
“Ding~~~” Suara system muncul di kepala Ray.
“Ding~~~ Selamat tuan rumah menyelesaikan Misi Khusus [Lindungi Yuri Charlton]. Tuan rumah menerima reward?”
“Ding~~~ Selamat tuan rumah menyelesaikan Misi Khusus [Musnahkan Hellbound Lava Beast]. Tuan rumah menerima reward?”
“Terima reward.”
“Ding~~~reward diterima. Memunculkan status tuan rumah.”
\~\~\~***\~\~\~
Nama : Ray Ainsworth (16)
Tittle : [Pembasmi Serangga] [Blacksmith]
Ras : Manusia
Level : 05
Exp : [ 390/5000]
HP : 2400
MP : 2600
Uang : 36 Gold 97 Silver
STATUS (SP = 0)
STR : 119
VIT : 120
DEX : 131
AGI : 120
INT : 130
LUC : 999
Skill : Blacksmith (A), Sihir Element Api (A), Sihir Element Air (A), Sihir Element Tanah (A), Sihir Element Angin (A), Sihir Element Petir (A), Sihir Penyembuhan (A), Regenerasi (P), Peningkatan Fisik (P), Ketrampilan Pedang Dasar (P), Divine Sense (A), Analyze (A),
\~\~\~***\~\~\~
“Ding~~~setiap kali status tuan rumah berubah maka kondisi status tubuh tuan rumah akan disesuaikan dengan kondisi puncak status tubuh yang baru.”
Entah mengapa setelah mendengar sistem Ray merasa kesal, jika memang seperti itu bukankah dia bisa menambahkan status poin satu persatu untuk mengganti konsumsi Heal Potion maupun Mana Potion?
Seolah membaca pikiran Ray, sistem kembali berdentang...
“Ding~~~ini hanya berlaku jika perubahan status diatas 50.”
Ray langsung mengumpat dalam hati, “Sistem sialan!!! Tukang PHP!!!”
“Bagaimana jika aku ikut bertarung?” suara seorang pria tua terdengar dari belakang dirinya, membangunkan Ray.
Estas dan Ray menemukan seorang pria tua berjanggut putih dengan pakaian yang berantakan, bisa terlihat pria tua ini datang ketempat ini dengan terburu-buru. Ray tidak mengenali pria tua itu tapi mata Estas langsung cerah saat melihat pria tua itu mendekat.
“Grand Mage Phytagoras anda datang diwaktu yang tepat.” Panggilan Estas pada pria tua itu memberitahu Ray identitas pria tua itu, yang tak lain adalah satu-satunya Grand Mage manusia.
“Tuan Phytagoras, senang anda hadir disini.” Kini Ray yakin setidaknya bisa memukul mundur Mephistopeles, atau bahkan membunuh Mephistopeles di tempat ini.
“Tiga lawan satu, ini mengingatkanku dengan masa lalu. Sayangnya yang sekarang ku lawan adalah tiga semut.” Suara dingin dari Mephistopeles menyiagakan Ray dan rekannya.
“Jika yang datang adalah Diablo yang asli maka kami tak punya kesempatan untuk menang, tapi kau hanya jiwa yang belum bangkit sepenuhnya. Kekuatanmu paling hanya 5 persen dari Kaisar Iblis Diablo yang asli, dan kami sudah cukup untuk melawan mu.” Phytagoras menjawab dengan tenang.
“Cih... semut yang sombong.” Mephistopeles mengeluarkan api hitam membentuk armor penuh melindungi tubuhnya, dia juga menyulap api membentuk pedang ditangannya membuat dirinya terlihat seperti kesatria berjirah hitam dengan sayap dibelakang punggungnya.
Mephistopeles menebaskan pedang hitam ditangannya memciptakan pisau api yang mengarah ke Estas, “Bam…” Perisai ruang dilepaskan Phytagoras untuk melindungi Estas.
Estas membalas menebas Mephistopeles dengan Slayer Sword yang dihentikan Mephistopeles dengan tangan kanannya. Melihat serangannya dihentikan dengan mudah Estas langsung menarik pedangnya dan menjauh bersamaan tornado air yang dikeluarkan Ray menyerang Mephistopeles.
Melihat tornado air yang menyerangnya, Mephistopeles hanya tersenyum menghina karena air tak akan melukainya sama sekali. Senyumnya menghilang saat dia sudah tertelan tornado air, dia tak mengiran di dalam tornado air terdapat pasir yang sudah dimantrai dengan sihir kehancuran. Mephistopeles berusaha keluar keluar dari tornado air dengan meledakan mana miliknya.
“Bam!!!...” Ledakan besar terjadi sementara Estas dan Ray belindung dibelakang Perisai ruang yang dibuat Phytagoras.
Mephistopeles berhasil keluar dari tornado air namun kini penampilannya sangat menyedihkan. Pakaiannya compang-camping dengan luka merata di seluruh tubuhnya, bisa terlihat dia mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk membebaskan diri dari tornado air.
“Aku meremehkan mu bocah, kau bukan seekor semut tapi serangga beracun.” Ucapan Mephistopeles terbata-bata.
“Aku anggap itu pujian.” Ray hanya tersenyum menanggapi.
“Aku mengingat mu bocah, saat kekuatan ku kembali aku akan memusnahkan ras mu.” Lubang hitam muncul dari tubuh Mephistopeles dan menghisapnya hilang tanpa jejak.
“Ding~~~”