Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 111 - Malam yang Melelahkan VII


Setelah memutuskan tentang apa yang akan dia lakukan saat menyerang kelompok pembunuh terakhir, tanpa membuang-buang waktu Ray langsung bergegas ke arah kelompok pembunuh terakhir setelah memastikan posisi mereka.


Ray bisa merasakan dengan Divine Sense miliknya bahwa posisi kelompok pembunuh terakhir berada sekitar seratus meter sebelah timur dari kelompok pembunuh yang dilenyapkan Little Black sebelumnya.


Ray masih menggenggam Venom Sword di tangannya, dia bergerak mendekati kelompok pembunuh terakhir dengan cepat. Sementara itu Ray juga mengalirkan banyak mana ke dalam Venom Sword. Setelah menggunakan Venom Sword Ray menemukan kalau racun dalam Venom Sword akan semakin kuat tergantung jumlah mana yang dialirkan ke dalamnya.


Sesuai dengan rencana milik Ray sebelumnya, dia berniat memberikan serangan kejutan dengan serangan terkuat miliknya dan karena serangan dengan menggunakan sihir akan menjadi terlalu mencolok Ray memilih menggunakan Venom Sword yang merupakan Magic Tool terkuat miliknya.


“Mereka sudah berada dalam jarak lima puluh meter dan Little Black juga sudah berada di posisinya.” Ray menutupi dirinya dengan kamuflase dan sihir kedap suara, lalu mendekati target. Disaat yang sama Ray memerintahkan Little Black untuk memulai serangan sihir kehancuran miliknya.


“Rrroooaaarrr... Boom...” Ledakan besar terjadi akibat serangan Little Black dengan kekuatan penuh, sebuah area kosong dan kawah berdiameter hampir lima puluh meter terbentuk.


Sementara itu di atas kawah itu berdiri empat orang dengan pakaian hitam compang-camping dan juga tubuh yang penuh luka menganga. Ray yang melihat kondisi sekitar akibat serangan Little Black mulai berpikir mungkin dia sedikit berlebihan saat dia memerintahkan Little Black untuk menyerang dengan kekuatan penuhnya.


“Jika aku tahu serangan Little Black akan sekuat ini, aku tidak perlu repot-repot memasukan banyak mana untuk memperkuat racun dalam Venom Sword. Haaissh... aku melakukan hal yang sia-sia kali ini karena terlalu banyak berpikir.” Ray bergumam pelan karena merasa sudah terlalu melebih-lebihkan kekuatan lawan dan memandang terlalu rendah untuk kemampuan Little Black.


“Selain itu, mungkin ledakan ini sudah membuat kelompok pembunuh yang berada di sisi barat lebih waspada.” Ray menghela nafas karena rencana yang dipikirkannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya.


“Aku masih memiliki cukup banyak bom air yang ku bawa dari Silver City, tapi itu ku maksudkan untuk kejadian tak terduga jika Binatang Iblis Tingkat Kaisar ke atas datang menyerang ku. Jika aku menggunakannya sekarang akan merepotkan jika aku bertemu Binatang Iblis di Tingkat Kaisar atau di atasnya.” Ray mulai berpikir penyerangan kelompok pembunuh ini lebih merepotkan daripada yang dia bayangkan sebelumnya.


“Memikirkannya terus menerus seperti ini hanya akan menjadi hal yang tidak berguna, lebih baik aku segera pergi ke sisi barat memastikan jumlah pembunuh dan kekuatan mereka secara rinci sebelum bertindak lebih jauh.” Ray memutuskan untuk pergi ke sisi barat Hutan Kematian untuk menghadapi kelompok pembunuh terakhir.


Jarak antara sisi utara Hutan Kematian dan sisi barat Hutan Kematian kurang lebih sekitar tiga ribu lima ratus meter. Dengan kemampuan yang dimiliki Ray sekarang jarak tersebut bisa dilalui hanya dalam beberapa menit jika dia dengan kecepatan penuhnya. Namun, Ray memilih untuk memperlambat gerakannya untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang kelompok pembunuh di sisi barat.


“Kyaahh... arghh...” teriakan seorang gadis terdengar saat Ray masih berada dalam jarak seribu meter dari sisi barat Hutan Kematian. Tanpa pikir panjang Ray akhirnya memutuskan untuk mengubah arah menuju suara teriakan tersebut.