
Sementara Ray mengeluarkan sihir miliknya seorang pria tua melesat ke arah Silver City dengan kecepatan yang luar biasa, pakaiannya berantakan memperlihatkan bahwa dia bergegas ke Silver City dari tempat yang jauh dengan kecepatan tercepat. Pria tua ini tak lain adalah Phytagoras guru dari Yuri Charlton sekaligus salah satu dari empat Grand Mage di Kuil Penyihir. Wajah Phytagoras terlihat cemas saat dirinya melesat ke arah Silver City.
Saat terbang melewati dinding pelindung kota raut wajah Phytagoras berubah takjub. “I-Ini, bukankah ini Absolute Zero salah satu dari Lost Spell? Tidak ini jauh lebih lemah daripada Absolute Zero dalam catatan Lost Spell tapi sihir ini mendekati Absolute Zero. Sepertinya itu dari arah tempat Yuri berada, semoga aku tak terlambat.” Phytagoras mempercepat geraknya.
Di tempat yang sebelumnya berdiri White Feathers Restauran. Semakin banyak salju yang turun dari langit berbanding lurus dengan udara yang semakin dingin. Saat ini Ray memegang botol berisi cairan biru yang tak lain adalah Mana Potion lalu menenggaknya dengan cepat untuk mengembalikan mananya yang sudah terkuras kering.
“Sihir ini benar-benar mengerikan, semua mana miliku tersedot habis dan hanya membuat beberapa salju kecil.” Ray menghela nafas pelan.
Setelah gerakan sihir besar dari Ray semua pertempuran terhenti, semua orang merasakan tubuhnya seolah membeku saat berada di sekitar area pertempuran Ray.
Pertempuran antara Estas dan Mephistopeles juga ikut terhenti dengan alasan berbeda, mereka berdua tahu sihir yang bisa mencangkup area yang begitu luas dan menghilangkan panas di area tertentu hanya ada satu dan itu sudah termasuk dalam Lost Spell atau sihir yang sudah punah. Sihir ini tak lain adalah Absolute Zero yang dulu dikuasai Overlord Ras Beastman 1000 tahun lalu yang dijuluki penguasa es, Lancelot D. White.
“Absolute Zero? Bukan sihir ini hanya mirip.” Esta tertegun saat merasakan suhu disekitarnya turun drastis, saat melihat pusat sihir dia menjadi lebih terkejut karena merasakan sihir yang hampir setara dengan sihir yang tercatat dalam Lost Spell.
“Bocah ini memang merepotkan, aku tak mengira dia menguasai sihir di tingkat ini. Mungkin kami seharusnya merubah target kami menjadi dirinya bukan gadis Charlton itu.” Batin Mephistopeles dalam benaknya.
Pandangan Mephistopeles beralih ke arah Little Black yang berada di dekat Yuri, dia hamper mati karena melupakan keberadaan Little Black setelah Ray mengeluarkan sihir tingkat tinggi miliknya. “Aku hampir mati karena melupakan keberadaan Black Dragon muda itu.” Keringat dingin mengalir di dahi Mephistopeles yang baru saja selamat dari kematian.
Serangan mendadak Little Black membangunkan orang-orang dari keterkejutan mereka. “Hahaha... Mephistopeles sepertinya rencana mu sudah gagal...” Estas meletakan sebagian beban kekhawatirannya dan menyerang Mephistopeles dengan lebih ganas, gerakan Estas lebih cepat dari sebelumnya dan serangan mengalir seolah tubuh dan pedang di tangannya menyatu.
Menghadapi serangan Estas yang ganas membuat kondisi Mephistopeles kurang menguntungkan, karena gerakannya menjadi lebih kaku dari sebelumnya akibat dirinya perlu membagi kewaspadaannya dengan kehadiran Little Black yang tak kurang mengancam dari Estas sendiri. Semakin lama pertarungan berlangsung semakin tidak menguntungkan untuk Mephistopeles, kini tubuhnya memiliki banyak luka meskipun dirinya sudah memakai api hitam untuk melindungi tubuhnya.
Mephistopeles tak bisa mengimbangi serangan ganas Estas, hingga salah satu tebasan pedang Estas menyerang telak ke arah kepala Mephistopeles. Di saat yang sama Estas merasakan hawa membunuh yang luar biasa mengalir keluardari tubuh Mephistopeles yang memaksanya menarik kembali pedangnya.
“Tak ku sangka ada yang cukup mampu merepotkan reinkarnasi ku.”
“Ding~~~”