Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 139 - Percakapan di Kereta Kuda II


Di dalam kereta kuda lain.


Saat ini di dalam sebuah kereta kuda yang terlihat sedikit berbeda dengan sembilan kereta kuda lainnya tiga orang gadis sedang berbincang riang di dalamnya.


“Hei, Alice kenapa paman meminta mu ikut dalam perburuan ini?” Tanya seorang gadis berambut merah panjang dengan mata berwarna merah terang pada temannya.


“Natasha, aku juga takt ahu. Ayahanda hanya mengatakan kalau aku perlu mengenal seseorang di sini.” Jawab gadis berambut merah bergelombang dengan mata biru bernama Alice.


“Hm... Alice kau bilang ayah mu meminta mu kesini untuk mengenal seseorang?” Tanya seorang gadis dengan rambut hitam panjang dan tubuh ramping.


“Iya Yueru, ayahanda mengatakan hal itu dan dia juga bilang mungkin aku dinikahkan dengan pria ini.” Alice menjawab dengan tenang.


Di kalangan para bangsawan pernikahan politik seperti ini sudah menjadi hal yang biasa dan dia beruntung karena ayahnya meminta pendapatnya terlebih dahulu sebelum memutuskan pria yang dinikahinya, karena itulah sekarang Alice berada di sini untuk lebih mengenal pria yang akan dijodohkan dengannya.


“Heh... Kau juga di sini untuk mengawasi seseorang juga...” Gadis berambut hitam panjang yang tak lain adalah Ying Yueru mengerutkan keningnya mencoba memikirkan sesuatu. Ying Yueru sendiri mengikuti perburuan ini atas permintaan ayahnya, Ying Zhen yang merupakan Kaisar dari Qin Empire.


Setelah kembali ke Qin Empire setelah mengikuti lelang tahunan di Silver Moon Pavilion, Ying Yueru melaporkan semua hal terjadi padanya kepada ayahnya, Kaisar Ying Zhen. Ying Yueru menceritakan tentang pelelangan yang diikutinya sampai saat penyerangan yang menimpanya selama pelelangan. Kemudian Ying Yueru menceritakan pada ayahnya tentang Ray yang membantunya dan semua percakapan yang sudah dilakukan Ray dengannya.


Kaisar Ying Zhen yang mendengar semua cerita Ying Yueru cukup terkejut dengan keberadaan Ray sendiri. Sebagai seorang kaisar dari kekaisaran besar, Ying Zhen tentu tahu semua informasi tentang Ray yang merupakan salah satu rahasia terbesar keluarga kerajaan Silver Moon Kingdom.


Dalam informasi yang dimiliki Ying Zhen tercatat kalau Ray terlahir dari hubungan tidak sah antara putra bungsu Julius dan seorang adik perempuan dari jenderal ternama Silver Moon Kingdom. Di sana juga tercatat kalau Ray sendiri sudah berulang kali menolak acara pembaptisan keluarga kerajaan yang berarti menolak untuk menjadi anggota keluarga kerajaan Silver Moon Kingdom.


Selain itu dalam catatan juga tercatat data diri Ray, kemampuan, serta sepak terjangnya di dunia militer dan politik Silver Moon Kingdom sehingga Kaisar Ying Zhen tahu kalau Ray adalah seseorang yang tak tertarik untuk ikut campur masalah politik dan militer Silver Moon Kingdom meskipun dirinya merupakan orang paling berbakat di generasinya.


Setelah mendengar semua cerita dari putrinya, Ying Yueru dan juga semua data dan catatan yang dimilikinya. Akhirnya Kaisar Ying Zhen memutuskan untuk mengirim putrinya mengawasi sementara waktu kebenaran dari sosok Ray itu sendiri. Dan di sisi lain Kaisar Ying Zhen juga ingin membentuk hubungan dengan Ray melalui putrinya.


“Yueru, apa yang sedang kau pikirkan? Dan apa maksud mu dengan juga...?” Tanya Alice mengganggu lamunan Ying Yueru.


