
Ralf menyimpan metode pelatihan yang diberikan Ray. “Ini benar-benar metode yang brilian, sepertinya desas-desus rumor tentang kau yang membentuk pasukan bawah tanah terkuat di Silver Moon Kingdom bukan hanya sekedar rumor.” Ucap Ralf sambil mendesah saat dia teringat salah satu rumor yang tersebar di kalangan militer.
“Rumor hanyalah sekedar rumor, tapi mereka tak selalu menjadi sebuah omong kosong. Jika kau ingin menanggapi rumor dengan bijak, cukup memikirkannya sebagai setengah kebenaran dan setengah kebohongan. Dengan begitu kau akan bisa menjaga kewaspadaan mu terhadap hal-hal yang tak pasti tapi juga tak terseret panik karenanya.” Ray memberikan saran pada Ralf.
“Yah, kau mungkin benar. Tapi sayangnya tidak semua orang bisa berkepala dingin dan berpikiran rasional seperti mu di beberapa situasi yang merugikan mereka.” Ralf menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.
“Haha... Kau mungkin benar, tapi apakah kau tak memikirkan atau melihat hal ini dari sudut pandang lain? Misalnya seperti, aku sengaja menyebarkan rumor ini di sekitar kerajaan agar mereka lebih memerhatikan dan waspada pada ku?” Ray tertawa kecil saat membalas perkataan Ralf.
“Maksud mu Ray?” Ralf tidak bisa memahami niatan Ray.
“Apa yang paling ditakuti orang-orang di dunia ini?” Tanya Ray singkat.
“Bahaya... Sesuatu yang bisa mengancam atau merugikan diri kita. Tidak... Mungkin lebih tepatnya bahaya yang menurut kita bisa mengancam diri kita tapi kita tidak mengetahuinya bahaya apa itu sepenuhnya...” Ralf akhirnya memahami apa yang dimaksudkan Ray.
“Jangan bilang, kau sengaja membuat rumor itu tersebar luas karena kau berniat menggunakannya untuk menakuti-nakuti para bangsawan dan mengancam orang-orang yang menetang mu?” Tanya Ralf sambil menyimpulkan dugaannya.
“Begitulah, terkadang gertakan juga menjadi senjata yang ampuh untuk menjaga diri tergantung pada kemampuan dan bagaimana cara kalian menggunakannya.” Jawab Ray sambil tersenyum.
“Kau benar-benar orang yang penuh misteri, sebelumnya rumor tentang mu hanya berisi tentang jenius terkuat Silver Moon Kingdom yang tersembunyi. Tapi entah bagaimana beberapa bulan yang lalu rumor tentang mu mulai berubah dan berisi hal-hal yang mencengangkan.” Ralf menggelengkan kepalanya setelah menerima semua informasi dan pengetahuan baru tentang Ray.
“Jangan terlalu memikirkan hal-hal yang tak penting seperti itu. Kau sendiri juga bisa dibilang orang yang luar biasa, sangat jarang ada seorang yatim piatu yang berasal dari rakyat biasa dan bisa menjadi salah satu Jenderal terbaik Silver Moon Kingdom.” Ray tersenyum sambil memuji Ralf.
“Yah, mungkin... Tapi jujur sepertinya gelar jenius yang diberikan pada ku sudah tak layak lagi setelah aku bertemu dengan mu. Kita berdua disebut jenius di generasi kita, tapi jarak antara diriku dengan mu bagaikan langit dan bumi.” Ralf menghela nafas rendah.
“Sudahlah, berhenti memikirkan hal tak berguna seperti ini. Dan juga bagaimana dengan permintaan ku sebelumnya? Apa kau bisa menyiapkan tempat untuk latihan James dan timnya?” Ray kembali menggeser topik pembicaraan.
Alasan Ralf menjadi prajurit adalah agar tidak ada orang yang mengalami nasib yang sama dengannya tapi dia juga paham kalau dia tak akan bisa mencapai impiannya seorang diri. Jadi saat Ralf bisa mendapatkan bantuan gratis dari seseorang dengan kemampuan setingkat Ray, tak ada alasan untuk mengatakan tidak pada permintaan sepele seperti ini.
“Senang bicara dengan orang yang cerdas, sepertinya kau juga tahu alasan ku di sini untuk mengurangi masalah gelombang Binatang Iblis yang semakin banyak terjadi setiap bulannya, bukan?” Ray tertawa kecil.
“Yah, aku mendengar dari beberapa informan milik ku di Silver City kalau Yang Mulia Raja mengirim seseorang ke sini sebagai bala bantuan tapi aku sama sekali tak tahu kalau itu akan menjadi dirimu.” Ralf tersenyum dan tertawa kecil.
“Aku hanya bisa mengurangi jumlah Binatang Iblis dan melatih para prajurit, sisa masalah lainnya hanya bisa kau pikirkan sendiri jalan keluarnya.” Ray tersenyum kecil.
“Sebenarnya bantuan mu sudah lebih dari cukup, selain itu aku dengar kalau siswa Silver Moon Akademi akan melalukan pelatihan di Hutan Kematian. Seharusnya itu juga termasuk dalam usaha ‘mengurangi jumlah’ Binatang Iblis, bukan?” Ralf menambahkan.
“Kau benar.” Jawab Ray singkat sebelum melanjutkan, “Kalau begitu aku pergi dulu, masih ada beberapa hal yang perlu aku bereskan.” Ray pamit undur diri pada Ralf lalu tanpa menunggu jawaban Ralf, Ray langsung menuju tempat Schnee dan Syr yang masih duduk di tribun penonton.
“Schnee, Syr, ayo pergi. Aku akan mencoba memeriksa kondisi Schnee dengan lebih teliti dan mencoba mencari tahu apa aku bisa melakukan sesuatu untuk membantunya.” Ray menawarkan bantuan.
“Iya, terimakasih.” Schnee menunduk berterimakasih.
“Terimakasih Ray.” Sahut Syr berterimakasih.
“Tak masalah, ayo ikut aku kembali ke tenda ku.” Ray mengajak mereka ke tenda miliknya agar dia mulai memeriksa kondisi Schnee.
Schnee dan Syr mengikuti Ray ke tenda miliknya setelah mengucapkan salam pada Ralf untuk undur diri.