
Beberapa sudah berlalu sejak Ray mendapatkan pesan merah darah dari Silver City.
Saat ini sebuah kelompok kereta kuda besar sedang menuju ke arah Pos Perbatasan antara Silver Moon Kingdom dan Hutan Kematian. Kelompok ini berisi sepuluh buah kereta kuda berukuran besar yang masing-masing ditarik oleh empat ekor Flame Horse. Jika dilihat dari ukurannya kereta ini cukup untuk menampung sepuluh orang di dalamnya.
Kelompok besar ini adalah siswa Akademi Silver Moon beserta para guru dan anggota khusus yang datang untuk menambah pengalaman bertarung mereka sekaligus membantu masalah gelombang Binatang Iblis yang cukup menghawatirkan akhir-akhir ini.
Di dalam salah satu kereta kuda termewah yang berjalan sebagai pemimpin rombongan, terdapat beberapa orang sedang berbicara tentang beberapa hal yang mengenai acara perburuan yang akan mereka jalani.
Seorang pemuda bertubuh tinggi dengan rambut merah membuka pembicaraan. “Menurut kalian kenapa pihak kerajaan mengirim kita ke Hutan Kematian? Aku hanya mendengar kalau ini adalah saran Ray untuk meningkatkan pengalaman bertarung kami dan juga sekaligus membantu masalah gelombang Binatang Iblis akhir-akhir ini.”
Sementara itu seorang gadis berambut perak mengutarakan pemikirannya. “Mungkin karena kerajaan kekurangan orang untuk menangani hal-hal semacam ini. Jadi karena masalah ini masih bisa ditangani dengan mengirim beberapa orang di Tingkat Raja dan beberapa orang lain di Tingkat Lord dan di bawahnya sudah cukup untuk mengurus masalah ini.”
“Aku setuju dengan Olivia.” Kali ini seorang gadis dengan penampilan yang mirip dengan gadis berambut perak sebelumnya menimpali.
“Ya, aku juga setuju dengan Miria. Sepertinya yang dikatakan Olivia sangat masuk akal.” Seorang gadis berpenampilan dewasa dengan pakaian training ketat menyetujui perkataan Olivia dan Miria.
“Tapi, Yuri apa kau yakin hanya itu?” Gadis berambut pirang pendek merasa alasan yang diberikan sebelumnya masih belum menjelaskan semuanya.
“Apa maksud mu, Elli?” Yuri merasa aneh dengan sanggahan Elli.
“Yah, maksud ku... Jika itu orang lain itu mungkin menjadi penjelasan yang paling masuk akal, tapi sekarang yang kita bahas adalah orang itu... Apa menurut kalian orang seperti dia hanya akan melakukan hal semacam ini hanya untuk alasan semacam itu?” Lanjut Elli menjelaskan maksudnya.
Setelah mereka mendengar perkataan Elli, mereka akhirnya tersadar kalau orang yang merencanakan hal ini merupakan orang yang sama dengan orang yang menyebabkan banyak kekacauan di ibukota sejak usia muda. Selain itu karena hampir semua orang yang berada di sini adalah orang yang sudah mengenal atau setidaknya terlibat dengan kemampuan Ray dalam merencanakan dan membuat skema, menjadikan mereka lebih mudah pecaya dengan penjelasan Elli.
Pada akhirnya mereka memutuskan untuk mempersiapkan keadaan terburuk yang mungkin mereka alami saat mengikuti perburuan ini. Jika Ray mengetahui tentang pemikiran Vali, Elli, Miria, dan lainnya saat ini, mungkin dia akan marah dan berteriak. ‘Sialan, apa aku selicik itu di mata kalian!’ atau semacamnya.
“Ano... Sebenarnya siapa orang yang kalian maksud?” Seorang pria muda dengan rambut kecoklatan dengan warna mata yang serasi dengan rambutnya menyela percakapan Elli dan lainnya.
“Ah, Pangeran William. Sebenarnya orang kami maksud adalah Ray yang sudah membantu saat terjadi penyerangan Ras Iblis di ibukota dan juga orang yang sama dengan yang telah membantu penggagalan skema pembunuhan terhadap Putri Ying Yueru.” Vali menjelaskan tentang Ray.
“Vali, tak perlu memanggil seperti itu karena sekarang kita tidak dalam acara formal. Selain itu, meski aku seorang pangeran aku juga masih sepupu mu jadi tak perlu terlalu formal saat kita sedang bicara secara pribadi, cukup panggil saja aku seperti saat kita bermain sewaktu kecil.” William sedikit kurang senang saat identitasnya diangkat.
“Ha... Baiklah, Will.” Vali menuruti permintaan William.
“Jadi, apakah Ray yang kalian maksud itu adalah Sepupu Ray?” Tanya William memastikan.