“Ah, itu... Sebenarnya ayahanda ku juga meminta ku untuk mencari tahu tentang seseorang dan mengenalnya lebih dekat, karena itu aku terkejut kalau kau mendapatkan permintaan yang sama...” Jawab Ying Yueru dengan sedikit canggung.


“Itu seorang pemuda yang merupakan keturunan inti dari keluarga Ainswoth, Namanya adalah Ray Ainsworth.” Ying Yueru menjawab dengan suara pelan sambil memerhatikan reaksi dari Alice.


Alice merasa sedikit terkejut dengan jawaban Ying Yueru dan ekspresi wajahnya sempat berubah sedikit sebelum kembali tenang, dia sama sekali tidak mengharapkan kalau orang yang ayahny minta dia awasi dan juga calon orang yang akan dijodohkan dengannya merupakan orang yang sama yang menarik perhatian Kaisar Ying Zhen dan target pengawasan dari Ying Yueru.


“Eh.. Itu... Yueru, sebenarnya ayahanda juga mengirim ku kesini untuk mengawasi dan lebih mengenal tentang Ray Ainsworth.” Alice mencoba berbicara dengan tenang tapi masih tidak bisa menyembunyikan kecanggungannya.


Sementara itu Natasha yang mengikuti percakapan mereka berdua merasa ada yang aneh dalam percakapan ini, dia mencoba berpikir apa yang diinginkan pamannya dan Kaisar Ying Zhen dari Ray sampai mereka berdua mengirim putrinya sendiri ke tempat seperti ini. Karena bagi Natasha, baik itu Alice dan Ying Yueru merupakan salah satu putri paling berbakat dari masing-masing kekaisaran dan kerajaan walaupun hanya terlahir dari seorang selir.


“Ehm... Alice, Yueru, sebenarnya apa yang sedang kalian bicarakan? Mengawasi Ray? Lebih mengenalnya? Apa kalian akan melakukan sesuatu pada Ray?” Natasha menanyakan kebingungannya pada mereka berdua dengan nada bingung.


Sementara itu, baik Ying Yueru dan Alice yang mendengar pertanyaan Natasha merasa bingung untuk menjawabnya. Berbeda dengan Natasha yang kurang pengalaman dalam hubungan politik dan sosial karena lebih fokus berlatih kemampuan sihirnya, Alice dan Ying Yueru yang merupakan putri langsung dalam keluarga kerajaan jauh lebih paham tentang hal-hal sosial dan politik.


Baik Ying Yueru dan Alice sudah menyadari apa maksud kedua orang tua mereka, yang secara tidak langsung ingin menjodohkan mereka berdua dengan Ray yang meiliki bakat luar biasa tapi tak terlalu terikat dengan keluaraga kerajaan Silver Moon Kingdom dengan harapan kalau di masa depan mereka bisa mendapat bantuan dari Ray jika terjadi sesuatu di keaisaran dan kerajaan mereka.


“Ini bukan masalah besar Natasha, kami hanya diminta melihat kemampuan Ray lebih detail lagi karena mungkin kami akan menjadi sekutu di masa depan untuk menghadapi Ras Iblis yang mulai semakin ganas akhir-akhir ini.” Alice mencoba menjawab dengan setengah kebenaran dan setengah kebohongan karena dia merasa malu untuk mengatakan kalau dia diminta kemari untuk lebih mengenal orang yang mungkin dijodohkan dengannya.


“Oh, begitu...” Natasha hanya mengangguk menerima jawaban Alice yang terdengar masuk akal.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Maaf sebelumnya, karena masih terlalu banyak pekerjaan dan kewajiban di dunia nyata, saya baru bisa update sekarang. Dan saya juga masih harus melakukan beberapa perjalanan jauh di awal bulan ini untuk urusan pekerjaan, jadi saya hanya bisa update saat ada waktu senggang saja.


Terimakasih sudah mendukung dan mengikuti cerita saya sejauh ini. Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang membangun tulisan saya.


See you next chapter and have fun...