
Ray kembali menggunakan kamuflase dan sihir kedap suara miliknya. Kali ini dia tetap menggunakan Venom Sword, karena untuk menghadapi ahli Tingkat Raja Venom Sword yang beratribut racun lebih berguna daripada pisau beratribut logam dan angin yang dia gunakan sebelumnya. Ray secara perlahan mendekati ketiga pembunuh yang masih belum menyadari keberadaanya maupun Little Black yang berada dalam bayangan mereka.
“Sedikit lagi...” Batin Ray dalam hati. Setelah ketiga pembunuh Tingkat Raja semakin mendekat, akhirnya Ray memberi Little Black perintah untuk menyerang dengan telepati. “Little Black sekarang...”
“Rooarr!!!” Ketiga pembunuh Tingkat Raja terkejut saat melihat sosok naga hitam menyemburkan aura kehancuran yang kuat. Karena tertangkap tidak siap mereka bertiga hanya bisa membuat pelindung sihir sederhana yang tidak stabil.
“Arrg...” Ray dengan sigap memotong kepala ketiga pembunuh sebelum mereka berteriak kesakitan. Tentu saja setelah semua usaha yang dia habiskan untuk membunuh semua anggota kelompok pembunuh di sisi timur ini secara diam-diam, dia tak ingin pembunuh dari dua sisi lainnya menjadi waspada karena teriakan terakhir pada pembunuh.
“Sekarang sisi timur sudah dibereskan, aku bisa bergerak ke sisi lain dari hutan untuk mengurus pembunuh yang lainnya. Tapi pertama aku harus kembali dan memastikan Schnee dan Syr aman.” Ray memutuskan untk kembali terlebih dahulu dan memeriksa kondisi Schnee dan Syr yang sedang bersembunyi.
Setelah berlari beberapa saat akhirnya Ray kembali ke tempat persembunyian Schnee dan Syr, dia langsung menuju ke semak-semak tempat dimana Schnee dan Syr menunggu dan bersembunyi.
“Aku bertarung untuk melindungi mereka berdua, tapi mereka malah kabur entah kemana. Aku tahu kami baru saling kenal dan mungkin mereka tak percaya pada ku, tapi meninggalkan ku seperti ini..” Ray menghela nafas kecewa, dalam hatinya dia dengan tulus ingin membantu Schnee dan Syr karena tahu tidak aka nada gadis waras yang pergi ke Hutan Kematian jika bukan karena terdesak.
“Sudahlah, bahkan jika aku kecewa juga tak ada gunanya. Selain itu, karena sekarang aku sudah terlibat lebih baik aku menyelesaikannya sampai akhir.” Ray memutuskan untuk terlibat dalam hal ini sampai akhir.
“Yah, kalau memang pada akhirnya Schnee dan Syr juga tak berterimakasih pada ku juga tak masalah. Karena sejak awal mereka ingin membunuh orang di Hutan Kematian ini, mereka pasti juga akan memusnahkan semua saksi mata.” Ray juga memahami kondisinya sekarang bukan saatnya memikirkan akan membantu Schnee dan Syr atau tidak. Karena jika Ray masih ingin hidup dengan baik, maka Ray harus membantu mereka berdua.
“Selain itu, aku bisa menganggap ini sebagai sebuah latihan. Dan juga membunuh para pembunuh ini memberikan ku cukup banyak Exp.” Ray membulatkan tekadnya untuk menyelesaikan kelompok pembunuh ini, kali ini bukan untuk membantu Schnee dan Syr tapi karena dia sudah menganggap para pembunuh itu tidak lebih dari ladang Exp.
“Sekarang lebih aku bergegas ke arah utara sebelum para pembunuh mulai berkumpul dan lebih sulit untuk dikalahkan.” Ray kembali mengaktifkan sihir kedap suara dan kamuflase miliknya dan bergerak ke arah sisi utara Hutan Kematian. Dia juga mengumpulkan kembali pisau lempar yang sebelumnya dia gunakan untuk membunuh kelompok pembunuh, karena walaupun Ray sudah menempa banyak pisau lempar dia tak berniat membuang-buangnya.