
Pagi hari di tempat pelatihan Pos Perbatasan Hutan Kematian. Seorang pria muda berambut hitam kecoklatan dengan mata ungu sedang berhadapan dengan tiga orang prajurit dalam pelatihan pertarungan jarak dekat. Pria muda ini tak lain adalah Ray Ainsworth yang sekarang sedang berada di Pos Perbatasan setelah pertarungan sepanjang malam dengan kelompok pembunuh dua hari yang lalu.
Ray memegang pedang besi yang sudah ditumpulkan dan dikhususkan untuk pelatihan, dihadapannya berdiri tiga orang prajurit dengan sebuah perisai dan sebuah pedang di masing-masing tangannya.
“Kalian siap?” Ray berkata pada ketiga prajurit di depannya.
“Siap!!!” Ketiga prajurit menjawab dengan kompak.
“Ayo kita mulai!” Ray menyerang salah prajurit dengan lompatan cepat ke depan dan berhasil menangkap posisi lengah prajurit tersebut. Serangan Ray langsung menghempaskan perisai yang dipengangnya, sebelum serangan selanjutnya memukul bagian belakang leher prajurit tersebut dan membuatnya tidak sadarkan diri.
Melihat rekannya tumbang dalam dua serangan prajurit yang lain menyerang Ray dari belakang. Ray berhasil menganstisipasi serangan yang datang dari belakang dan kemudian menghindarinya dengan melompat ke samping.
Ray memutar tubuhnya dan dengan gerakan yang cepat menendang perut prajurit yang baru saja menyerangnya membuat prajurit tersebut mundur beberapa meter. Seolah tak ingin memberi Ray waktu untuk bernafas prajurit terakhir menyerang Ray yang masih dalam posisi menendang.
Namun sayangnya Ray berhasil menghindari dengan gerakan salto berputar lalu menendang kepala prajurit terakhir bersamaan dengan tubuhnya yang turun ke bawah. Dengan kekuatan tendangan Ray dan posisi terjatuh tubuhnya saat melakukan tendangan membuat prajurit terakhir langsung kehilangan kesadaran.
Pertarungan akhirnya selesai dalam waktu singkat dengan kemenangan mutlak Ray tanpa perlawanan. Ray sekarang berdiri di tengah tiga orang prajurit yang tidak sadarkan diri.
“Kemampuan koordinasi kalian cukup baik, tapi sayangnya kalian sangat kurang waspada pada serangan kejutan musuh. Dan juga serangan kalian sama sekali tidak bertenaga.” Ray mengevaluasi kondisi prajurit yang bertarung dengannya.
Malam sebelumnya Ray dimintai tolong Ralf untuk membantu pelatihan para prajurit baru. Awalnya Ray berniat menolak tapi setelah dia berpikir ulang, lebih baik membantu meningkatkan kemampuan prajurit yang baru tiba di sini mengingat aktivitas Binatang Iblis yang semakin ganas. Karena itulah sekarang Ray berada di tempat pelatihan untuk melatih para prajurit.
Ketiga orang prajurit yang dilawan Ray bisa dibilang termasuk sepuluh prajurit terkuat di Pos Perbatasan ini, tapi menurut Ray ketiganya hanya sedikit lebih baik dari kurir pengantar pesan di kelompok bawah tanah miliknya, Dark Note.
Ray kemudian membangunkan ketiga orang yang pingsan dan memberikan Heal Potion untuk mereka. Kemudian Ray memanggil semua prajurit untuk berkumpul dan membentuk barisan dengan jarak dua meter setiap orangnya.
“Pertama biar ku katakana kondisi kalian sekarang. Kemampuan kalian sangat buruk sampai ke tingkat yang mengerikan. Ketiga orang ini contohnya, Jenderal Ralf mengatakan mereka adalah salah satu prajurit terbaik di sini. Tapi bagi ku mereka tak lebih dari kurir pengantar pesan yang biasanya aku latih!” Ray mengatakan kenyataan yang mengejutkan bagi semua prajurit.
Setelah perkataan Ray turun, semua prajurit menjadi rebut dan mulai berteriak menyangkal perkataan Ray.
“Apa maksud mu!!!”
“Berhenti bicara omong kosong!”
“Bagaimana bisa seorang prajurit terlatih seperti kami disamakan dengan kurir pesan!!!”
“Siapa kau berani bicara omong kosong seperti itu!!!”
Ray hanya diam dan mendengarkan semua teriakan kemarahan para prajurit. Ray sendiri paham bahwa setiap orang di sini sudah melalui pelatihan setidaknya tiga tahun di Sekolah Militer milik Silver Moon Kingdom, karena itu mereka memiliki kebanggan mereka sendiri.
Sekolah Militer sendiri merupakan tempat pelatihan bagi calon prajurit dan calon jenderal di Silver Moon Kingdom, meskipun mereka masih kalah dari Silver Moon Academy. Tapi seseorang yang lulus dari Sekolah Militer biasanya akan menjadi anggota militer Silver Moon Kingdom dan juga sangat dihormati.
Namun Ray sama sekali tidak peduli dengan semua omong kosong ini, karena dengan kemampuannya sendiri Ray sudah cukup mampu untuk mengahancurkan semua kebanggaan yang dimiliki Sekolah Militer di bawah kakinya. Ray memiliki keyakinan penuh baik dalam ketrampilan tempur maupun strategi perang.