
“Sudah terlalu banyak orang yang mengatakan aku akan mati hari ini atau semacamnya...” Ray tersenyum tipis. “Tapi tak ada diantara mereka yang masih bernafas sekarang...” Lanjut dengan senyum yang masih tersungging di wajahnya.
“Bocah sombong...” Ucap salah satu pria bertopeng dengan nada marah.
Ray mengeluarkan sebuah kubus kecil dan memberikannya pada Anthony. “Paman Anthony alirkan mana mu ke dalam kubus ini dan akan ada penghalang sihir yang cukup kuat untuk menahan seorang ahli Tingkat Kaisar. Aku akan berurusan dengan beberapa bandit ini.” Ray dengan santai melangkah ke arah dua puluh orang pria bertopeng.
“Beberapa waktu ini aku sudah cukup banyak berkembang, aku ingin mencoba sebaik apa kemampuan ku sekarang.” Ray langsung melepaskan sihirnya, dia menghilangkan uap air dalam udara dan membuatnya menjadi butiran es disaat yang sama suhu didalam ruangan turun dengan ekstrim sampai dibawah titik beku.
“Sihir ini? Kau adalah pria misterius yang muncul yang muncul saat penyerangan Silver City.” Pemimpin kelompok bertopeng itu sangat terkejut dengan sihir milik Ray.
“Kau tahu juga tentang itu? Walaupun Kakek Estas dan Kakek Julius sudah merahasiakan berita ini. Sepertinya masih ada orang dalam yang berkhianat.” Ray mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan pria bertopeng. “Tapi sayangnya sekarang sudah terlambat untuk mundur.” Lanjut Ray.
Sihir yang baru saja dilakukan Ray sudah menguras setengah mana miliknya, jadi Ray mengeluarkan Venom Sword untuk menghadapi dua puluh pria bertopeng. “Karena sekarang kalian sudah tak bisa kabur, jadi temani aku bermain sebentar.”
Ray menyerang dengan Venom Sword. Gerakan tebasan pedang dari Ray sangat cepat dan akurat walau sedikit kurang bertenaga. Ray terus menerus menyerang dua puluh pria bertopeng, secara mengejutkan pertarungan dua puluh lawan satu berlangsung seimbang. Gerakan dua puluh orang pria bertopeng menjadi kaku dan lambat akibat terkenar Sihir Es milik Ray.
“Bocah sombong sialan...” serangan pria bertopeng kuat dan ganas karena provokasi dari Ray. Menghadapi serangan ganas dari kelompok pria bertopeng, senyum dibibir Ray semakin lebar. Karena Ray bisa merasakan gerakan sebagian besar dari kelompok pria bertopeng semakin ceroboh.
Pergerakan ceroboh dari kelompok pria bertopeng mempermudah Ray untuk mendaratkan serangan pada titik vital. Ray berhasil menjatuhkan tiga orang pria bertopeng dengan serangan yang menebas leher mereka. “Tiga orang tumbang...” setelah menjatuhkan tiga orang seranganRay semakin menjadi-jadi.
“Bocah kampret...” salah satu pria bertopeng menggunakan sihir elemen angin untuk mempercepat serangannya. Pergerakan pria bertopeng ini bertambah cepat dua kali lipat, namun Ray dengan santai menghindarinya.
“Serangan yang kuat, tapi kau terlalu ceroboh...” Ray menghindari serangan pria bertopeng lalu menusuk dada kiri pria bertopeng itu. “Satu lagi tumbang...”
Ray mengambil sedikit jarak dari kelompok pria bertopeng setelah menghabisi empat orang diantara mereka. “Tersisa sepuluh orang Tingkat Lord dan enam orang Tingkat Raja. Sepertinya nasib kalian sudah terkunci sekarang.”
“Jangan banyak bicara, kami masih menang jumlah. Dan kau hanya seorang Tingkat Raja tapi punya mulut yang besar.” Orang terkuat dalam kelompok pria bertopeng menatap Ray dengan niat membunuh yang besar.
“Baiklah, sepertinya sudah saatnya mengakhiri pertarungan ini.” Ray memusatkan mana miliknya pada kedua kakinya untuk membentuk sepatu yang terbuat dari elemen petir.