
“Ray, topeng mu...”
Mendengar ucapan Vali, Ray secara tak sadar menyentuh wajahnya. “Sial, topeng ku hancur saat melawan iblis itu.” Batin Ray dalam benaknya.
Ray langsung teringat saat Estas menatapnya dengan linglung, itu mungkin bukan karena kekuatan yang Ray tunjukan tapi karena identitas miliknya sudah terungkap. Namun, berbeda dengan Vali yang sudah mengenalnya dengan sangat baik. Estas jarang bertemu dengannya karena sibuk mengurusi militer Silver Moon Kingdom, selain itu sebagai orang yang sudah melihat dunia Estas juga sudah cukup sering melihat seseorang memiliki wajah yang serupa dengan satu atau dua orang lainnya. Karena alasan itulah Estas berpikir Ray adalah seseorang yang lain dengan kekuatan yang besar dan kebetulan memiliki wajah yang mirip dengan Ray.
Setelah menghubungkan semua kejadian Ray yakin kalua identitasnya sudah terungkap, dia hanya memalingkan wajahnya ke belakang melihat Estas dengan senyum kecil di mulutnya yang terkesan main-main. “Hehe... Pak tua lama tidak bertemu.”
“Bocah bau?” berbeda dengan yang diharapkan Ray, Estas hanya bertanya kembali padanya seolah memastikan sesuatu.
Mendengar panggilan Estas padanya, membuat Ray sontak berteriak “Siapa yang kau panggil bocah bau, pria tua!?”
“Bajingan kecil!” teriakan Ray membuat Estas langsung mengenali identitasnya, dari semua orang yang dia kenal hanya Ray yang bisa berteriak padanya. Tak jarang mereka saling mengumpat atau bersumpah serapah, dan meskipun cukup terkejut dengan tingkat kekuatan Ray dia sadar bahwa mungkin Ray selalu menyembunyikan kekuatannya untuk satu atau dua hal.
Estas langsung berjalan ke arah Ray memastikan apa yang dilihatnya adalah kenyataan atau mimpi, melihat Ray lebih dekat dia akhirnya yakin dengan identitas Ray. Estas menepuk punggung Ray. “Bocah bau, kenapa kau tiba-tiba menghilang?”
Ray ingin berteriak lagi saat dipanggil bocah bau oleh Estas, namun melihat ekspresi Estas dia tahu pria tua ini benar-benar khawatir dengannya. “Masalahnya terlalu Panjang untuk dijelaskan. Anggap saja aku punya banyak masalah yang merepotkan untuk diurus.” Ray menjawab singkat.
“Jika kau memang punya masalah katakana saja pada ku. Meskipun pria tua ini sudah tidak lagi aktif bertugas, aku masih memiliki cukup kemampuan untuk menyelesaikan banyak masalah.” Estas menyakinkan Ray.
“Bagaimana kalau ku bilang masalah ini sudah berlangsung bahkan saat aku belum lahir? Semuanya sudah dimulai enam belas tahun yang lalu dan masalah ini masih belum diselesaikan.” Ray hanya menggelengkan kepala dan menghelas nafas pelan.
“Apa maksud mu?” Estas kebingungan dengan ucapan Ray.
“Terlalu merepotkan untuk menjelaskannya disini. Selain itu seharusnya juga terjadi serangan di istana bukan?” Ray mengalihkan ke topik lain.
“Bagaimana kau tau istana juga diserang?” Estas terkejut mendengar pernyataan Ray, istana memang diserang oleh kelompok misterius. Namun, tujuannya adalah kediaman Mark Von Ainsworth yang berada di sudut belakang istana. Selain itu, serangan itu dilakukan oleh tujuh orang Tingkat Lord. Itu juga alasan Estas terlambat datang saat White Feathers Restauran diserang.
Alis Estas semakin naik saat Ray mengatakan kediaman Mark diserang. “Apa dia yang mengirim orang-orang itu? Tidak mungkin, karena Mephistopeles sudah mengakui kalau orang-orang itu adalah orangnya.” Estas menekan kemungkinan yang muncul dipikirannya.
Melihat ekspresi Estas Ray yakin kalau tebakannya benar, “Mereka bergerak lebih cepat dari yang ku perkirakan, untungnya aku sudah memasang array pelindung di rumah sampah itu.” Ucap Ray pelan.
“Jadi penghalang itu adalah ulah mu?” Estas kembali takjub dengan Ray, array pelindung yang dia temukan melindungi kediaman Mark bahkan mampu menahan serangan penuh darinya setidaknya sepuluh kali sebelum hancur. “Berapa banyak rahasia yang disimpan bocah bau ini?” Batin Estas dalam hati.
“Beruntung semuanya masih sesuai dengan perkiraan ku, tapi masih ada beberapa hal yang diluar prediksi. Sekarang bukan saat yang tepat.” Ray melepas pikirannya untuk sementara.
“Pak tua, lebih baik segera urusi orang-orang yang terluka dan meninggal, lalu segera kabari keluarga mereka.” Ray membangunkan Estas dari keterkejutannya.
“Kau benar, masih ada masalah itu.” Estas menanggapi.
Catatan :
Tahun ini saya mendapat cuti selama 3 hari saat natal, jadi saya menyempatkan menulis beberapa chapter lebih setelah mengarsipkan pekerjaan saya.
Yah, walaupun sebenarnya saya tidak merayakan hari natal. Tapi syukurlah dapat liburannya juga 😁😁😁
Jadi hari ini saya mengupload dua chapter tambahan untuk bonus hari natal.
Di akhir kata saya mngucapkan selamat hari natal bagi yang merayakan 😉😉
And have fun... 😉