Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 38 - Identitas Terungkap IV


Ray memasuki tenda tempat Vali dan yang lainnya dirawat. Saat Ray berjalan menuju ke arah tenda perawatan Ray ada sosok yang terlihat tak asing di depan tenda yang terlihat cemas.


“Nona Olivia?” Ray mendekati gadis yang berdiri di depan tenda.


Olivia yang mendengar panggilan Ray sontak menengok ke arah Ray, melihat Ray yang juga berada di tempat ini.


“Tuan Ray?” Olivia yang belum pernah melihat Ray tanpa topeng bertanya dengan ragu.


“Iya, ini aku Ray. Apa Nona Olivia sudah melupakan rekan bisnisnya?” Ray memastikan identitasnya.


“Kenapa kau disini?” Olivia tak menjawab candaan Ray dan langsung balik bertanya, dirinya merasa aneh melihat Ray di tempat ini, lagipula meski dia merasa Ray pasti bukan orang biasa dia juga tak berpikir Ray punya hubungan dengan keluarga kerajaan dan tempat ini adalah tempat khusus perawatan para bangsawan yang menjadi korban serangan semalam.


“Untuk menjenguk sepupu ku, kau?” Ray bertanya kembali pada Olivia.


“Aku kesini untuk menemui kakak ku Miria Schtrom.” Olivia menjawab singkat pertanyaan Ray, tapi dirinya juga masih merasa aneh Ray berada disini. “Siapa sepupu yang dimaksud orang ini?” batin Olivia dalam benaknya.


Ray ingin melanjutkan obrolan tapi dia merasakan aliran mana didalam tenda sudah berhenti, yang berarti proses penyembuhan korban di dalam tenda sudah selesai. Tak lama kemudian para healer dan alchemist kerajaan keluar dari tenda tersebut.


Seorang pria tua yang terlihat sudah berumur 60-an keluar memimpin kelompok healer dan alchemist, dia tak lain adalah alchemist sekaligus healer terbaik di Silver Moon Kingdom, Kevin Leonhart.


Kevin selalu memiliki ekspresi datar atau bisa dibilang tanpa ekspresi, mungkin karena profesinya dia sudah terlalu sering melihat kematian maupun keserakahan orang membuatnya sangat jarang tertarik dengan sesuatu. Karena inilah meskipun kemampuannya yang luar biasa dalam bidang alchemist dan penyembuhan dia hanya pernah menerima satu orang murid, namun muridnya meninggal setelah melahirkan anaknya. Nama murid Kevin adalah Tiffa Dragnir yang tak lain juga merupakan ibu Ray.


Pandangan Kevin berubah terkejut saat melihat Ray berdiri di depannya, terakhir dia menerima berita kalau Ray mendapatkan serangan dari anak buah Mark dan kemudian menghilang tanpa jejak. Hal ini membuatnya marah sehingga dia menolak semua permintaan pembuatan potion dan pill dari keluarga kerajaan. Tapi dia tak menyangka Ray berada di tempat ini.


“Tuan Kevin bagaimana keadaan saudari ku?” ucapan Olivia membangunkan Kevin dari keterkejutannya.


Setelah menjawab Olivia pandangan Kevin mengarah kepada Ray. “Sekarang masalah apalagi yang kau lakukan bocah nakal?” Kevin tersenyum menanyai Ray.


“Hehe... Kakek Kevin aku tidak melakukan apapun kau tahu. Hanya secara tak sengaja terlibat hal-hal yang merepotkan.” Ray menjawab dengan santai, dalam ingatannya selain bibinya Eva, dan kedua putranya


Rain dan Vali. Bisa dibilang Kevin adalah kerabat terdekatnya, Ray sering menemui Kevin saat terluka atau untuk mendapat beberapa arahan dalam kontrol mana. Ray juga sering meminta saran dari Kevin saat menghadapi masalah yang tak bisa dia selesaikan.


“Tak peduli apa itu, yang terpenting kau baik-baik saja sekarang. Jika kau ingin menemui Vali lebih baik kau undur untuk nanti saja, lukanya sudah membaik tapi dia masih perlu waktu untuk sembuh total. Karena korban yang terluka sangat parah terlalu banyak jadi aku mengutamakan pemberian Heal Potion kelas tinggi untuk menyelamatkan nyawa mereka yang kritis terlebih dahulu.” Kevin menjelaskan pada Ray.


“Heal Potion?” Ray ingat dirinya masih menyimpan beberapa Heal Potion tapi tak tahu kualitas dari Heal Potion


miliknya. Ray mengeluarkan sebuah botol kaca dengan cairan merah di dalamnya. “Kakek Kevin, apa kualitas Heal Potion ini?”


Alis Kevin naik tak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat melihat Heal Potion yang dikeluarkan Ray, meski harga Heal Potion berkualitas tinggi tak terlalu mahal tapi sangat jarang ada orang yang menjualnya. “Ray darimana kau mendapatkan Heal Potion ini?” Kevin bertanya pada Ray, karena menurutnya bahkan Heal Potion yang dibuatnya masih sedikit dibawah Heal Potion yang dikeluarkan Ray.


“Aku diberi oleh seorang pria tua yang terlihat aneh, dia melihat ku menggunakan sihir lalu mengatakan kalau aku berbakat dan memberi ku 5 buah Heal Potion seperti ini.” Ray asal-asalan mengarang cerita karena dia tak mungkin mengatakan kalau Heal Potion ini berasal dari sistem.


“Tak masalah kau mendapatkannya dari siapapun, berikan Heal Potion itu pada Vali dan dia akan sembuh total.” Kevin tak mendesak Ray lebih jauh, meski dirinya tahu yang Ray katakan hanyalah omong kosong, tapi dia menghargai privasi dan pemikiran Ray. Karena walaupun Ray terlihat santai dan ceroboh dia tahu kalau Ray adalah perencana yang baik dan sangat berbakat.


“Lalu bagaimana dengan Yuri dan Ellizabeth yang bersama Vali dan Miria?”


“Kau tak perlu khawatir kedua gadis itu baik-baik saja, luka mereka lebih sedikit daripada gadis keluarga Schtrom.”


Mendengar jawaban Kevin membuat Ray merasa lega, Ray akhirnya memasuki tenda medis bersama Olivia. Sementara Kevin dan rombongannya kembali ke istana.