Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 109 - Malam yang Melelahkan V


Jarak sisi sebelah timur Hutan Kematian dan sisi sebelah utara Hutan Kematian kurang lebih adalah tiga ribu meter. Namun jarak tersebut sangat mudah dicapai Ray dalam hitungan menit. Sekarang Ray sudah berada di sisi bagian utara Hutan Kematian.


Ray menggunakan Divine Sense dan Analyze miliknya untuk memastikan jumlah musuh dan tingkat kekuatan mereka. Setelah mengawasi selama beberapa waktu, akhirnya Ray bisa memastikan jumlah pembunuh dan tingkat kekuatan mereka masing-masing.


“Total ada dua puluh pembunuh di sisi utara ini. Dengan lima orang di Tingkat Raja, tujuh orang di Tingkat Lord dan sisanya dibawah Tingkat 9. Sebagian pembunuh yang kuat rata-rata bergerak dalam kelompok dua atau tiga orang, sementara yang di bawah Tingkat 9 berada dalam dua kelompok masing-masing empat orang.” Ray berhasil memastikan jumlah dan kekuatan kelompok pembunuh.


“Pertama mari selesaikan dua kelompok dengan kekuatan di bawah Tingkat 9. Kelompok pertama berada dalam jarak sembilan puluh meter sebelah utara tempat ku sekarang.” Ray langsung bergerak ke arah utara untuk menangani kelompok pertama.


Setelah bergerak beberapa puluh meter ke utara, Ray bisa merasakan keberadaan empat orang di bawah Tingkat 9 dengan lebih baik saat menggunakan Divine Sense. Ray mempersiapkan empat pisau lempar dengan masing-masing dua pisau lempar di setiap tangannya.


Seperti sebelumnya Ray melapisi pisau lempar miliknya dengan sihir kedap suara, setelah memastikan keempat pembunuh dalam keadaan tak siap Ray langsung menyerang dengan pisau lempar miliknya.


‘swish... wish... swiss... wish...’ empat pisau lempar berhasil menembus dada kiri dari keempat orang pembunuh dan merobek jantung mereka. Setelah memastikan keempat tubuh yang jatuh sudah tak bernyawa lagi, Ray memerintahkan Little Black untuk menghancurkan mayat mereka.


Ray baru saja mengetahui kemampuan milik Little Black ini saat memeriksa tiga mayat Tingkat Raja yang terkena serangan Little Black sebelumnya. Ray menemukan kalau tubuh ketiganya perlahan hancur dan tidak meninggalkan jejak, jadi dia kembali meminta Little Black menggunakan serangan sihir kehancuran kembali untuk memastikannya.


Dan Ray benar-benar terkejut saat mengetahui fakta kalau serangan Little Black yang beratribut kehancuran bisa melenyapkan segala objek tanpa sisa baik itu makhluk hidup ataupun bukan. Setelah mengetahui hal ini tentu saja dia tak akan repot-repot menyamarkan bau darah hanya agar tidak menarik perhatian dari Binatang Iblis yang lebih ganas saat malam hari.


“Kelompok kedua berada lima puluh meter sebelah timur dari tempat ini.” Ray bergerak kearah timur setelah mengatasi kelompok pertama.


Kembali menggunakan empat pisau lempar yang dilengkapi dengan sihir kedap suara, Ray berhasil mengatasi kelompok pembunuh kedua tanpa perlawanan sama sekali. Setelah memerintahkan Little Black untuk memusnahkan mayat keempat pembunuh. Ray bergerak ke kelompok pembunuh berikutnya yang berhasil dia deteksi.


Kelompok pembunuh berikutnya berada sekitar seratus meter sebelah utara dari kelompok empat orang yang baru saja dihabisi oleh Ray. Kali ini Ray memutuskan untuk menggunakan pisau yang lebih leluasa di gerakan, dia memegang dua pisau dengan masing-masing tangan memegang sebuah pisau.


Ray menggunakan kamuflase dan sihir kedap suara miliknya untuk langsung bergerak ke arah utara. Setelah bergerak beberapa puluh meter ke arah utara Ray bisa meraakan dua orang pembunuh yang mendekat ke arahnya.


Ray memutuskan untuk berhenti bergerak dan menunggu kedua orang pembunuh dalam jarak serangan miliknya. Setelah beberapa saat kedua pembunuh berada dalam jarak lima meter dari dirinya.


‘jleb... slash...” Ray menusuk pembunuh Tingkat Raja yang berada di sebelah kanannya dan menggorok leher pembunuh Tingkat Lord yang ada di sebelah kirinya secara bersamaan membuat kedua pembunuh tumbang tanpa perlawanan.


“Sekarang hanya tersisa enam orang Tingkat Lord dan empat orang Tingkat Raja.” Ray bergumam pelan.


“Haish... ini benar-benar malam yang panjang dan melelahkan.” Ray menghela nafas panjang lalu mengeluarkan Mana Potion dan meminumnya untuk mengembalikan mana miliknya yang hampir kembali terkuras habis.


Catatan :


Jadi sesuai janji saya sebelumnya, hari ini saya update 3 chapter.


Selain itu, saya juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan. Dan juga saya minta maaf jika ada kesalahan selama ini yang mungkin tanpa sengaja menyinggung kalian semua.


Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin...