Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 164 - Bertarung II


Ray melesat dengan balutan armor petir dan dua buah pedang di masing-masing tangannya, dengan mengandalkan kecepatan, kelincahan, serta akurasi serangan yang luar biasa membuat Ray mampu mengimbangi kelompok Binatang Iblis yang terdiri dari lima Tingkat Raja yang dipimpin oleh Binatang Iblis Tingkat Kaisar.


Ray menyebarkan Divine Sense miliknya untuk memprediksi setiap serangan yang dilancarkan Binatang Iblis yang dilawannya. Ray hanya bisa menahan dan mengimbangi kelompok Binatang Iblis yang dilawannya sambil menyerang sesekali.


Jika dalam situasi biasa Ray mungkin masih bisa melawan dengan lebih bebas, tapi sekarang Ray juga menghawatirkan kondisi Vali dan kelompoknya. Meskipun Ray tahu Little Green cukup kuat untuk melawan beberapa Binatang Iblis Tingkat Raja, tapi kemampuan menyerang Little Green sangat lemah dibandingkan dengan makhluk yang berada di tingkat yang sama dengannya.


Sementara Ray masih berhadapan dengan anggota terkuat dari kelompok Binatang Iblis, Vali dan kelompoknya juga sudah mulai berurusan dengan sisa Binatang Iblis Tingkat Lord. Vali berhadapan langsung dengan dua ekor Flame Phyton Tingkat Lord.


Bagi Vali yang memiliki pengalaman melawan Flame Phyton Tingkat Raja sebelumnya, pertarungan kali ini berjalan lebih lancar. Saat pertarungan melawan Flame Phyton sebelumnya Vali menemukan kelemahannya yaitu bagian sisik dibawah kepala Flame Phyton.


Vali langsung menyerang kelemahan Flame Phyton tanpa ragu karena dia perlu menyelesaikan pertarungan ini secepat mungkin agar Ray juga bisa kembali fokus dalam pertarungannya. Vali berhasil menusuk titik lemah Flame Phyton yang membuatnya lumpuh sementara waktu. Vali tak membuang kesempatan yang dating dan langsung menusuk kepala Flame Phyton dan menghancurkan otaknya.


Setelah membunuh kedua Flame Phyton, Vali langsung bergegas membantu William yang sedang menghadapi Flame Wolf Tingkat Lord. “Will, persempit gerakannya!” Vali berteriak pada William.


William yang mendengar teriakan Vali langsung bergerak untuk mengisolasi Flame Wolf menjauh dari kelompoknya dan Binatang Iblis yang lain sambil mempersempit wilayah geraknya dengan menyerang dari berbagai sisi. Vali melihat Flame Wolf yang telah terisolasi tanpa ragu menusuk punggung Flame Wolf dan membunuhnya seketika.


Natasha dan gadis lainnya sekarang sedang berhadapan dengan tiga ekor Flame Ape dengan bantuan Little Green sebagai pelindung mereka. Natasha sedang berhadapan satu lawan satu dengan salah satu Flame Ape, sementara yang lainnya sedang bertarung melawan Flame Ape yang tersisa.


Vali dan William melihat para gadis kesulitan mengahadapi lawan mereka, Natasha mengalami kesulitan menghadapi Flame Phyton karena sihir elemen api miliknya hanya memiliki efek kecil saat menghadapi Binatang Iblis dengan elemen yang sama.


Gerakan berpedang Natasha tidak terlalu baik dan jika bukan karena kemampuannya yang luar biasa dalam menggabungkan sihirnya dalam teknik berpedang Natasha mungkin sudah tumbang hanya dalam beberapa menit. Natasha menggertakan giginya dan terus bertahan melawan Flame Ape yang ada di depannya.


Vali dan William membantu Natasha untuk mengalahkan lawannya dalam waktu tercepat. William membantu Natasha untuk mempersempit ruang gerak Flame Ape, sementara Vali memanfaatkan kesempatan saat Flame Ape lengah untuk menusuk jantungnya.


“Tinggal dua lagi yang tersisa, sebaiknya kita segera menghabisi mereka agar Ray bisa lebih fokus saat bertarung.” Ucap Vali saat melihat pertarungan Ray dan mulai membantu menghadapi dua Flame Ape yang tersisa.


“Iya.” William dan Natasha mengikuti Vali untuk mengalahkan dua Flame Ape secepatnya.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Dan ini adalah chapter baru untuk hari ini...


Terimakasih sudah mengikuti karya saya... Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bisa membangun kemampuan menulis saya...


See you next chapter and have fun...