Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 134 - Seminggu Kemudian I


Pos Perbatasan Silver Moon Kingdom dan Hutan Kematian.


Ray saat ini sedang duduk tenang di dalam tendanya sambil membaca beebrapa dokumen dan ditemanin dengan teh hangat di atas meja kerja miliknya.


Sudah lebih dari seminggu sejak Ray berhasil menyembuhkan penyakit kutukan milik Schnee Raizar. Dan akhirnya Ray mendapatkan kepercayaan penuh dari Schnee dan adiknya, Syr.


Sebenarnya sampai sekarang Ray masih merasa agak canggung saat berada di dekat Schnee, karena walaupun dia berniat untuk menyembuhkan penyakit yang diderita Schnee tetap saja dia merasa seolah mengambil kesempatan dari gadis Setengah Elf itu.


Apalagi karena metode pengobatan Ray berdasarkan kontrol mana dengan cara menarik keluar energi kegelapan yang merupakan bahan bakar dari kutukan itu sendiri. Dalam prosesnya itu membuat pasien yang diobati merasakan mana Ray menjalar keseluruh tubuhnya.


Bisa dibilang itu seperti Schnee merasakan Ray menyentuh seluruh tubuhnya, dan berbeda dengan saatdia membantu Allen menyerap Recovery Potion yang membuat Allen kesakitan, saat Ray menyembuhkan Schnee dan mengeluarkan energi kegelapan, Schnee malah merasa lebih nyaman dan seolah aliran hangat mengaliri seluruh bagian tubuhnya.


Hal itu membuat Schnee sempah mendesah beberapa kali yang hampir membuat Ray kehilangan kendali dan juga menjadi sumber kecanggungan antara Ray dan Schnee. Namun tak seperti yang dieprkirakan Ray, keesokan harinya setelah Schnee disembuhkan oleh Ray. Schnee kembali datang dengan Syr dan meminta Ray untuk menjadikan mereka berdua pelayannya untuk membalas semua kebaikan Ray.


Sejak saat itu kedua saudari Setengah Elf itu memutuskan untuk mengikuti Ray sebagai pelayannya. Namun berbeda dengan saat Ray menyelamatkan mereka berdua, kali ini baik Schnee dan Syr mengikuti Ray dengan sepenuh hati sebagai pelayannya walau pun Ray sendiri sudah mengatakan pada mereka tak perlu untuk memaksakan diri seperti ini.


Saat ini pun Syr sedang membantu Ray membersihkan tendanya dan di sisi lain Schnee berdiri di belakang Ray layaknya seorang pelayan pribadi. Sebenarnya Ray merasa aneh dan tak terbiasa dengan semua hal baru ini.


Meskipun secara status dirinya adalah seorang bangsawan tapi baik dirinya atau pun Ray yang asli tidak pernah menyukai hal-hal semacam ini dan terbiasa melakukan semuanya secara mandiri. Karena Ray sudah terbiasa mandiri, saat dia mendengar kedua saudari Setengah Elf ingin menjadi pelayan pribadinya sebagai balas budi justru membuatnya merasa canggung dan kurang nyaman.


“Schnee, apakah kalian benar-benar harus melakukan semua ini? Seperti yang ku katakana sebelumnya aku membantu kalian hanya karena aku ingin melakukannya, jadi tak perlu melakukan hal semacam ini untuk membalas budi.” Ray menghela nafas untuk kesekian kalinya sambil kembali mencoba membujuk Schnee.


“Tuan Ray sudah membantu saya menyembuhkan penyakit yang sudah menyiksa saya selama lebih dari lima tahun. Selain itu, Tuan Ray juga adalah yang menyelamatkan nyawa kami saat kami berada dalam bahaya, jadi sudah sewajarnya kami membalas budi dengan semua kemampuan kami karena kami tak memiliki apa pun untuk membalas kebaikan tuan.” Schnee menjawab dengan suara yang sopan.


“Haaah..... Kalau begitu setidaknya bisakah kau berbicara dengan nada bicara mu yang biasa? Mendengar gaya bicara mu yang sekarang membuat ku merasa canggung, karena seolah aku membuat mu mengubah cara berbicara mu. Dan jujur saja, aku lebih nyaman dengan cara bicara mu yang biasa.” Ray menghela nafas panjang dan akhirnya menyerah membujuk Schnee, setelah seminggu tanpa perkembangan apa pun dalam bujukannya pada kedua saudari Setengah Elf.


