
Setelah termenung sesaat, Sophia membuka matanya dan Kembali menatap Ray. “Jadi karena sekarang kau sudah mau masuk ke akademi. Kelas apa yang mau kau ikuti?” Tanya Sophia.
“Apa saja kelas yang ada? Dan siapa murid terbaik masing-masing kelas?” Ray menanyakan tentang masing-masing kelas dan murid terbaiknya.
Tentu saja ini hanya sebuah alasan karena Ray ingin tahu kelas mana yang memiliki lebih banyak murid perempuan. Selain itu karena setiap orang yang berlatih mana akan memiliki bentuk fisik yang lebih baik dan wajah yang lebih menawan dari orang biasa, membuat Ray menanyakan tentang murid terbaik masing-masing kelas.
“Entah kenapa aku merasa tujuan mu bertanya berbeda dengan yang lainnya?” Sophia sedikit curiga dengan pertanyaan Ray, namun tak menemukan keanehan apapun dalam ekspresi wajah Ray.
“Apanya yang berbeda? Aku hanya ingin tahu teman belajar ku nanti.” Ray tersenyum menanggapi pertanyaan Sophia.
“Yah, terserah kau sajalah.” Sophia akhirnya melepaskan kecurigaannya.
“Ada du akelas utaman. Pertama, Kelas Ksatria yang memfokuskan pada ketrampilan bertarung jarak dekat baik dengan atau tanpa senjata dan sihir hanya sebagai kemampuan pembantu. Sebagian besar muridnya adalah keturuan Jenderal atau Ksatria kerajaan, murid terbaik disana adalah sepupu mu Vali, selain itu ada juga Jhon Evans dan Mark Philip.”
“Yang kedua, Kelas Penyihir yang memfokuskan pada kemampuan sihir jarak jauh maupun dekat dan pengembangan terhadap berbagai elemen. Murid dari kelas ini lebih sedikit dari kelas Ksatria karena pengembangan kemampuan sihir lebih sulit dari pada kemampuan bertarung. Selain itu, murid kelas ini lebih dari setengahnya adalah gadis dan murid terbaiknya adalah Yuri Charlton.” Sophia menjelaskan kedua kelas utama pada Ray.
“Kau ingin masuk ke Kelas Penyihir? Tapi sebelumnya Tuan Estas bilang untuk memasukan mu ke dalam Kelas Ksatria.” Sophia berbalik bertanya pada Ray untuk memastikan.
“Apa? Orang tua itu ingin memasukan ku ke Kelas Ksatria?” Ray terkejut saat mendengar jawaban Sophia. Kemudian Ray memikirkan sesuatu dan tersenyum jahat . “Yah tak masalah kalau dia mau aku meledakan seisi kelas hehehe...” Lanjut Ray dengan senyum jahat di wajahnya.
“Heh!!! Apa kau bilang?!!!” Sophia terkejut dengan balasan Ray. “Ini buruk, jika bocah ini sudah memutuskannya dia pasti akan melakukannya. Sebelumnya dia juga melakukan hal yang sama saat kerajaan meningkatkan pajaknya dan membuat banyak orang biasa yang kesulitan.” Sophia kembali teringat saat Ray mencuri uang di pembendaharaan kerajaan untuk membantu para penduduk desa yang kesulitan karena peningkatan pajak dan gagal panen.
“Tentu saja, seperti yang ku katakan sebelumnya. Aku bisa masuk ke Kelas Ksatria tapi Bibi Sophia harus siap memperbaiki kelas setiap hari... hehehe... oh, dan juga mungkin akan ada banyak pekerjaan untuk para healer...” Ray masih membalas dengan senyuman jahatnya.
“Haish... Kau ini... baiklah aku mengerti, aku akan memasukan mu ke Kelas Penyihir. Tapi ingat jangan membuat masalah saat di akademi... ingat jangan membuat masalah... jangan pernah!!!” Sophia kembali menekankan pada Ray untuk tidak membuat masalah untuknya saat di akademi.
“Tentu... tentu... aku tidak akan membuat masalah selama tidak ada orang lain yang mencari masalah dengan ku. Lagipula aku ini pria baik-baik.” Ray menimpali dengan nada santai yang terkesan main-main.
“Baguslah kalau begitu... aku akan mengatur administrasi milik mu, kau bisa lang bergabung dengan kelas hari ini...” Sophia hanya bisa menghela nafas dengan sikap Ray. “Oh, iya hari ini juga ada murid baru dari Gizakia Kingdom. Kau bisa masuk bersamanya dan wali kelas mu nanti.” Sophia teringat kalau ada murid baru selain Ray.