Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 65 - Rencana Bisnis III


Sementara Michele dan Ray bertukar pikiran, Denis, Jane, dan Edwin merasa kehadiran mereka sudah tak terlalu dibutuhkan ditempat ini sehingga memilih untuk undur diri dan mempersiapkan acara pertunangan sekaligus pernikahan Rain dan Michele.


“Michele kau bisa tetap disini dan membahas masalah bisnis dengan Ray, kami akan pulang lebih dulu untuk memulai persiapan pernikahan mu dengan Rain.” Jane tersenyum lembut pada Michele.


“Nyoya Eva, Rain, Ray kami undur diri terlebih dahulu.” Denis berpamitan.


“Terimakasih karena sudah menyempatkan diri memenuhi permintaan putra ku, aku juga berniat pergi untuk memulai persiapan pernikahan Rain dan Michele.’ Eva menimpali.


“Ayah, Ibu, Kakak, Bibi maaf telah merepotkan kalian.” Michele memberi hormat pada mereka.


“Ibu, Paman, Bibi, Kak Edwin maaf telah merepotkan kalian.” Rain juga memberi hormat hampir bersamaan dengan Michele.


“Lihat kalian bahkan sudah sangat kompak.” Eva tertawa cekikikan melihat sikap Rain dan Michele.


Wajah Rain dan Michele langsung memerah karena merasa malu, sementara hampir semua orang tersisa dalam ruangan tertawa lepas. Mendengar tawa lepas semua orang, Rain dan Michele saling menatap dan tertawa pelan.


“Baiklah, kami pergi terlebih dahulu kalian bisa melanjutkan pembicaraan bisnis kalian.” Eva memecahkan suasana.


“Aku juga ikut, bibi!” Elena meminta ikut.


“Baiklah.” Eva meninggalkan ruangan bersama Denis, Jane, dan Edwin.


“Ehem... Tuan dan Nyonya bisa kita kembali ke topik sebelumnya? Atau aku perlu menunggu kalian selesai bersmesraan?” Ray membangunkan Rain dan Michele yang sedang dalam dunia mereka.


Ray menggelengkan kepalanya saat melihat sikap canggung Michele dan Rain. “Oh, sepertinya mereka datang lebih cepat dari yang ku duga.” Ray merasakan kehadiran Vali, dan juga Oliver Schtrom yang bersama putranya Allen datang berkunjung.


“Ayo kita ke depan untuk menyambut tamu.” Ray pergi ke depan untuk menyambut kedatangan Vali, Oliver dan Allen.


“Selamat datang, Tuan Oliver dan Allen.” Ray menyambut tamunya saat sampai di depan gerbang.


“Haha... tak perlu terlalu sopan nak. Lagipula aku masih belum membalas mu setelah menyembuhkan putra ku.” Oliver tertawa lantang saat Ray menyambutnya.


“Sebelumnya karena aku sudah berjanji pada Olivia dan Miria untuk membantu, jadi bukan masalah besar. Selain itu aku harap Tuan Oliver sudah paham tujuan aku meminta Vali membawa Tuan kemari.” Ray langsung mengarahkan ke topik yang ingin dibahasnya.


“Tentu, tentu, aku tak berpikir Vali akan datang dan membahas hal yang luar biasa.” Oliver menjawab dengan suara yang terdengar senang.


“Mari masuk ke dalam untuk membahas lebih lanjut.’ Ray mengajak Vali, Oliver, dan Allen untuk masuk ke dalam.


“Jadi mari kita bahas tentang masalah bisnis yang sebenarnya. Tuan Oliver pasti sudah mendengar beberapa rinciannya dari Vali kan? Tentang masalah Magic Food dan penjualannya?” Ray memulai pembicaraan tentang bisnis Magic Food.


“Aku sudah mendengar garis besarnya, dan sejujurnya aku sangat tertarik dengan bisnis ini. Lagipula keluarga kami sudah meniliti metode pembuatan Magic Food bertahun-tahun tapi masih belum menemukan hal berharga.” Oliver menanggapi pembicaraan Ray.


“Aku secara tidak sengaja menemukan metode pembuatan Magic Food saat berlatih Alchemist dan aku juga berniat bekerja sama dengan Keluarga Schtrom dan disisi lain aku juga ingin memperkuat kedudukan Michele dikalangan para bangsawan, sehingga akan memperkecil masalah yang akan timbul saat pernikahan antara Rain dan Michele dilaksanakan.” Ray menjelaskan maksudnya.