“Iya, itu Ray yang sama.” Vali mengangguk.
“Jadi itu memang Sepupu Ray...” William sedikit terkejut dengan kemampuan Ray, meski dia tahu Ray sangat berbakat dalam sihir dan juga memiliki kecerdasan yang luar biasa. Tapi menggagalkan serangan Ras Iblis dan menggagalkan pembunuhan seorang putri adalah hal yang luar biasa.
William Von Ainsworth adalah satu-satunya putra yang dimiliki Chris Von Ainsworth yang merupakan Raja Silver Moon Kingdom. Dengan kata lain William adalah Pangeran Mahkota dari Silver Moon Kingdom.
Namun, Willian yang merupakan seorang Pangeran Mahkota malah memiliki bakat yang terbilang biasa-biasa saja dalam hal sihir dan berpedang. Jika bukan karena kemampuannya dalam mengatur strategi dalam medan perang dan bakatnya yang luar biasa dalam mengatur urusan internal kerajaan, pasti akan ada banyak bangsawan yang mencoba menggulingkan dirinya dan naik ke tahta dengan menggunakan pernikahan dengan salah satu saudara perempuan William.
“Ini, Yang — Paman Chris mengatakan hal semacam itu? Apa dia sudah lupa alasan Ray tidak mau menerima baptisan keluarga kerajaan?” Vali kaget mendengar perkataan William.
“Aku tahu ini akan menjadi hal yang sulit untuk meminta dukungannya, tapi aku harus melakuakannya karena aku seorang Pangeran Mahkota.” Kata William dengan nada tegas.
“Yah... Meskipun aku mungkin harus menerima beberapa penderitaan terlebih dahulu untuk itu, mengingat sifatnya yang seperti itu...” William menghela nafas panjang saat melanjutkan perkataannya.
“Yah, sepertinya itu akan menjadi pengalaman yang kurang mengenakan.” Sahut Vali mengingat sifat Ray yang tak suka terlibat dengan hal-hal yang tidak membuatnya tertarik, dan Vali tahu betul kalau Ray tak suka terlibat dengan urusan tahta dan kerajaan.
“Kau benar.... Tapi Vali, aku merasa ada hal yang membingungkan dalam perburuan ini.” William teringat tentang dua putri dari kerajaan tetangga yang datang ke Silver Moon Kingdom untuk mengikuti perburuan ini. “Kenapa Raja Gizakia dan Kaisar Qin mengirim putri mereka untuk mengikuti perburuan ini?”
“Aku juga tak bisa mengerti dengan hal itu, tapi saat Kakek Estas mengetahui tentang ini dia hanya tertawa keras dan mengatakan Ray akan mendapatkan masalah dan keberuntungan karena kedatangan kedua putri.” Vali juga bingung dengan hal ini.
Namun, saat William mendengar perkataan Vali tentang reaksi Estas Rogue langsung membuat William mengerti apa yang diinginkan kedua raja dan kaisar. Setelah memikirkannya lebih jauh lagi William bisa memastikan perkiraannya benar karena yang dikirim ke tempat ini adalah seorang putri yang lahir dari selir.
“Hahaha... Jadi seperti itu... Mereka benar-benar membuat gerakan yang cukup berani...” William tiba-tiba tertawa lepas setelah menyimpulkan hal yang terjadi, dia tahu tujuan mereka adalah agar Ray tertarik dengan putri mereka dan membuat Ray terikat dengan kerajaan mereka melalui hubungan pernikahan dengan putri mereka.
“Apa kau menemukan sesuatu, Will?” Tanya Vali bingung melihat William tertawa.
“Bukan apa-apa, aku baru saja menemukan hal yang menarik.” William berhenti tertawa dan hanya menunjukan senyum kecil yang mencurigakan.
“Apapun yang kau pikirkan itu, lebih baik kau lupakan saja atau Ray mungkin akan membuat mu sengsara.” Vali mengingatkan William.
“Aku tahu batasan ku, dan juga ini mungkin akan membuat ku lebih mudah mendapatkan dukungan Ray.” Jawab William.
Tak lama kemudian kereta mereka akhirnya sampai ke tempat tujuan mereka yaitu Pos Perbatasan antara Silver Moon Kingdom dan Hutan Kematian.
*******************
Maaf sebelumnya, karena masih terlalu banyak pekerjaan dan kewajiban di dunia nyata, saya baru bisa update sekarang. Dan saya juga masih harus melakukan beberapa perjalanan jauh di awal bulan ini untuk urusan pekerjaan, jadi saya hanya bisa update saat ada waktu senggang saja.
Terimakasih sudah mendukung dan mengikuti cerita saya sejauh ini. Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang membangun tulisan saya.
See you next chapter and have fun...