
“Bibi Anna.” Ray melihat dua orang wanita cantik yang terlihat mirip keluar dari rumah utama. Dua wanita ini tak lain adalah Eva Rogue dan kakaknya Anna Rogue.
“Mama....!!!” Elena langsung melepaskan diri dari pelukan Ray dan melompat ke dalam pelukan Anna.
“Elena, sepupumu baru saja kembali. Biarkan dia beristirahat dulu.” Anna menegur putri bungsunya dengan lembut.
“Hehe... habis yang lain pada sibuk dan tak ada yang mau menemani ku bermain.” Elena menjawab dengan nada manja.
Entah mengapa melihat interaksi ibu dan anak membuat Ray merasa tenang setelah semua masalah yang menimpa dirinya. Saat ini Ray melihat wanita dibelakang Anna yang tak lain adalah Eva, Ray bisa melihat dengan jelas kalau Eva sedang menahan air matanya.
“Bibi Eva, maaf sudah membuat mu khawatir.” Ray mendekati Eva. Saat suara Ray baru turun Eva langsung memeluknya dengan erat seolah takut dia menghilang lagi.
Bagi Eva Ray sudah seperti putranya sendiri karena dia sudah merawat Ray sejak bayi, karena ibu kandung Ray Tiffa Dragnir meninggal saat melahirkan Ray.
“Tak apa yang penting kau baik-baik saja sekarang.” Eva memeluk Ray erat seolah takut kelihanagan Ray lagi. Tanpa sadar matanya meneteskan air mata karena senang Ray kembali baik-baik saja.
“Eva, Ray, Vali ayo masuk. Tidak sopan untuk berbicara disini.” Ucapan Anna memecahkan suasana haru, membuat mereka sadar kalau mereka masih berada di depan rumah dan banyak orang lalu Lalang.
“Hemm...” Eva melepaskan Ray dari pelukannya. “Kau perlu menjelaskan apa yang terjadi pada mu setelah kau menghilang.” Lanjut Eva.
“Hm, aku akan menjelaskan semuanya setelah didalam.” Ray mengikuti Eva dan yang lainnya masuk ke dalam rumah.
“Jadi Ray, apa yang terjadi saat kau menghilang selama sebulan?” Eva mengajukan pertanyaan tentang apa yang terjadi pada Ray saat menghilang.
“Jadi malam itu...” Ray mulai menjelaskan tentang apa yang terjadi sejak malam dia mulai terbangun di dunia ini. Ray menjelaskan saat dia diserang oleh orang suruhan Mark, kemudian berhasil kabur. Lalu bertarung dengan Venom Spider yang tiba-tiba muncul di lingkungan kumuh. Ray menceritakan semua hal yang dia alami kecuali tentang fakta bahwa dirinya adalah transmigator dari dunia lain dan juga tentang sistem dewa yang dimilikinya.
“Karena semua itu aku tak bisa langsung kembali ke rumah. Lagipula jika aku langsung kembali itu juga akan membuat mereka waspada dan mungkin akan mengubah rencana penyerangan mereka.” Ray menutup penjelasannya tentang apa yang dia alami dengan alasan mengapa dia tak langsung kembali ke rumah.
“Aku tak habis piker kau mengalami semua itu dalam satu bulan saat kau menghilang.” Anna menghela napas panajng saat mendengar semua cerita Ray. “Itu pasti berat untuk mu.” Anna menunjukan keprihatinannya dengan apa yang terjadi pada Ray.
Sementara Eva sudah mulai meneteskan air mata saat Ray masih ditengah-tengah ceritanya dan baru bisa tenang setelah Ray menyelesaikan ceritanya.
Elena yang dari tadi ikut mendengarkan cerita Ray dari pangkuan ibunya, justru merasa cerita Ray luar biasa. “Wow, Kak Ray hebat. Luar biasa...” Elena berdiri dari pangkuan Anna dan melompat ke arah Ray.
Ray dengan sigap menangkap Elena agar tak terjatuh. “Hei, Elen jangan melompat seperti itu! Berbahaya!” Ray menegur Elena sambil mencubit pipinya.
“Ammpwaan Kaak Lay...” Elena meminta Ray melepaskan cubitannya.
“Jangan mengulanginya lagi” Ray menyentil pelan dahi Elena.
Elena hanya tersenyum dan tertawa menanggapi Ray. Mereka terus melanjutkan pembicaraan mereka tentang Ray dan semua hal yang baru-baru ini terjadi terjadi di kerajaan.