
Kereta kuda yang ditumpangi tiga orang memasuki Moon Palace. Ray, Estas dan Vali turun dari kereta kuda. “Kakek Estas, pertama aku perlu ke tempat sampah itu. Hal-hal yang terjadi sejauh ini juga bisa dibilang berawal darinya.” Ray meminta Estas untuk mendapatkan Mark lebih dulu.
“Maksud mu?” Estas agak bingung dengan permintaan Ray.
“Kau tak berpikir aku menaruh array yang cukup kuat karena dia ayah ku bukan?” Ray tertawa sinis.
“Maksud mu, orang tak berguna itu memiliki sesuatu yang disembunyikan?” Estas menerka.
“Dia tak menyembunyikan sesuatu, aku bahkan tak tahu dia masih hidup atau hanya boneka manusia sekarang.” Ray menggelengkan kepalanya.
“Maksud mu orang itu sedang dikendalikan?” Estas mulai menghubungkan setiap ucapan Ray.
Ray tidak menjawab pertanyaan Estas, hanya terus berjalan ke arah sudut istana dimana terdapat rumah mewah dengan sinar pelindung berbentuk pyramid yang keluar dari empat batu yang berada di setiap sudut rumah tersebut. Rumah mewah ini tak lain adalah kediaman Mark Von Ainsworth.
Ray membuat beberapa segel tangan untuk mengendalikan array yang terpasang pada rumah itu, kemudian mematikan array yang membuat melindungi rumah itu. Tak lama setelah array pelindung dimatikan, Ray membuat segel tangan baru membuat empat batu array disekitar rumah itu hancur dan sinar biru melesat dari setiap batu kemudian masuk kedalam rumah itu.
Melihat semuanya berjalan lancar Ray menurunkan segel tangannya. Sementara Vali dan Estas dibuat kagum dengan kemahiran Ray dalam mengendalikan array, karena warisan dan Teknik array memang sudah hampir menghilang dari Silver Moon Kingdom. “Ayo masuk, kita harus segera mengambil sampah itu sebelum orang yang mengendalikannya sadar kalau ada yang salah.” Ray masuk kedalam kediaman Mark.
Vali dan Estas mengikuti Ray memasuki kediaman Mark, mereka kembali terkejut saat melihat Mark dalam keadaan terikat tangan dan kakinya, serta mulutnya juga tertutup cahaya biru. “Ray, apa yang kau lakukan?” Vali menanyai Ray yang sedang membuat segel tangan baru.
“Ini...” melihat perlakuan Ray pada ayahnya sendiri, membuat Vali menggelengkan kepalanya. Sementara Estas terlihat acuh tak acuh dan benar-benar tak peduli dengan pelakuan Ray pada Mark, bahkan jika Ray hanya menyeret Mark sepanjang jalan dia juga tidak akan berkomentar.
“Kakek Estas, bisa beritahu paman Chris dan yang lainnya untuk berkumpul di aula persidangan? Aku akan membawa sampah ini langsung kesana.” Ray meminta Estas mengumpulkan orang di aula persidangan.
“Tak perlu Ray, seharusnya sekarang Julius, Chris dan para petinggi kerajaan sudah ada di aula persidangan untuk membahas penyerang yang terjadi di Silver City. Lebih baik kita juga segera kesana kalau persiapan mu sudah selesai” Estas menanggapi Ray.
“Baiklah, ayo kita ke aula persidangan.” Ray mengikuti arahan Estas dan Vali berjalan menuju aula persidangan, meski dirinya memiliki beberapa memori tentang istana tapi karena Ray yang asli sangat jarang berada di istana membuat ingatannya tentang istana agak kabur.
Setelah mengikuti Estas dan Vali berjalan sepanjang Lorong, Ray akhirnya melihat pusat Moon Palace yang terlihat seperti kastil raksasa keperakan. Ray bisa melihat selain para penjaga yang mengelilingi setiap sudut tempat ini, juga ada tiga puluh dua batu array yang membentuk susunan array tingkat empat.
Estas memimpin Vali dan Ray memasuki aula persidangan, saat tiga orang muncul dalam aula persidangan membuat seluruh perhatian peserta sidang tertarik ke arah tiga orang. Sementara itu pandangan Julius justru tertuju pada orang yang dibawa Ray. “Estas, Ray, apa yang sebenarnya terjadi?” Julius menanyai Estas dan Ray tentang kondisi Mark.
“Julius ini...” Estas merasa canggung dan bingung bagaimana menjawab pertanyaan saudara angkatnya itu.
“Kakek Estas, Kakek Julius, biarkan aku yang menjelaskan tentang ini. Aku juga akan menjelaskan tentang semua yang aku tahu tentang penyerangan yang terjadi di Silver City.”