
Seperti yang sudah diperkirakan oleh Ray sekelompok Wind Wolf muncul dari sebelah utara padang rumput. Melihat sekelompok serigala yang dipimpin oleh seekor Wind Wolf yang hampir dua kali lebih besar dari yang lainnya, Ray memutuskan untuk mengurangi jumlah Binatang Iblis sebelum menyerahkannya pada Vali dan kelompoknya.
Ray mengangkat kedua tangannya ke arah yang berlawanan, sambil memadatkan angin di tangan kirinya dan membakar hydrogen dan oksigen yang menciptakan api biru yang sangat panas di tangan kanannya. Ray menyatukan kedua sihir yang dia buat di masing-masing tangannya dan menghempaskannya ke arah kawanan Win Wolf.
“Boom!!!” Bola api biru meledak saat mengenai kawanan Wind Wolf, lalu asap putih dan debu menyebar ke segala arah menutupi hasil serangan Ray.
Tak lama berselang asap dan debu mulai menipis dan dibalik asap dan debu terlihat enam sosok berdiri dengan salah satunya memiliki tubuh yang lebih besar. Ray bisa melihat jika hanya Wind Wolf dengan Tingkat Raja saja yang berhasil keluar tanpa luka.
Diantara lima Wind Wolf lainnya masing-masing menerima luka ringan hingga berat. Selain itu lima Wind Wolf yang terbunuh Sebagian besar memiliki tubuh mereka hancur atau hangus terbakar akibat serangan yang dilakukan oleh Ray.
“Baiklah, aku akan menangani Wind Wolf yang paling besar, sementara lima lainnya akan menjadi lawan kalian untuk berlatih. Pastikan keselamatan kalian lebih dulu, dan jangan terlalu memaksakan diri untuk mengalahkannya dengan cepat.” Ray lanngsung meninggalkan kelompok dan menyerang Wind Wolf terbesar.
Vali dan kelompoknya langsung menghadapi sisa Wind Wolf yang terluka. Vali dan Natasha masing-masing menghadapi seekor Wind Wolf seorang diri. William, Alice, dan Ying Yueru menghadapi Wind Wolf ketiga. Sementara Elli dan Olivia menahan dua Wind Wolf yang tersisa dengan Miria memberikan sihir dukungan kepada mereka.
Vali mengeluarkan Venom Sword dari sarungnya dan mulai menyerang Wind Wolf dengan lincah. Teknik pedang yang digunakan Vali mengandalkan kelincahan dan kecepatan berbeda dengan teknik yang dia latih sebelumnya. Hal ini karena Ray mengajari teknik baru ini kepada Vali setelah melihatnya menggunakan augmentasi elemen petir saat bertarung dengan Ras Iblis sebelumnya.
Valiberhasil melukai Wind Wolf dengan beberapa tebasan yang membuat Wind Wolf yang sudah terluka menjadi tak bisa bergerak lagi karena racun dari Venom Sword yang digunakan Vali. Setelah melihat Wind Wolf sudah tak bisa bergerak dengan cepat Vali menebas kepala Wind Wolf dan membantu kelompok Elli, Olivia, dan Miria.
Sementara itu di sisi lain pertempuran, William memegang Longsword besar dengan dua tangan dan menghadapi Wind Wolf secara langsung. William menghadapi Wind Wolf untuk menahannya dalam pertempuran jarak dekat, sementara Ying Yueru dan Alice membantunya dengan sihir serangan jarak jauh.
Ying Yueru menggunakan sihir elemen es dan membuat puluhan jarum es untuk menyerang Wind Wolf, dan Alice mengeluarkan tombak api sepanjang satu meter dengan sihirnya dan menyerang Win Wolf dari belakang. Akibat serangan tiga arah dari William, Ying Yueru, dan Alice akhirnya Wind Wolf menyerah dan terbunuh setelah William menusuk jantungnya.
Natasha berhadapan Wind Wolf lainnya dengan cukup mudah. Natasha terus menerus menghindari serangan dari Wind Wolf dan menjaga jarak dari Binatang Iblis itu, sebelum menunggu waktu yang tepan menggunakan sihir api yang membentuk tombak api yang menusuk melalui kepala sampai menembus bagian belakang Wind Wolf itu dan membunuhnya seketika.
Miria menggunakan sihir support muliknya untuk memulihkan mana dan stamina milik Elli dan Olivia untuk memastikan mereka cukup kuat untuk bertahan hingga Vali bisa dating dan membantu mereka. Setelah ketiga gadis bertarung selama sepuluh menit akhirnya Vali dating dan membantu mereka.
Vali bergerak dengan cepat dan memanfaatkan sihir elemen petir miliknya untuk meningkatkan kecepatan dan kelincahannya. Setelah sampai ke tempat Elli, Oliva, dan Miria bertarung Vali langsung bergegas ke arah dua Wind Wolf yang sudah sangat lemah dan menghabisi masing-masing darimereka dengan satu tebasan di lehernya.
Semua anggota kelompok itu akhirnya merasa tenang setelah melihat kelima Wind Wolf yang tersisa benar-benar tumbang. Mereka merasakan sulitnya pertarungan untuk pertama kalinya, saat mereka dipaksa melawan Binatang Iblis yang melampaui level mereka sendiri. Sementara mereka akhirnya merasa lega sebuah suara santai keluar dari belakang mereka.
“Kenapa kalian lama sekali, aku bahkan sudah selesai menguliti Wind Wolf yang ku lawan.” Ray berkata dengan santainya sambil memilah bagian-bagian Wind Wolf yang sudah dipisahkannya.
Melihat pemandangan di depan mereka, Vali dan kelompoknya merasakan betapa kuatnya kemampuan bertarung Ray saat mereka mulai berpikir mungkin Ray adalah monster dengan kulit manusia.
“Entah kenapa, aku merasa kalau kalian sedang memikirkan ku dengan cara yang tidak sopan.” Ucap Ray dengan menaikan alisnya.
“Hahaha... itu mungkin hanya perasaan mu saja Ray...” Vali dan kelompoknya tertawa canggung saat melihat Ray mengetahui apa yang mereka pikirkan.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Terimakasih sudah mengikuti karya saya... Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bisa membangun kemampuan menulis saya...
See you next chapter and have fun...