
Ray mengeluarkan pedangnya dari spatial ring miliknya, itu adalah Void Sword yang digunakannya untuk bertarung melawan Binatang Iblis Tingkat Kaisar sebelumnya. Ray menarik nafas panjang dan mulai menenangkan dirinya, dia memandang Flame Chimera yang berdiri di depannya.
Selain sayapnya yang hancur akibat serangan mendadak yang dilancarkan Little Black, Flame Chimera sama sekali tidak mengalami luka atau cidera lainnya karena dia bisa melapisi hampir seluruh tubuhnya.
“Melihat keadaannya sekarang, sepertinya benda besar ini bisa melapisi seluruh tubuhnya dengan sisik kecuali sayap dan bagian tungkul tempat sayapnya terhubung dengan punggungnya.” Ray mengamati Flame Chimera dengan seksama, dia bisa melihat hanya bagian sayap Flame Chimera yang tak terlindungi.
“Biar ku lihat, apa bagian yang tak terlindungi juga sulit ditembus.” Ray melompat dan langsung berlari menyerang Flame Chimera.
Ray tidak menggunakan gerakan yang kuat dan hanya menebaskan pedangnya sekuat tenaga, namun karena gaya dorong kinetik dari saat dia berlari, serangannya jauh lebih kuat dari biasannya.
“Baaaammm!!!!” Flame Chimera menyilangan kedua lengannya untuk menahan serangan Ray tapi malah membuat tubuhnya terlempar menjauh akibat kekuatan serangan Ray.
Ray yang melihat Flame Chimera di terbangkan, tanpa membuang waktu langsung menggunakan kecepatan penuhnya untuk bergegas ke arah punggung Flame Chimera yang masih terpental. Ray menggenggam Void Sword dengan kedua tangannya dan menebas tepat pada pertemuan sayap dan punggung Flame Chimera dan berhasil membuat sebuah sayatan besar di punggung Flame Chimera yang membuat darahnya bercucuran.
“Sepertinya kau bahkan tidak bisa melindungi seluruh bagian tubuh mu, bukan? Karena kelemahan mu sudah terlihat ayo kita akhiri ini dengan lebih cepat.” Ray kembali melompat dan menancapkan pedangnya ke dalam sayatan di punggung Flame Chimera, lalu memutar pedangnya dan menebaskannya ke atas membelah kepala Flame Chimera menjadi dua.
“Ding~~~ Selamat tuan rumah berhasil membunuh Flame Chimera Tingkat Kaisar (Kelas Unik). Mendapatkan 175000 Exp.”
“Ding~~~ Selamat tuan rumah naik level. Bonus Status Point +5.”
“Ding~~~ Selamat tuan rumah menyelesaikan Misi Utama [Misteri Hutan Kematian] Bagian 2. Apakah tuan rumah akan menerima reward?”
“Aku jadi merasa bersalah saat berhasil mengalahkannya dengan cepat karena James dan Little Black sudah berhasil melemahkan sampai tingkat ini. Biarlah, aku akan membalas mereka nanti... Terima Reward.”
“Ding~~~ Memunculkan STATUS.”
\~\~\~***\~\~\~
Nama : Ray Ainsworth (16)
Tittle : [Sang Pembantai] [Blacksmith] [Alchemist]
Ras : Manusia
Level : 83
Exp : [ 13900 / 600000 ]
HP : 5600
MP : 6200
STATUS (SP = 5)
STR : 270
VIT : 280
DEX : 300
AGI : 280
INT : 310
LUC : 999
Skill : Alchemist (A), Blacksmith (A), Sihir Element Api (A), Sihir Element Air (A), Sihir Element Tanah (A), Sihir Element Angin (A), Sihir Element Petir (A), Sihir Penyembuhan (A), Regenerasi (P), Peningkatan Fisik (P), Ketrampilan Pedang Dasar (P), Divine Sense (A), Analyze (A), Bahasa Universal (P), Memori Eidetik (P),
\~\~\~***\~\~\~
“Sepertinya kemampuan ku meningkat lagi, sekarang bahkan jika status ku dihitung dengan bola kristal prngukur kekuatan mungkin sudah sekitar 330-an? Ini mungkin sedikit lebih tinggi dari milik Kakek Estas.” Ray mengangguk puas dengan peningkatannya selama berada di Hutan Kematian.
“Saat aku masih di Bumi, ada banyak orang yang mempercayai pepatah ‘setiap bahaya dan masalah akan membuat seseorang lebih kuat’ atau semacamnya. Mungkin itu benar-benar terjadi sekarang?” Ray terkekeh pelan.
Ray merasa pilihannya pergi ke Hutan Kematian memberikan banyak peningkatan dalam kekuatannya dan juga membuat Ray lebih memahami kemampuan yang dimilikinya. “Tapi aku masih harus menyelesaikan misi utama berantai sialan ini.” Gumam Ray.
“Biarkan saja untuk sekarang, aku hanya akan pergi menemui James dan yang lainnya...” Ray berbalik dan berniat pergi menemui kelompoknya.
Ray tidak menyadari saat dia berbalik, mayat Flame Chimera mulai mengerut sebelum menghilang dan hanya menyisakan setetes darah berwarna merah menyala. Saat Ray berniat kembali ke kelompoknya, tetesan darah itu langsung melesat dan memasuki tubuh Ray.
Ray merasakan sesuatu memasuki tubuhnya tapi tidak mengetahui benda ap aitu, sebelum rasa sakit yang luar biasa menyerang tubuhnya.
“AAArrrgghhhh……” Ray menjerit sekeras-kerasnya saat merasakan semua darah dalam tubuhnya mendidih. Setiap otot dalam dagingnya terasa terbakar lalu dipulihkan hanya untuk dibakar lagi. Semua proses berulang-ulang dan menyiksa Ray tanpa henti.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Dan ini adalah chapter baru untuk hari ini...
Terimakasih sudah mengikuti karya saya... Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bisa membangun kemampuan menulis saya...
See you next chapter and have fun...