“Tapi itu akan menjadi tidak sopan...” Schnee berniat menolah sebelum dihentikan oleh Ray.


“Setidaknya lakukan itu untuk ku... Dan juga biar aku memberitahu mu, bahkan saat aku berada di rumah dan tempat asal ku sebagai seorang bangsawan tidak ada seorang pun pelayan atau pekerja di tempat ku yang memanggil ku dengan sebutan tuan atau semacamnya...” Ray menjelaskan sambil menghela nafas panjang.


“Bukan berarti mereka tidak menghormati ku atau semacamnya tapi aku sendiri yang meminta mereka seperti itu... Tentu ada pengecualian saat rumah kami mengadakan sebuah acara kebangsawanan karena jika mereka memanggilku tanpa kehormatan hanya akan menimbulkan masalah bagi mereka, tapi dengan menghilangkan panggilan yang kehormataan itu, aku merasa lebih dekat dengan orang-orang di sekitar ku dan tidak terasingkan.” Ray menyelesaikan dokumen miliknya lalu berdiri dari tempat duduknya.


“Sekarang mari ikuti aku ke gerbang utama, seharusnya James dan timnya sudah kembali dari tugas kelulusan yang ku berikan pada mereka. Dan aku perlu bantuan mu untuk menyembuhkan luka mereka.” Ray meminta Schnee membantunya menangani masalah penyembuhan James dan timnya, kemudian hendak keluar dari tendanya.


“Baiklah Ray. Aku akan melakukannya sebaik mungkin.” Schnee mengangguk dan mengikuti Ray keluar dari tenda.


Ray dan Schnee hendak berjalan keluar dari tenda milik Ray. Syr yang baru saja menyelesaikan tugas bersih-bersih nya menghampiri mereka dan menanyakan tujuan mereka. “Kak Schnee, Tuan Ray kalian mau pergi kemana?”


“Ah, Syr sudah ku bilang untuk berhenti memanggil ku tuan. Jujur saja aku malah merasa canggung dengan panggilan seperti itu...” Ray menggelengkan kepalanya saat mendengar panggilan Syr.


“Maaf Ray.” Syr menunduk malu, karena sebelumnya dia sudah setuju dengan permintaan Ray tapi malah melupakannya.


“Syr, setelah ini aku dan Ray berniat pergi ke gerbang utama untuk menunggu James dan timnya kembali dari tugas yang diberikan Ray dan aku ikut kesana untuk membantu menyembuhkan jika ada yang terluka.” Schnee menjawab pertanyaan Syr sebelumnya.


“Kalau begitu, apakah aku bisa mengikuti kalian?” Tanya Syr.


“Kau boleh, aku tak masalah dengan itu. Lebih baik pergi sekarang dan jangan buang-buang waktu yang berharga.” Ray langsung keluar dari tenda setelah menyetujui permintaan Syr.


Schnee dan Syr saling memandnag sebentar sebelum mengangguk dan mulai mengikuti Ray keluar dari tenda milik Ray untuk menuju gerbang utama Pos Perbatasan.


Catatan :


Sebelumnya saya minta maaf karena tidak update selama seminggu. Sudah dua minggu ini saya kesulitan megatur waktu karena perlu bekerja sekitar 12 jam sehari untuk menyelesaikan proyek kerja saya dan juga saya masih harus menyempatkan waktu sekitar 3 jam di sore hari untuk mengikuti UAS online karena saya masih menjalani kuliah kelas sore untuk pekerja.


Jadi anda bisa membayangkan sendiri saya mengahbiskan waktu sekitar 15 jam berkutan dengan kewajiban saya dalam minggu ini dan saat malam hari saya sudah kelelahan untuk menulis dan tak bisa memikirkan ide apa yang ingin saya tulis dan akhirnya saya memutuskan untuk hanya update jika saya memang mampu.


Dan mungkin keadaan ini akan berlangsung sampai akhir juli dan saya hanya akan update saat saya merasa mampu menyisihkan waktu untuk menulis, lagipula kewajiban harus didahulukan daripada sebuah hobi.


Terimakasih telah mengikuti karya saya selama ini, jangan lupa tinggalkan like atau komentar yang bisa membangun tulisan saya.


See you next chapter and have fun...