
Siang berganti malam di Pos Perbatasan antara Silver Moon Kingdom dan Hutan Kematian. Saat ini lima orang prajurit sedang berpatroli mengelilingi Pos Perbatasan. Kelima orang ini tak lain adalah James, Ken, Zack, Andy, Carrol. Mereka berlima berpatroli malam ini atas perintah langsung dari Ray, dalam perintahnya Ray juga mengatakan untuk langsung menyalakan suar saat menemukan hal yang mencurigakan.
“Sebenarnya apa yang akan terjadi malam ini? Kenapa Tuan Ray meminta kita berpatroli di malam hari? Bukankah seharusnya sudah ada kelompok yang biasanya berpatroli?” Ken mengeluh saat berpatroli.
“Jangan banyak mengeluh Ken, meski Tuan Ray sangat menyebalkan setidaknya dia tidak akan meminta kita melakukan sesuatu yang tidak berguna.” James mengingatkan Ken untuk berhenti mengeluh.
“Seperti yang James katakan, meski aku sangat tidak menyukainya metodenya tapi jujur saja kemampuannya dalam menarik potensi seseorang berada pada tingkat yang lain.” Andy menimpali ucapan James.
“Tapi tetap saja, bukankah seharusnya sekarang adalah waktu kita beristirahat? Kita sudah berpatroli setiap malam selama tiga hari berturut-turut.” Ken kembali mengeluh.
“Oi, Ken. Jika kau memang lelah, lebih baik tutup mulutmu dan berhenti buang-buang tenaga untuk bicara.” Sahut Zack dengan nada dingin.
“Sialan kau, muka batu! Kau benar-benar bermulut tajam.” Ken menaikan suaranya.
“Huah... Kalian berdua diamlah... Kalian mulai mengganggu...” Sahut Carrol sambil menguap.
“Diam kau tukang tidur!” Sahut Ken dan Zack.
“Heis... Kalian benar-benar kompak jika berurusan dengan orang yang mencoba melerai kalian.” James menghela nafas panjang saat melihat tingkah anggota timnya.
“James, biarkan saja mereka bertiga melakukan apa yang mereka inginkan. Setidaknya mereka bisa diandalkan saat keadaan genting.” Andy menepuk pundak James dan memintanya untuk mengabaikan tiga anggota tim mereka yang lainnya.
James hanya menggaruk bagian belakang kepalanya dan memimpin anggota timnya untuk melanjutkan patroli di sekitar Pos Perbatasan. Saat mereka berkeliling hampir tak ada suara yang terdengar dan suasana terasa hening mencekam.
“James, bukankah ini terlalu hening sekarang?” Andy menghentikan James sambil melihat sekeliling.
“Iya, seharusnya ada beberapa orang yang berpatroli di sekitar sini.” James mengangguk setuju sambil meningkatkan kewaspadaannya.
Ken dan Zack langsung menghentikan pertengkaran mereka dan berubah menjadi serius. Bahkan Carrol yang sebelumnya terlihat mengantuk membuka matanya lebar-lebar, Carrol mungkin orang terlemah dalam kelompok ini tapi dia adalah pengintai terbaik di dalam kelompoknya.
“Darah? Ini buruk!” James langsung bergegas ke arah utara dan diikuti oleh anggota timnya yang lain.
Saat mereka mendekat mereka bisa mencium bau darah dengan lebih jelas. Selain itu juga terlihat beberapa sisa pertempuran yang bisa terlihat samar-samar. “Andy! Nyalakan suarnya sekarang! Ken, Zack, Carrol bersiap bertarung!” James memberi perintah pada anggota timnya dengan cepat.
Andy yang menerima perintah dari James, langsung menyalakan api kecil dari tangannya untuknya menyalakan suar dengan cepat. Ken, Zack, dan Carrol menarik senjata mereka bersiap untuk memasuki pertarungan.
Setelah semakin dekat kelompok James bisa melihat beberapa orang pembunuh berpakaian hitam dan mengenakan topeng sedang bertarung dengan lima orang prajurit yang sudah terluka parah.
Carrol yang memiliki indra paling tajam diantara kelimanya langsung bergerak dengan cepat dan senyap ke arah kelompok pembunuh berpakaian hitam dan mengenakan topeng. Carrol mengeluarkan pisau ganda dari cincin spatial miliknya dan menggorok leher salah pembunuh sebelum kembali mundir untuk menghindari serangan dari pembunuh lainnya.
Setelah melakukan pelatihan di bawah arahan Ray, akhirnya Carrol menemukan bakatnya sebagai seorang pembunuh dan meminta Ray untuk melatihnya sesuai dengan jalur seorang pembunuh. Ray yang melihat bakat luar biasa Carrol langsung memberikannya Magic Tool berbentuk pisau ganda untuknya yang bisa membantu menyembunyikan suara di sekitar areanya.
“Bangs*t! Bagaimana bisa dia bergerak secepat itu? Dan juga tanpa suara?” Teriak salah satu pembunuh terkejut dengan pergerakan Carrol.
Sementara itu para prajurit yang telah terluka parah memiliki sinar harapan setelah melihat kelompok James tiba untuk membantu. Mereka juga melihat Andy yang sudah menyalakan suar peringatan bahaya tingkat tinggi untuk meminta bantuan.
“Andy, bantu rawat para prajurit yang terluka dengan sihir penyembuhan elemen air milik mu. Ken, Zack, bantu aku bertarung melawan musuh secara langsung. Dan Carrol ambil kesempatan saat kami bertarung melawan musuh untuk menghabisi mereka dalam satu serangan.” James memberikan runtutan perintah tanpa ragu pada rekan timnya.
“Baik, kapten.” Keempat orang yang mendengar perintah James langsung melaksanakannya dengan cepat.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Ini chapter baru untuk kalian... Yah, saya menulis ini saat saya tidak bisa tidur. Mungkin karena sudah terbiasa untuk kurang tidur selama beberapa minggu jadi sebuah kebiasaan.
Terimakasih sudah mengikuti karya saya sejauh ini... Dan jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bermanfaat bagi saya...
See you next chapter and have fun...