
Hari ini Silver City lebih ramai dari hari-hari biasanya, karena hari ini adalah hari diselenggarakannya lelang tahunan Silver Moon Pavilion. Dalam pelelangan tahunan akan terdapat banyak barang berharga bagi para pejuang dan penyihir, selain itu akan ada juga bahan-bahan langka bagi para Blacksmith dan Alchemist.
Lelang tahunan Silver Moon pavilion selalu mengundang banyak tamu dari seluruh Silver Moon Kingdom, bahkan terkadang akan ada beberapa orang dari kerajaan dan kekaisaran lain yang menghadiri lelang. Karena itulah Silver City selalu ramai saat menjelang lelang tahunan dimulai akibat kehadiran banyak tokoh penting dari berbagai daerah.
Saat ini Ray sedang berjalan menuju Silver Moon Pavilion dengan mengenakan setelan hitam yang tak lain adalah Night Heaven Clothes yang juga merupakan Magic Tool Diamond Low-tier. Selain itu Ray juga mengenakan topeng yang menutupi bagian atas wajahnya guna menyembunyikan identitasnya, sama seperti saat dia pertama kali mengunjungi Silver Moon Pavilion.
Sampai di depan Silver Moon Pavilion Ray disambut oleh seorang pelayan. Pelayan tersebut meminta Ray menunjukan kartu undangan miliknya dengan hormat. Ray mengeluarkan kartu yang sebelumnya diberikan Olivia pada pertemuan pertama mereka. Pelayan yang melihat kartu VIP milik Ray langsung mengantarkan Ray ke salah satu kamar pribadi di lantai ketiga tempat pelelangan dilaksanakan.
Dari dalam kamar pribadi Ray bisa melihat hanya ada sepuluh kamar pribadi di lantai ketiga dan kamarnya adalah nomor sepuluh. Selain itu disamping kamar yang Ray pakai semua kamar lainnya memiliki plat nama pengenal di depan kamar pribadi mereka, tak lama kemudian seorang pelayan kembali membawa sebuat plat nama kosong. “Tuan tolong tuliskan sesuatu tanda pengenal anda.” Pinta pelayan tersebut.
“Terserah aku mau menulis apapun?” tanya Ray pada pelayan itu, sambil mulai menulis di tanda pengenal.
“Eh, sebaiknya tulis sesuatu yang bisa menjadi pengenal tuan agar tak terjadi perdebatan yang tak perlu.” Pelayan itu meminta Ray untuk menuliskan asalnya dengan benar, karena tak mau ada masalah yang tak perlu.
“Uhuk...uhuk... sepertinya aku terlanjur menulis sesuatu.” Ray baru saja menyelesaikan tulisannya saat pelayang itu berbicara.
“I.i.ini... apa tuan yakin akan menggantung ini?” pelayan tersebut bertanya ragu-ragu.
“Karena sudah terlanjur ditulis, kau tempelkan saja. Lagipula itu hanya sebuah tanda pengenal.” Jawab Ray tanpa beban.
“Hah... baik tuan.” Pelayan itu hanya pasrah dengan jawaban Ray dan menggantung tanda pengenal di depan kamar pribadi Ray.
Ray duduk sambil memakan buah yang tersedia dalam kamar pribadinya setelah pelayan itu meninggalkan dirinya sendiri dalam ruangannya. Setelah beberapa menit Ray bisa merasakan kalau sembilan kamar lainnya sudah terisi dan masing-masing pemilik kamar memiliki aura setidaknya tingkat lord. Disaat yang sama Ray memperhatikan sembilan penghuni kamar VIP lainnya, hampir semua tempat duduk dalam pelelangan terisi.
Setelah semua tamu datang seorang gadis cantik berdiri ditengah-tengah panggung, Ray sedikit terkejut karena awalnya dia berpikir bahwa Olivia yang akan menjadi juru lelang acara ini karena sebelumnya yang ditemuinya di Silver Moon Pavilion sebagai seorang manajer adalah Olivia. Namun ternyata justru Miria yang menjadi juru lelang dalam pelelangan ini.
“Tuan dan Nyonya sekalian, terimakasih telah hadir dalam acara pelelangan tahunan ini. Saya Miria Schtrom akan menjadi pemandu lelang kali ini. Seperti biasanya lelang akan dimulai dari barang dengan nilai terendah sampai barang dengan nilai tertinggi sebagai barang lelang utama.” Miria berhenti sebentar.
“Namun tahun ini kami akan melelang sepuluh barang utama yang berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya lima barang utama. Baiklah mari kita mulai dengan barang lelang pertama...”