Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 150 - Melawan Blood Qilin I


Sementara Ralf mengikuti arahan Ray untuk kembali ke Pos Perbatasan, Ray dan Little Black bergerak dengan cepat untuk mengahadang Blood Qilin yang baru akan membebaskan dirinya dari lingkaran sihir yang digunakan untuk ritual pemanggilan. Ray memeriksa kekuatan Blood Qilin dengan Skill Analyze miliknya.


~ ~ ~ * * * ~ ~ ~


Nama : Blood Qilin


Tingkat Kekuatan : Kaisar Awal (324)


Skill : Pengerasan Tubuh (P), Sihir Elemen Air (A), Sihir Kuno Darah (A), Regenerasi (P).


~ ~ ~ * * * ~ ~ ~


“Makhluk ini memiliki kekuatan yang setara dengan seorang ahli Tingkat Kaisar! Mungkin ini akan menjadi pertarungan paling merepotkan yang pernah aku alami!” Ray merasakan ancaman untuk kedua kalinya dalam kehidupan barunya.


“Sepertinya meski aku memiliki sistem yang membuat kekuatan ku meningkat pesat dengan cara curang yang tak lazim, tapi aku juga masih perlu berusaha untuk menjadi yang terkuat agar tak terbunuh lagi di dunia ini!” Ray memutuskan untuk lebih fokus meningkatkan kekuatannya daripada sebelumnya.


“Selain itu, aku masih penasaran apakah masih ada tingkatan lain di atas Tingkat Overlord? Karena Kaisar Iblis Diablo 1000 tahun yang lalu bisa membuat beberapa orang yang berada di Tingkat Overlord sampai putus asa. Pasti ada tingkatan lain di atas Overlord!” Ray mulai berpikir tentang informasi yang dimilikinya.


“Yah... Aku tak perlu memikirkan hal itu terlebih dahulu, sekarang yang terpenting adalah menghabisi makhluk besar di depan ku ini!” Ray mengeluarkan sebuah pedang dengan sarung hitam legam dari spatial ring miliknya.


Pedang ini adalah Magic Tool terbaik yang pernah diciptakan oleh Ray. Dalam pembuatan pedang ini Ray menghabiskan hampir lima kali lipat waktu pembuatan Magic Tool Gold Tier, pedang ini diciptakan Ray dari perpaduan antara spatial stone dan void metal sehingga Ray memberikan nama pedang ini Void Sword.


Jika ada Blacksmith yang mengetahui kalau Ray menempa spatial stone dan void metal menjadi sebuah pedang mereka pasti akan menertawakannya karena kebodohannya, tapi Ray berhasil menempa pedang dari kedua bahan tersebut dan menciptakan Magic Tool berbentuk pedang dengan kemampuan penetrasi tingkat tinggi dan bahkan bisa menebas penghalang ruang sekalipun. Void Sword sendiri bisa diklasifikasikan sebagai Magic Tool Diamond Top-Tier yang hampir mendekati Magic Tool Divine Low-Tier.


“Aku yakin kulitnya pasti sangat keras dan dia juga memiliki pertahanan yang sangat kuat. Void Sword harusnya lebih cocok untuk mengahadinya daripada senjata ku yang lainnya.” Pikir Ray saat memutuskan senjata yang dipakainya.


Ray menebaskan pedangnya secara vertical ke arah Blood Qilin, tebasan sederhana Ray membuat ruang disekitarnya terasa terkoyak karena dia juga mengaktifkan kemampuan Void Sword miliknya. Serangan Ray berhasil menimbulkan luka gores pada Blood Qilin, namun saying masih kurang dalam.


Ray juga bisa melihat luka yang dibuatnya pada Blood Qilin menyusut dengan kecepatan yang luar biasa sebelum akhirnya menghilang tanpa sisa. “Kemampuan regenerasi yang mengerikan.” Gumam Ray.


Disaat yang sama bekas serangan Ray menghikang, Blood Qilin berhasil membebaskkan dirinya dari belenggu lingkaran sihir.


“Rooarrr!!!”


“Little Black? Bisakah kau menahan gerakannya? Tak perlu menyerang atau melukainya hanya cukup memancing perhatiannya saja.” Ray mengirim telepati pada Little Black.


“Tentu tuan, aku bisa melakukannya!” Little Black menjawab melalui telepati.


“Sekarang mari kita hancurkan makhluk ini!” Ray kembali bergegas menyerang Blood Qilin yang telah bebas.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Ini chapter baru untuk kalian, sebenarnya saya sudah menulis ini hari minggu malam, tapi saya benar-benar lupa untuk menguploadnya. Jadi maaf untuk itu...


Dan juga terimakasih untuk sarannya tentang insomia saya... saya sudah mencoba beberapa saran dari kalian dan insomia saya sudah sedikit berkurang, setidaknya saya lebih segar di pagi hari...


Terimakasih sudah mengikuti karya saya... Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bisa membangun kemampuan menulis saya...


See you next chapter and have fun...