Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 195 - Ray Kembali II


Ray yang meninggalkan Hutan kematian langsung bergegas ke arah Pos Perbatasan antara Hutan Kematian dan Silver Moon Kingdom. Bagaimanapun dia sudah berada di Hutan Kematian selama satu bulan penuh dan khawatir dengan kondisi baru di ibukota Silver City.


“Dengan kecerdasan yang dimiliki Paman Chris dan Kakek Estas, seharusnya semuanya sesuai dengan yang aku rencanakan bukan?” Gumam Ray dalam perjalanan.


“Selain itu aku juga meninggalkan Little Green pada Vali, seharusnya mereka tidak akan mengalami masalah sekarang bukan?” Pikiran Ray melayang dan menimbang segala sesuatu yang ada.


Tanpa waktu lama, Ray akhirnya sampai ke Pos Perbatasan dan langsung melebarkan Divine Sense miliknya untuk melihat kondisi di dalam Pos Perbatasan. Ray bisa melihat hampir tidak ada yang berubah di Pos Perbatasan ini, dan semua prajurit masih berlatih dan berpatroli seperti biasa.


Sesaat kemudian, Ray menemukan tempat Schnee berada. Setelah menemukan lokasi mereka, dia langsung bergegas untuk menemui mereka.


Schnee yang merasakan seseorang mendekat dengan cepat langsung berubah waspada dan mengambil pisau yang dia letakan di atas meja. Schnee berniat menyerangnya secara langsung namun gerakannya sudah terbaca oleh Ray.


Ray langsung menggenggam tangannya dan menjatuhkannya di tempat. “Oi, Schnee... Bukankah sikap mu terlalu jahat untuk orang yang telah menyelamatkan mu?” Ray terkekeh sambil menekan Schnee di bawahnya.


“Tuan Ray?” Schnee yang mendengar suara Ray langsung menjadi tenang dan berhenti melawan.


Setelah beberapa saat wajah Schnee berubah menjadi merah saat sadar posisi ambigu miliknya karena ditekan di bawah Ray. “Ini... Tuan Ray, bisakah kau berdiri dulu? Ini... posisi ini sedikit memalukan...” Kata Schnee pelan sambil menahan malu.


Setelah melihat wajah merah dan suara malu Schnee, Ray akhirnya sadar kalau posisinya memang sedikit ambigu. “Sial! Dalam posisi ini, aku terlihat seperti ingin memperkosanya!” Pikir Ray sebelum berdiri dan menghilangkan rasa malunya.


Setelah tenang, Ray bertanya pada Schnee. “Bagaimana kondisi pos perbatasan dalam bulan ini? Apakah ada serangan dari kelompok tertentu? Atau apakah ada banjir binatang iblis lagi?”


“Tidak ada hal seperti itu.” Schnee yang telah menenangkan dirinya menjawab pertanyaan Ray setelah memikirkannya beberapa saat.


Karena posisi pos perbatasan ini yang langsung mengarah ke Hutan Kematian adalah tempat paling rawan untuk Silver Moon Kingdom selain bagian selatan yang lansgung berhadapan dengan Ras Iblis.


Jika kelompok bangsawan itu menjadi terlalu gila sampai meruntuhkan tempat ini, pertentangan yang semula hanya perebutan kekuasaan akan berubah menjadi bencana besar, karena jika pos perbatasan di utara dan selatan yang masing-masing berbatasan dengan Hutan Kematian dan Ras Iblis hancur, orang yang paling menderita tidak hanya Silver Moon Kingdom tetapi seluruh Ras Manusia.


Semua ini karena letah Silver Moon Kingdom sendiri yang berada di tengah antara dua kerajaan manusia yaitu Gizakia Kingdom di sebelah timur laut dan Qin Empire di sebelah barat. Jika sesuatu terjadi pada Silver Moon Kingdom pasti akan menyebabkan masalah koordinasi antar Ras Manusia karena jalur yang berhubungan antara timur dan barat terputus.


“Schnee, tolong panggilkan Syr dan James. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan kalian bertiga.” Ray memberi perintah pada Schnee.


“Baik, tuan Ray.” Schnee mengangguk dan keluar dari ruangan.


Sesaat setelah Schnee keluar, seekor burung Dark Hawk masuk ke dalam ruangan tempat Ray berada. “Oh, ada berita baru yang datang?” Ray mengambil surat yang terikat di kaki Dark Hawk.


Setelah membacanya beberapa saat akhirnya Ray bisa tersenyum merasa sedikit tenang. “Seperti yang diharapkan dari Paman Chris dan Kakek Estas, mereka langsung paham apa maksud ku.”


“Tapi, juga ada berita yang agak mengejutkan. Aku tidak mengira Steve Evans akan terluka karena serangan para bangsawan.” Gumam Ray.


“Meski ada beberapa masalah yang sedikit melenceng dari rencana. Tapi, hampir 90% sudah diatur sesuai dengan rencana yang aku buat. Sekarang, ayo kita tunggu para bangsawan itu menari lebih banyak lagi.” Ray membakar surat yang baru saja di abaca dan membiarkan Dark Hawk terbang keluar.


“Aku masih harus mengumpulkan biaya naskah dan penampilan, bukan?” Ray terkekeh saat memikirkan rencananya.