepenuhnya.


“Tuan Ray, maaf tapi kami tak bisa menjelaskan kondisi kami sekarang.” Schnee berkata sambil menunduk dengan rasa bersalah, karena dia tahu Ray baru saja menyelamatkan dirinya dan Syr.


“Jumlah orang yang datang semakin banyak, apalagi diantara mereka sudah ada lebih dari sepuluh orang Tingkat Raja. Jika aku hanya bertahan disini dan menunggu akan menjadi kerugian untuk ku saat mereka berkumpul.” Ray bergumam setelah memastikan kondisi musuhnya dengan Divine Sense dan Analyze miliknya.


“Ini benar-benar buruk.” Ray menghela nafas panjang. “Nona Schnee dan Syr, lebih baik kita terus bergerak dan mengeliminasi musuh satu persatu.” Ray memberi arahan kepada Schnee dan Syr untuk mengikuti dirinya memasuki hutan.


Schnee dan Syr hanya bisa mengangguk dan mengikuti Ray, karena Schnee bisa merasakan kalau Ray adalah seseorang yang sangat kuat dan dengan mengikutinya mereka akan memiliki kemungkinan selamat yang lebih tinggi.


Akhirnya Ray memasuki hutan dan diikuti oleh Schnee dan Syr. “Malam ini akan menjadi malam yang melelahkan...” gumam Ray sebelum memasuki hutan bersiap menghadi kelompok pembunuh.