Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 82 - Penjaga Kerajaan Datang


“Aku disini... Terimakasih telah menyelamatkan ku.” Ying Yueru berterimakasih pada Ray karena telah menolongnya.


“Tak masalah... tak masalah... ini hanya pekerjaan lewat.” Ray menjawab dengan senyuman yang menjengkelkan.


“Eh, ini...” Ying Yueru kebingungan dengan tingkah Ray.


“Kau, ini... bisa tidak jaga sikap mu. Dia itu seorang tuan putri! Kau tahu!.” Olivia semakin kesal dengan tingkah santai tak beraturan Ray.


“Hoi, Olivia. Begini-begini aku masih anggota keluarga kerajaan lho.” Ray menimpali dengan santai.


“Kau...” Olivia ingin mengumpat Ray tapi tak menemukan alasan untuk mengumpat. “Dia bener sih, dia memang bener sih, tapi...” Batin Olivia dalam hati penuh dengan kekesalan.


“Sudahlah... sudah... bukannya yang paling penting aku masih selamat kan?” Ying Yueru mencoba menenangkan Olivia yang mulai kesal dengan kelakuan Ray.


“Iya sih, tapi...” Olivia menimpali sambil menahan rasa kesalnya.


“Sudahlah, Olivia...bahkan kalau kau mau marah, berteriak atau apa pun. Ray tetap akan bertingkah seperti itu. Lagipula begitulah dia dari dulu.” Miria giliran menenangkan Olivia.


“Benar juga, setidaknya kalau dia berhenti membuat kekacauan semua orang pasti bersyukur.” Olivia menggelengkan kepalanya pelan.


“Oh, aku sudah jarang membuat kekacauan kok.” Ray menimpali.


“Huh? Jarang? Apa saja yang sudah kau lakukan?” Olivia bertanya pada Ray penuh kekhawatiran.


“Oh hanya hal-hal kecil seperti menaruh obat sakit perut dalam makanan prajurit yang sedang berlatih, mengambil anggur yang disimpan Paman Chris selama lima tahun, meletakan bom di target panahan prajurit, dan... ah aku lupa yang lainnya.” Ray menjelaskan hal-hal yang dia lakukan seperti orang tanpa dosa.


“Kau... kau.. kau...” Olivia sampai kehabisan kata-kata dengan kelakuan Ray. Sementara Miria hanya menghela nafas pelan saat mendengar ucapan Ray.


“Uhuk... aku kagum kau masih belum dimasukan dalam penjara.” Anthony yang dari tadi diam mendengarkan terbatuk saat mengomentari kelakuan Ray.


“Paman Anthony apa kau pikir ada anggota pasukan penjaga kerajaan yang bisa menangkapku? Bahkan kalau itu Pak Tua Estas atau Kakek Julius, mereka juga tak bisa menangkapku kalau aku memutuskan untuk kabur.” Jawab Ray seolah tanpa beban.


“Eh, hm.. benar juga.” Anthony tanpa sadar setuju dengan perkataan Ray.


“Paman Anthony jangan terbawa omongannya, paling-paling dia tak ditangkap karena walaupun sudah melakukan perbuatan seperti itu tapi tak menimbulkan korban jiwa. Dan dengan kemampuannya yang sekarang dia adalah asset yang berharga untuk Silver Moon Kingdom, jadi selama perbuatannya tak melampaui batas dia akan dimaafkan.” Sahut Natasha sambil mengingatkan Anthony.


“Eh, benar juga.” Anthony tersadar setelah mendengar penjelasan Natasha.


“Cih, kenapa gadis kecil ini tiba-tiba menjadi cerdas?” Gumam Ray pelan.


“Apa yang kau katakan?” Natasha merasa Ray menghina dirinya, tapi tak mendengar apa yang diucapkan Ray.


“Ah, yang ku katakana. Aku hanya menyetujui perkataan Nona Natasha, aku tak berpikir Nona Natasha bisa menyimpulkan dengan benar dari perkataan asal ku.” Ray berkata dengan penuh pujian pada Natasha.


“Ah, benarkah? Itu biasa saja hehehe.” Natasha tersipu karena pujian Ray.


Melihat Natasha yang begitu mudah tersipu hanya karena pujian sederhana membuat Ray berpikir “Aku tarik ucapan ku sebelumnya dia tidak cerdas sama sekali, dia hanya orang polos yang beruntung.”


Saat Ray dan lainnya melanjutkan percakapan terdengar banyak suara hentakan kaki. “Sepertinya pasukan penjaga kerajaan sudah datang.” Ray bisa merasakan kalau pasukan penjaga kerajaan sudah datang dengan Divine Sense miliknya.


“Tuan Putri, Nona Miria saya sudah membawa penjaga kerajaan.” Bibi Lin masuk bersama beberepa pasukan dengan armor ringan berwarna perak.